Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Sudah Terbiasa


__ADS_3

Acara mengambil pakaian dan barang barang penting lainnya yang hanya sebentar saja, berakhir menjadi dua jam, tentu saja...itu semua karena ulah Bara.


"Nanti malam enggak ada begian, aku capek!!"


Velia bergegas bangun dari atas ranjang dan menuju ke kamar mandi, terpaksa ia mandi lagi karena ulah suaminya.


"Tidak bisa sayank...!! nanti malam lagi..."


Tetapi ucapan itu entah di dengar oleh Velia atau tidak, yang nyata nya Velia sudah masuk ke dalam kamar mandi tanpa memperdulikan ocehan dari Bara.


Bara tersenyum, Entahlah... setelah Velia resmi menjadi istri nya, ia senang menggoda Velia. Di samping rasa cintanya yang semakin bertambah...Bara juga sangat melindungi dan menjaga Velia agar tetap nyaman bersama nya.


"Mandi!!! langsung ke rumah Papah."


Velia yang sudah keluar dari kamar mandi, lalu mendekati Bara yang masih asik diatas kasur dengan senyum senyum sendiri seperti orang gila.


"Iya sayank, kiss dulu donk!!!"


Velia menggeleng, itu hanya modus saja. Apalagi Bara yang hanya bertelanjang dada dan tidak memakai bahan apapun juga, dan itu sangat membuat Velia khawatir...takut saja kalau Bara ingin melakukan nya lagi.


Cup


Dengan cepat Bara mencium bibir Velia, bahkan ia tidak tau malunya tidak menggunakan apapun juga di depan Velia.


"Astaga.... Bara!!!"


Velia mendorong tubuh Bara, ia yakin kalau Bara diladeni pastinya akan semakin nekad untuk berbuat yang tidak tidak.


Tidak ada penolakan dari Bara, laki laki itu melenggang pergi begitu saja dengan senyuman di wajahnya. Sedangkan Velia , hanya berdecak kesal sembari menggelengkan kepalanya.


Beberapa menit kemudian, Bara keluar dan dengan pakaian yang sudah rapi, karena Velia sengaja menyiapkan nya.


"Sudah siap sayank??", Velia hanya mengangguk dan nyatanya memang sudah siap tinggal berangkat saja.


"Ayok yank....."


Tidak menunggu lama, kedua nya keluar dari kamar. Dan masih terlihat sepi, sepertinya... belum ada tanda tanda yang sudah pulang siang ini.


Mobil Bara melaju dengan kecepatan sedang, bukan nya tidak ingin cepat sampai di rumah mertuanya, tetapi...Bara hanya ingin menghabiskan waktunya dengan Velia, sekecil apapun itu....apalagi sekarang...masih terasa aura pengantin barunya, jadi Bara sebisa mungkin tidak akan membuat Velia kecewa dan bersedih.


"Jadwal kuliah kapan yank??",

__ADS_1


Bukan Bara tidak tau, tetapi...ia hanya memastikan saja...dan membuka percakapan supaya tidak hanya diam saja.


"Besok, hanya sampai siang hari saja. Boleh kuliah kan??"


"Boleh....mau Mas anter jemput??"


Velia menggeleng, "Kalau boleh minta, aku ingin bawa mobil saja, kamu kan sibuk... jadi pasti tidak ada waktu untuk menjemput, mungkin nganter bisa.... tapi.. gimana pulang nya??"


Bara mengambil tangan Velia dan mencium punggung tangan Velia dengan sangat lembut.


"Iya, Mas setuju....tapi...kalau pas ada jadwal ke kampus bareng, bareng sama Mas ya???"


Bara memang masih menyelesaikan tahap akhir nya, sedikit tertinggal dengan Gery, tetapi...bulan depan sudah dipastikan kalau laki laki itu lulus.


"Iya, tapi apa kamu enggak malu??"


"Malu?? kenapa??"


Pertanyaan Velia membuat Bara mengeryitkan alisnya, dan mengurangi kecepatan demi mendengarkan penjelasan dari Velia.


"Aku hanya anak orang biasa , sedangkan kamu...sudah anak orang kaya, dan pengusaha sukses lagi .. aku jadi minder...."


Cittt.....


"Hei saayank....siapa yang bilang kamu hanya anak orang biasa?? kamu tidak lihat Papah dan Opa, Hem??"


Bara sudah melepaskan sabuk pengaman nya, dan ia menangkup pipi Velia dengan kedua tangan nya.


Velia hanya diam saja, tetapi...di depan Bara dan keluarga nya, keluarga Velia memang tidak ada apa apa nya. Entahlah...sejak mau menikah dengan Bara, Velia jadi tidak percaya diri, banyak pikiran pikiran yang mengganjal di benaknya, dan pastinya tentang Bara dan pernikahan yang tiba tiba mendadak, apalagi banyak yang sudah tau kalau Velia dulunya adalah pacar Gery.


"Dan meskipun kamu bukan dari keluarga yang berada, Mas tidak akan mempermasalahkan nya, Mas cinta kamu apa adanya, bukan karena harta, soalnya harta Mas sudah sangat banyak sayank....."


Mulai kumat sombongnya Bara, dan itu yang membuat Velia melepaskan tangan Bara begitu saja.


"Eh ....padahal belum ada adegan ciuman loh yank!!!"


"Ciuman sendiri sama kaca sana!!! ogah dengan orang sombong, yang dari dulu sampai sekarang masih saja begitu tidak berubah...."


Bara mencolek dagu Velia, yang sebenarnya ia ingin melakukan yang lebih dari itu, tetapi...takut kalau kabablasan.


"Cieee. ...yang perhatian sama suami nya dari kecil hingga sekarang...."

__ADS_1


Vee melotot kan matanya, ingin rasanya melempar Bara ke dalam jurang yang sangat dalam supaya tidak ditemukan lagi, tetapi...ia tidak mau jadi janda dalam waktu satu hari pernikahan nya, sudah tidak segel lagi ..


"Bara stop!! atau aku keluar!!"...


Tidak tahan dengan godaan nya Bara, yang akhirnya jurus andalan nya adalah mengancam...


"Oke sayank, kita pulang ya??"


Tidak ada jawaban lagi dari Velia, wanita cantik itu diam saja dan memilih untuk melihat ke arah samping, mengabaikan semua pertanyaan dan pernyataan Bara.


Perjalanan semakin seru dan menyenangkan, karena Bara bercerita tentang masa kecilnya dulu bersama dengan Velia dan juga Brisa, banyak kejadian kejadian yang membuat mereka tertawa jika mengingat tentang dulu, dan itulah salah satu alasan Velia untuk menerima Bara, meskipun saat ini belum ada cinta untuk Bara.


Mobil Bara sudah sampai di halaman rumah Papah Cesa dan nampak di sana sudah ada mobil yang terparkir rapi, tentu saja itu adalah mobil milik Papah Cesa.


"Tuh kan, Papah sudah pulang...."


Terlihat Velia yang seperti nya kesal dengan Bara, yang sedari tadi menahan nya untuk pulang ke rumah Papah Cesa, dan malahan melakukan anu anu.


"Papah...."


Setelah masuk ke dalam rumah, Velia langsung memeluk Papah Cesa yang saat ini santai di ruang keluarga, menunggu Velia..


"Sayank...."


Meskipun Velia sudah besar dan malahan kini sudah menikah, tetapi...Papah Cesa masih memperlakukan Velia dengan sangat manja.


"Papah kenapa sudah pulang??"


Velia bukan tidak senang, tetapi.... rasanya aneh saja dengan tiba tiba pulang kantor lebih cepat.


"Maaf, Papah akan ke Jepang nanti sore, tiba tiba klien di sana meminta untuk memajukan meeting nya karena ada banyak yang harus di selesaikan."


Velia nampak bersedih, jelas saja karena Papah Cesa akan pergi dengan waktu yang lumayan lama, .


"Pah ..."


Velia berkaca kaca, baru bertemu setelah ia menikah kemarin, tetapi mengapa harus berpisah...


"Jangan sedih, sudah ada Bara, dan...Papah juga sudah ngomong dengan Daddy dan Mommy kalian, menitipkan kalian untuk sementara waktu di sana. Tetapi, kalau pas Papah pulang, kalian berdua harus tinggal disini lagi...."


"Iya Pah, dan Papah tidak usah khawatirr....Bara akan menjaga Velia..."

__ADS_1


"Papah percaya sama kamu...."...


Bara dan Velia memeluk tubuh Papah Cesa, dan ini bukan yang pertama kali nya, karena Bara sudah terbiasa dengan Papah Cesa dari kecil.


__ADS_2