Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Siap Bertempur


__ADS_3

Bara semakin menggila di bawah, sudah hampir satu jam tetapi ia tidak melepaskan Velia...yah, bahkan suara merdu Velia sudah terdengar jelas sedari tadi, yang membuat Bara semakin semangat bersemangat saja.


"Bara... please...."


Velia sudah tidak tahan, entah sudah beberapa kalinya bernyanyi merdu.Velia yang antara sadar atau tidak, meminta Bara untuk segera membawanya menuju suasana yang berbeda.


"Call me baby...yang mesra....."


Velia menghela nafas nya, permintaan Bara memang keterlaluan. Sudah dibuat lemas, tetapi...tidak segera dilakukan yang semestinya sudah dilakukan nya


"Mas Bara.... please...aku sudah tidak tahan ..."


Bara tersenyum penuh kemenangan, inilah yang sedari tadi ditunggu tunggu, membuat Velia tidak tahan dan meminta duluan... sangat keterlaluan memang Bara sebagai seorang suami, tetapi...ini adalah taktik Bara.


Dengan segera, Bara yang memang sudah tidak mengunakan apapun juga, langsung saja memberikan ciuman di kening Velia.


"Baiklah sayank....kalau itu mau kamu....."


Senyuman mengembang dari bibir Bara, tetapi tidak dengan Velia yang sangat kesal dengan suaminya.


Bara kembali memberikan sentuhan sentuhan di bibir dan juga seluruh tubuh Velia, bahkan dari yang tadinya putih bersih, kini sudah banyak tanda cinta dari Bara, hingga berubah warna.


"Siap sayank?? Mas akan pelan pelan...."


Velia mengangguk, ia memang sudah tidak tahan lagi dan meminta untuk Bara segera melakukan nya.


"Ah...pelan pelan Mas ....".


Bara diam sebentar, bukan semata mata hanya karena kasihan dengan Velia yang saat ini meringis menahan sakit, tetapi.. karena panggilan Velia yang membuat Bara tersenyum lebar, meskipun hanya panggilan Mas saja, tetapi...itu sudah membuat Bara bahagia.


Setelah merasa Velia sudah cukup tenang, Bara melanjutkan aksinya, mengarungi indahnya surga dunia yang menjadi kesukaan banyak orang.


Velia menggigit bibir nya, merasakannya sesuatu yang beda, bahkan bukan hanya Velia saja...Bara juga demikian....rasanya ini seperti pertama kalau mereka lakukan, meski tanpa darah.... tetapi...rasanya sangat semviiit dan sesakkkk.....

__ADS_1


Satu jam kemudian, Bara yang sudah merasakan ada sesuatu yang meledak-ledak di dalam, hingga...cairan hangat dan kental itu sudah keluar dan masuk sempurna di dalam rahim Velia dan berharap akan menjadi bibit unggul nantinya.


"Sayank....."


"Terimakasih, rasanya sangat luar biasa... ternyata kalau sudah halal sangat jauh berbeda rasanya sayank..."


Mendengar ucapan Bara, membuat pipi Velia bersemu merah, malu mendengar ucapan Bara yang entah disaring atau tidak.


"Jangan malu begitu, melihat kamu seperti itu...Mas jadi gemes sendiri...dan ingin lagi sayank...."


Tiba tiba, Velia merasakan sesuatu dibawah sudah berkedut, dan itu tanda nya kalau Bara memang menginginkan nya lagi


...****...


Entah sudah berapa kalinya Bara melakukan ritual malam pertama dengan Velia , hingga akhir nya Bara menarik selimut yang menutupi tubuh po_los Velia dan diirinya.


Bara tersenyum, manakala ia mengambil ponsel dan melihat jam di sana, yang menunjukkan pukul empat pagi. Dan itu tanda nya, sejak semalam penuh ia dan Velia melakukan pertempuran panas yang luar biasa hebat dan dahsyatnya.


"Mas...."


"Iya sayank...ada apa??"


Bara sangat senang mendengar Velia memanggil nya dengan Mas, dan ia menatap wajah cantik Velia yang masih berkeringat dan nampak lelah.


Ragu ragu Velia mengatakan ini, takut kalau suaminya melarang atau berpikir yang tidak tidak.


"Aku masih boleh melanjutkan kuliah???"


Sebenernya Velia tidak perlu menanyakan hal itu kepada Bara, tentu saja jawabannya boleh, tetapi.. melihat Bara yang semakin kesini semakin over protektif saja, membuat nyali Velia menciut...


"Mau meneruskan kuliah???"


Velia mengangguk, "Iya, sayang sekali sudah berjalan dua tahun setengah, sayang kalau berhenti..."

__ADS_1


Bukan masalah uangnya, tetapi...sayang ilmu yang sudah didapat kan selama ini kalau hanya segitu saja, dan tidak tuntas sampai selesai.


"Kalau tidak usah gimana??? istri nya Bara tidak perlu kuliah tinggi tinggi, dengan kamu apa adanya dan mengurus Maa juga anak anak Mas, itu sudah cukup ...", ujar Bara yang pura pura tidak menyetujui keinginan Velia, padahal aslinya...Bara sama sekali tidak melarang Velia untuk melanjutkan kuliah nya, mau sampai S2 juga tidak masalah, asal masih bersama dengan nya, dan tidak akan pergi ke luar negeri seperti apa yang sudah Velia lakukan dulunya.


Mendengar jawaban dari Bara, membuat Velia menunduk, wajah nya terlihat kecewa karena keinginan dan permintaan nya tidak dipenuhi oleh Bara.


"Hei...sayank, kenapa seperti itu??? pekerjaan kamu sangat banyak, mengurus Mas dan anak anak, jadi...buat apa kuliah sayank...."


Bara masih saja mengganggu Velia, ia senang dengan wajah Velia yang jutek jutek gimana gitu, dan ingin tau seberapa besar perjuangan Velia untuk mendapatkan ijin dari Bara.


Rayu Vee, rayu...aku pasti luluh kalau kamu rayu....


Dan benar kan, laki laki yang bernama Bara itu ada maunya , modus...tentu saja...


"Mas...boleh ya??"


Velia memasang wajah manis dan menggemaskan nya, lagi lagi...hal itu malahan membuat sesuatu di bawah sana yang memang sedari tadi belum tertidur, jadi bangun lagi... padahal hanya memandang wajah cantik Velia yang begitu menggemaskan, apalagi kalau Velia yang sudah merayu rayu....


"Emm gimana ya???"


Lagi lagi, Bara pura pura berpikir, dan masih dalam mode menggoda Velia.


"Mas, ya??? nambah satu ronde lagi boleh lah, asalkan aku boleh kuliah...."


Jurus rayuan mau terakhir Velia, bukan ia sengaja memancing Bara, tetapi...Velia sudah merasakan senjata Bara di bawah sana sudah beraksi lagi.


"Beneran boleh??"


Tentu saja Bara menyambut tawaran Velia dengan suka cita, dan semangat empat lima, karena memang ini yang diharapkan...Velia dengan senang hati menawarkan diri....


Velia mengangguk, karena ia memang harus melakukan itu, supaya diijinkan kuliah lagi, tidak ingin diam di rumah saja, tanpa harus ngapa ngapain.


"Oke ...kamu yang minta sayank...."

__ADS_1


Bara merubah posisi nya, ia kini sudah berada di atas tubuh Velia, dengan senjata yang sudah siap untuk bertempur lagi seperti sebelum nya.


__ADS_2