Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Surat


__ADS_3

"Maaf......"


Setelah mendapatkan kabar kalau Bara sudah meninggalkan rumah utamanya, Vee langsung saja pulang....ia sudah kangen dengan Bunda, Ayah, Oma dan ke-dua adik laki lakinya.


Tidak ada raut kesedihan di wajah Vee saat ini, pelan pelan...ia sudah bisa menghapus nama Bara, walaupun kadang kadang sekelebat bayangan itu masih ada.


Tetapi, ini jauh lebih baik daripada ia tinggal di Indonesia, dan bertemu dengan Bara setiap hari.


Vee akan berjuang keras untuk bisa melupakan Bara, dan itu tentu nya bisa mempercepat langkahnya untuk kembali ke Indonesia.


"Aku berharap....jika aku kembali, kamu sudah bahagia dan tidak mencariku lagi, dan kamu sudah mempunyai anak anak yang lucu. Sehingga tidak ada celah buat kamu dan aku bersama."


Vee masuk ke dalam rumah, ia melihat Bunda Rania masih sibuk di dapur dan langsung menghampiri nya.


"Bunda....Vee kangen."


Gadis itu memeluk wanita yang telah melahirkan nya, menumpahkan rasa kangen nya. Belum sempat berkangen kangenan dan bercerita, Bara sudah datang duluan.


"Baru saja seminggu enggak ketemu Bunda, kita malahan pernah tidak bertemu satu tahun sayank..."

__ADS_1


"Emm Bunda jadi curiga, kamu kangen Bunda atau kangen Bara??", sambung Bunda lagi


Sengaja memang Bunda menyinggung nama Bara, biara Vee bisa sedikit demi sedikit melupakan kisah cinta dalam hatinya, tanpa melupakan sosok Bara yang merupakan teman masa kecilnya.


"Ah Bunda....baru saja Vee bisa melupakan nya, malahan Bunda menyebut namanya."


Bunda tertawa, kemudian menggeleng, mengingat kisah cinta putrinya yang tragis, sampai harus pergi segala untuk melupakan semua kenangan indah bersama sekarang laki laki yang dicintai nya.


"Tidak apa apa, anggap dia seperti Abang kamu sendiri, bukan teman yang bisa menikah."


."Pasti Bunda, lagian Bara sebentar lagi juga akan menikah, dia bahagia dengan pilihannya, mengapa aku tidak bisa???"


Bunda mengangguk, dan tersenyum. Walau senyum yang dipaksakan, tetapi...tidak ingin Vee mengetahui yang sebenarnya.


Bunda Rania jadi mengingat ucapan Mommy Cheryy, yang memang berpikiran ke arah sana, dan karena itulah alasan tidak mengatakan kepada Vee.


"Istirahat lah sayank, nanti Bunda panggil kalau makan malam."


Vee melangkahkan kakinya ke atas, tepat nya menuju kamar yang sudah satu Minggu tidak di tempati nya, setelah sampai di sini.

__ADS_1


Deg


Vee menghentikan langkahnya ketika ia baru saja masuk ke dalam kamar, ia memejamkan mata, menghirup aroma yang benar benar ia rindukan.


Munafik jika memang diirinya tidak merindukan laki laki itu, apalagi ketika menghirup aroma wangi parfum yang sering di pakai oleh Bara.


"Aku merindukan kamu."


Vee melepas tasnya, dan merebahkan tubuh nya di atas ranjang, dan kembali....ia menghirup parfum itu.


Shitttt!!!


Memandangi langit langit di atas, mencoba menghilangkan pikiran tentang Bara, mencoba untuk menghapus semua tentang nya, karena ia harus melakukan nya.


Sedangkan Bara....


Laki laki itu sudah di dalam pesawat, untuk seminggu ini ...ia cukupkan sampai di sini saja, mungkin bulan depan akan berkunjung lagi ke sini.


"Dan semoga....kamu membaca apa yang aku tulis Vee, karena aku yakin, kamu sebenarnya ada di sini, dan di rumah itu....mungkin memang benar, kalau untuk saat ini kita tidak bisa bertemu , tetapi....aku yakin, jika kamu membaca surat dariku, kamu akan menemuiku."

__ADS_1


Yah, sebelum pergi....Bara menyempatkan menulis surat untuk Vee, yang memang ia yakini kalau Vee ada di rumah ini, Bara menyimpan suratnya di lemari pakaian Vee dan berharap Vee akan membaca nya


Di dalam surat itu, Bara menuliskan semua kisahnya, termasuk gagalnya hubungan nya dengan Meli, dan keinginan Bara untuk melanjutkan perjodohan.


__ADS_2