Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Khawatir


__ADS_3

Di lain tempat, Gery yang sedari tadi menghubungi Vee tapi gadis itu tidak mengangkat nya, nyambung tetapi tidak diangkat.


Padahal, ia ingin memberitahukan kabar penting kalau tidak bisa pulang besok, karena masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan, tetapi.... gadis itu tidak menjawab panggilan telepon nya.


"Apa kamu marah padaku sayank???"


Gery mencoba berpikir, apa memang Vee marah padanya karena seharian tidak memberikan nya kabar, dan baru menghubungi sore ini???


"Tapi, bukannya dia enggak pernah marah seperti ini??? kalau marah pun pasti tetap mengangkat telpon nya, tetapi ini??"


Gery yang semula mengira kalau Vee marah padanya, mendadak berubah haluan...pasalnya selama dua tahun menjalin hubungan dengan gadis itu, Vee tidak pernah seperti ini, kalau marah paling banter ya langsung ngoceh di telpon, tidak mendiamkan seperti ini.


Perasaan Gery jadi tidak enak, ia merasakan kalau sudah terjadi sesuatu dengan Velia, ada sesuatu yang tidak beres dengan tunangan nya itu.


Sekali lagi Gery mencoba untuk menghubungi Vee, tetapi.... kembali lagi, Velia tidak mengangkat telpon nya.


"Telpon ke rumah, siapa tau Vee tidur."


Yah, Gery berpikir untuk menelepon ke rumah Vee saja, paling tidak ia tau kalau Vee sudah di rumah, mungkin kecapekan dan langsung tidur.


"Hallo ...."


Susah tersambung dengan telpon rumah Velia, seperti biasanya yang mengangkat adalah asisten rumah tangga.


"Oh.... terimakasih Bik."


Semakin cemas, manakala asisten rumah tangga mengatakan kalau Vee belum pulang sejak berangkat kuliah tadi pagi sampai sekarang, padahal ini sudah hampir malam, dan Gery juga tau jadwal kuliah Velia yang hanya sampai jam sebelas siang saja.


Gery bahkan meminta asisten rumah tangga itu untuk mengecek ke kamar Velia, barangkali bibik tidak melihat pas Vee datang, tetapi sama sekali tidak ada. Kamar Vee kosong...dan tatanan kasur nya masih sama seperti tadi pagi, waktu bibik itu masuk dan merapikan tempat tidur Velia.


Gery merasa khawatir, tidak biasa biasanya Velia seperti ini, kalau dia lagi sibuk atau maen ke mana gitu pasti nya bilang dulu, tetapi...ini tidak ada kabar sama sekali, yang membuat laki laki itu khawatirr dan takut terjadi sesuatu kepada calon istri nya.

__ADS_1


"Sayank....kamu di mana?? please angkat telpon ku."


Lagi dan lagi, Gery mencoba menghubungi Velia tetapi tepat sama saja. Ia berniat untuk menghubungi Papah Cesa dan menanyakan di mana Velia berada, tetapi....Gery urungkan niatnya karena tidak ingin Papah Cesa malahan kepikiran tentang Velia, kalau seandainya Papah tidak tau di mana Vee berada.


Di Jakarta, sama dengan yang Gery rasakan...Papah Cesa berulang kali menghubungi Velia tetapi sama sekali tidak diangkat , padahal satu jam lagi Papah akan berangkat ke Korea, ke rumahnya Papi Galen karena baru mendapatkan musibah.


"Astaga....kamu di mana Vee??"


Papah Cesa juga panik, ia yang baru saja pulang ke rumah dan mencari Velia, ternyata tidak ada....apalagi tadi bibik juga memberitahukan kalau Gery juga mencari Velia.


Bukan karena ingin mengajak Vee ke Korea, tetapi...hanya sekedar pamitan saja, karena mungkin akan lama berada di sana, mengingat keluarga Papi Galen sudah seperti keluarga nya sendiri.


Tidak menemukan keberadaan Velia, Papah Cesa tidak habis pikir, ia kemudian menelepon Bara, mungkin saja Vee bersama dengan laki laki itu, karena kemarin juga jalan bersam, dan hubungan mereka sudah baik baik saja seperti dulu lagi.


"Hallo....."


Papah Cesa menelepon Bara, dan ia berharap kalau putri nya itu bersama dengan Bara, karena tidak mungkin juga dengan Gery yang tidak ada di Jakarta.


Mumpung Vee masih mandi, seketika Bara mengambil ponsel dan merubah nada dering seperti semula.


Dan benar saja, ia melihat ponsel Velia yang sudah banyak panggilan tak terjawab dan juga puluhan pesan masuk, yang Bara tau itu dari Gery.


Tidak heran jika Gery yang mengirimkan pesan dan menelepon Velia, tetapi.... Bara mengeryitkan alisnya .. manakala ada panggilan tak terjawab dari Papah Cesa.


"Ada apa ya??"


Tidak ingin membuat Vee curiga, Bara segera meletakkan ponsel Vee ke posisi semula, dan ia mengambil ponsel nya, dan pas sekali....ada panggilan dari Papah Cesa.


"Hallo......"


Tidak menunggu lama, Bara langsung mengangkat telpon dari Papah Cesa.

__ADS_1


"Iya Pah , Vee ada sama Bara. Tadi setelah bertemu dengan klien kita langsung nonton."


"Tidak ada masalah Pah, cuma konsultasi saja. Vee sedang ke kamar mandi, kita habis makan malam...."


'Maaf Pah, Bara bohong.... tetapi....untuk mengatakan di telpon, itu rasanya tidak mungkin.....'


"Oh.... innalilahi....ya Pah, nanti Bara akan beritahu Velia."


Klik


Bara menghela nafas lega, setelah menerima panggilan telpon dari Papah Cesa, walaupun ia sebenarnya ingin mengatakan yang sejujurnya.... tetapi....di telpon itu tidak memungkinkan.


Baru saja Bara mematikan telpon nya, Mommy Cherry kini gantian yang menelpon nya.


"Hallo Mom....."


"Iya, ya sudah hati hati...."


Lagi lagi Bara harus menelan rasa kecewa nya, rencana nya malam ini ia akan memberitahukan kepada Mommy, dan Daddy Brylli dan juga Papah Cesa, tetapi mau tidak mau Bara harus menunda nya karena semua nya akan bertolak ke korea satu jam lagi, dan tidak memungkinkan untuk Bara mengakui perbuatannya.


Sementara, di dalam kamar mandi....Vee menangis histeris...ia bahkan menggosok gosokkan badannya yang juga ada bekas tanda cinta dari Bara


Vee jijik melihat tubuh nya saat ini, yang semuanya di penuhi tanda cinta dari Bara dan ia tidak suka dengan itu, apalagi di area bawah nya....masih terasa ngilu dan juga perih.


"Ya Tuhan...apa yang akan aku katakan pada Gery....aku tidak sanggup untuk mengatakan dan berterus terang padanya."


Vee lagi lagi mengingat tentang Gery, laki laki baik hati, sopan, ganteng yang setia dengan diirinya selama kurang lebih dua tahun ini, tetapi...sayang sekali...nasib baik tidak mengarah pada Vee dan Gery...


Mungkin saja jika Gery tau tentang apa yang dialami oleh Vee, ia akan menerima dengan ikhlas dan lapang dada segala kondisi Vee, tetapi....Vee tidak akan mau jika sampai itu terjadi, apalagi Bara...laki laki itu pasti nya tidak akan terima setelah apa yang sudah ia lakukan kepada Velia.


"Aku tidak sanggup lagi....arhhhhhh......."

__ADS_1


Vee memejamkan matanya, terbesit di pikiran nya untuk mengakhiri hidupnya, tetapi...bayangan wajah Papah Cesa yang ada di mata nya, dan ia tidak mungkin untuk meninggalkan Papah Cesa, apalagi mengingat kondisi Papah Cesa yang tidak baik baik saja.


__ADS_2