
Aroma dari tubuh Velia membuat Bara di mabuk asmara, laki laki yang baru pertama kali menyentuh perempuan secara detail ini begitu terpana dan terpesona.
Sejenak ia memejamkan matanya, merasakan aroma khas yang membuat nya semakin gila.
Padahal segitiga pengaman itu belum di buka, tetapi...Bara sudah merasa kan sesuatu yang luar biasanya.
Tidak puas begitu saja dengan apa yang di lakukan nya, Bara kemudian menarik paksa segitiga itu hingga terlepas dari tubuh Velia.
Lagi dan lagi, mata Bara... melotot tajam, menyaksikan pertunjukan yang begitu membuat air liur nya menetes.
"Jangan Bara, aku mohon ... lepaskan aku. Aku mau menikah dengan Gery....jangan hancurkan masa depan aku, aku mohon Bara... hiks...hiks...."
Andai ia bisa berdiri, Vee akan berlutut dan memohon di kaki Bara, bahkan kalau perlu ia juga akan mencium kaki Bara, supaya Bara melepaskan nya dan tidak memperkosa nya.
Tetapi, sayang sekali....kalau pun benar Vee melakukan itu, Bara sendiri tidak akan berubah...ia tetap melakukan apa yang sudah di rencanakan, memiliki Velia seutuhnya dan selama nya.
"Aku tidak menghancurkan masa depan kamu sayank, bahkan aku akan memudahkan masa depan kita, dan membuat kamu bahagia bersama ku, maka... berhentilah menangis dan memanggil nama Gery.... setelah ini...aku akan benar benar mengikat mu ke dalam sebuah pernikahan....."
"Ah ..."
"Bara aku minta maaf....kalau selama ini aku salah, tapi please...lepaskan aku."
Di tengah tengah nafasnya yang memburu, Vee masih saja meminta agar Bara melepaskan nya, walaupun seluruh bagian dalam tubuh nya sudah terjamah oleh Bara, tetapi...ia masih punya keperawanan yang belum ternoda , yang masih bisa di berikan untuk suaminya kelak.
Tapi, percuma saja...Bara malahan semakin gencar melakukan aksinya.
"Wangi...dan ini aku suka...."
Tangan dan bibir serat lidah saling kompak untuk memberikan sensasi yang begitu dahsyat, melakukan pemanasan sebelum akhir nya nanti sampai di titik puncak kemenangan nya
"Hiks....hiks...kamu kejam Bara, aku benci kamu!!"
Setelah Velia mendapatkan pelepasan yang entah ke berapa, Bara menghentikan aksinya sejenak....ia menghampiri wajah Velia yang sudah banjir keringat dan juga air mata.
Perlahan lahan, tangan Bara menghapus airmata yang menetes di pipi cantik Vee.
"Jangan menangis lagi, aku akan bertanggung jawab...."
Ada rasa tidak tega ketika melihat Velia yang sudah mengeluarkan air mata, bahkan mata indah gadis itu pun sudah sembab.
__ADS_1
Cup
Satu ciuman mendarat di kening Vee, lalu tangan Bara membuka ikat tangan Vee, dan ia kembali melancarkan aksi nya.
"Aku masih ingin bermain...Karena sangat enak dan membuat aku candu."
Vee tidak menjawab, ia pasrah dan memalingkan wajahnya... tangis nya juga semakin menjadi jadi, manakala Bara kembali melancarkan aksinya.
"Sayank...."
Bara semakin tergila gila, ketika tangan Vee menekan kepala Bara untuk memperdalam sentuhan sentuhan bibir nya.
Satu jam telah berlalu, Bara yang merasakan ular nya sudah tidak bisa terkontrol lagi, begitu juga dengan Vee yang sudah lemas karena beberapa kali ia mengeluarkan cairan kental nya.
"Sayank....aku sudah tidak tahan lagi, kamu membuat aku gila!!"
Bara berdiri, ia kemudian melepaskan pakaian nya, hingga tidak tersisa lagi yang melekat di tubuh Vee.
Bara yang sudah dalam keadaan po_los , kembali menindih tubuh Vee, ia juga memberikan ciuman di seluruh wajah Velia.
Dan ...
"Cakar punggung ku, jika kamu merasakan sakit...."
Tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Vee, Bara memposisikan tubuhnya, dengan ular yang sudah berubah wujud dan bentuk nya.
"Hiks ....hiks ..."
Pupus sudah keinginan Velia untuk bisa hidup dengan Gery sampai maut memisahkan, manakala ular Bara sudah digesek gesekan ke luar inti Vee yang sudah basah dan sudah siap untuk bertempur.
"Rileks sayank...aku mencintaimu, ingat itu."
Dirasa ular sudah siap untuk bertempur, Bara memasukkan pelan pelan ular nya ke dalam goa Vee,....
Bukan hanya sekali saja, bahkan Bara berkali kali mencoba memasukkan ujarnya, tetapi selalu gagal...padahal baik ular maupun inti Vee sudah sama sama basah.
'Ternyata sangat sulit untuk memasukkan nya.....', batin Bara yang memang tidak semudah yang ia bayangkan... maklum saja, ini adalah pengalaman pertama baginya.... dan karena Vee juga masih segel...
Tetapi, Bara tidak menyerah...kali ini dengan mengeluarkan seluruh kekuatan nya, ia kembali menerobos masuk ke dalam inti Velia.
__ADS_1
"Sa----kit..... hentikan Bar...aku mohon!!"
Air mata Vee kembali menetes di pipinya, bahkan kedua tangan Vee sudah mencengkeram kuat sprei yang berwarna putih itu, Vee merasakan sakit yang luar biasa, ketika sesuatu sudah menerobos masuk ke dalam inti nya, walaupun hanya sedikit.
Bara menjeda aksinya sebentar, laki laki itu paham dengan apa yang dirasakan oleh Vee, pasti sangat sakit karena ini adalah pertama untuk nya.
Namun, untuk berhenti rasanya tidak mungkin, Bara sudah sampai di titik ini dan tidak akan mungkin menghentikan nya.
"Tenang sayang, rileks...."
Tanpa mencabut sesuatu yang sudah tertancap sedikit, Bara memberikan sentuhan sentuhan lembut di bibir Vee, supaya Vee bisa rileks dan juga untuk mengurangi rasa sakit nya.
Setelah dirasa Vee sudah rileks dan siap kembali, Bara melanjutkan aksinya...kali ini ia akan mendorong dan menghentakkan ularnya dengan sekuat tenaga.
"Cakar punggung ku jika sakit."
Jlebb.....
"Sa----kit...."
Bara kembali memasukkan ular nya dan menghentakkan hingga masuk ke dalam inti Velia.
Berhasil.
Laki laki itu tersenyum penuh dengan kemenangan, karena telah berhasil mendapatkan Velia seutuhnya..
'Hiks....hiks .. maafkan aku Ger....aku tidak bisa menjaga kehormatan ku....maafkan aku...'
Velia menangis merasakan sakit di area intinya, juga menangisi hubungan nya dengan Gery yang sudah terjalin selama dua tahun ini.
Hati nya teriris, impian membangun rumah tangga dengan Gery, laki laki yang di cintai Velia... kandas sudah...
Sekarang, tubuh nya sangat kotor... karena Bara sudah berhasil mendapatkan apa yang diinginkan nya..
Velia menangis, bahkan ia sama sekali tidak merasakan enak nya seperti yang orang orang katakan, tentu saja setelah melewati rasa sakit pertama kali benda berotot itu masuk ke dalam sana.
Sedangkan Bara, ia tidak mempedulikan teriakan Velia yang meminta untuk menyudahi aksi be**jad nya ini, bahkan Bara dengan sekuat tenaga melancarkan aksinya hingga ia mendapatkan apa yang diinginkan nya.
Sayank....tunggu aku....jaga dirimu baik baik.
__ADS_1
Bukan depan kita akan menikah, aku sudah tidak sabar untuk segera menghalalkan kamu...aku mencintaimu.
Kata kata Gery selalu terngiang ngiang di telinga Velia, entah apa yang dikatakan oleh nya besok ketika Gery pulang.