
Velia mengangguk lemas, ia memang belum sarapan tadi pagi, lebih tepatnya memang tidak navsuu makan, hanya minum segelas susu saja dan itu bisa dipastikan kalau tidak akan kenyang.
Banyak pikiran yang menghantuinya, bukan hanya karena masalah pernikahan yang tidak bisa di ganggu gugat lagi, tetapi....yang lebih penting lagi karena urusannya dengan Gery..
Yah, Vee kembali teringat bagaimana kecewa nya Gery tadi pagi, bagaimana terluka nya Gery hingga Vee bisa melihat dengan jelas air mata Gery yang menetes membasahi pipi.
Andai waktu bisa terulang, ia akan memilih untuk ikut bersama Gery dan bolos kuliah untuk beberapa hari, daripada harus berada di Jakarta, tetapi...sayang sekali...Vee tidak tau rencana busuk Bara yang dengan kejam akhir nya berhasil mendapatkan Velia.
Dan sekarang, ia baru merasakan perut nya lapar, mungkin cacing cacing di dalam sana sudah demo ingin meminta jatah makan yang tertunda lama.
"Sekarang makan ya? aku suapin, harus mau tidak bisa menolak."
Mau tidak mau, Vee akhir nya mengangguk pasrah, ia pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh Bara, lagipula ini di Rumah Sakit, jadi tidak mungkin Bara akan berbuat macam macam.
Dan juga ia teringat dengan ucapan Bara, kalau tidak mau makan...Papah Cesa akan tau dirinya masuk ke Rumah Sakit, dan Vee tidak ingin orang tua nya tau dan nanti nya akan kepikiran.
"Aaaak dulu yank....makan yang banyak, biar kamu punya tenaga....masa' pengantin perempuan nya loyo tidak berdaya, seperti sudah diapa apakan saja.", seloroh Bara yang membuat Vee memelototkan matanya.
Lagi situasi seperti ini, Bara bisa bisanya berpikiran seperti itu, dan malahan ngajakin bercanda. Maksud sebenarnya sih baik, ingin menghibur Velia tetapi waktunya saja yang tidak pas.
"Iya iya, maaf sayank....aku memang sudah ngapa ngapain kamu, sengaja...supaya kamu jadi istriku.", ucap Bara lagi tanpa dosa.
Entahlah, setan apa yang merasuki pikiran Bara saat ini, laki laki itu kini malahan dengan seenak jidat nya ngomong ngawur ngalor ngidul tanpa saringan, dan seolah oleh kejadian kemarin tidak di sesali nya, karena memang sengaja ia melakukan.
Vee tidak perduli, yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya agar ia bisa segera keluar dari Rumah Sakit dan tidak bersama dengan Bara.
__ADS_1
Memang pernikahan mereka tidak bisa di batalkan, dan semua sudah diurus....bahkan Bara yang terlalu gesit sudah mendaftarkan diri di KUA, tinggal menunggu hari H nya saja.
Dan itu berarti, Vee tidak bisa berbuat apa apa, tidak bisa membatalkan atau pun menolak menikah dengan Bara, bukan karena ia mencintai Bara atau ingin pertanggungjawaban Bara, tetapi...semua dilakukan demi Papah Cesa.
Tidak mungkin ia akan mengecewakan Papah Cesa, apalagi dengan kondisi Papah nya yang seperti itu, di tambah dengan ucapan ucapan yang keluar dari Papah Cesa yang memintanya untuk menikah dengan Bara dengan segala macam pertimbangan yang ada.
Dan kalau Vee bisa memilih, ia lebih memilih pergi dari kehidupan Bara, ia juga tidak mau Bara menikahi nya hanya karena tanggung jawab, walaupun alasan Bara melakukan nya Vee sendiri sudah tau, karena cinta ... tetapi...masih ada rasa yang mengganjal di dalam hati Velia yang membuat ia tidak atau belum bisa menerima Bara sepenuhnya.
Dan juga bukan Vee mau bersama dengan Gery, itu sungguh tidak mungkin sekali. Seperti nya tidak adil bagi laki laki itu, yang harus menerima dirinya yang sudah kotor dan mendapatkan laki laki yang sangat baik, perhatian dan penyayang.
Sungguh ia berada di persimpangan jalan. Dan Vee bukan Meli, yang hanya pasrah saja menerima kenyataan. Padahal kasus mereka sama, bahkan sama persis seperti sudah di setting keduanya.
Velia hanya ingin segera pulih dan menenangkan dirinya sebentar saja, sebelum ia benar benar menjadi istri dari Bara Buminegara.
"Aaaak yank, jangan melamun."
"Jangan banyak pikiran, dan kamu tidak usah memikirkan apapun juga.... fokus pada kesehatan kamu. Untuk urusan pernikahan kita, serahkan pada aku saja...."
Vee membuka mulutnya, ia tidak ingin mendengar apa apa, yang ada dipikiran nya, ingin segera sembuh dan keluar dari Rumah Sakit ini, dan pergi ke tempat yang tidak dapat di temukan oleh lain., termasuk Gery.
"Tolong, jangan bicarakan tentang pernikahan pada ku Bar.,", ucap Velia.
Pada akhirnya, wanita itu membuka suara nya, setelah lama terdiam dan hanya membuka mulutnya saja untuk menerima suapan dari Bara.
"Oke, asal kamu tau sayank, semua persiapan sudah hampir rampung."
__ADS_1
Memang semua sudah hampir siap, dari gedung, undangan semua nya sudah siap. Bara tinggal tunjuk saja, makan ada orang yang bersedia mengerjakan nya, semua karena uang...kalau ada uang jadi gampang, dan Bara tidak masalah jika ia harus mengeluarkan uang banyak untuk pernikahan nya, pernikahan yang hanya ia lakukan sekali dalam seumur hidup nya itu.
Tidak ada jawab ataupun bantahan dari Velia, semua sudah terjadi...dan ia tau kalau Bara sudah mempersiapkan semua nya sejak Papah Cesa merestuinya kemarin.
Bara kembali menyuapi Velia, ia bahkan tidak perduli dengan apa yang akan dikatakan Vee, mau tidak mau...Vee akan tetap menjadi istri nya, dan ia juga yakin cepat atau lambat , Vee akan menerima semua nya bahkan juga akan kembali mencintainya.
Bara tau, Vee hanya butuh waktu karena ini terjadi dengan tiba tiba dan ia tau kalau Vee juga butuh waktu untuk menyelesaikan hubungan nya dengan Gery.
"Aku sudah kenyang.", tolak Vee saat Bara kembali menyendok kan makanannya dan ingin menyuapi Vee lagi.
"Satu kali lagi, tinggal ini saja...lagipula setelah ini habis yank."
Bara masih menyodorkan makanan dan membuat Vee menerima suapan terakhir, yang memang tidak ada lagi makanan di piring Velia.
"Pinter..."
Bara tersenyum manis, memang sebenarnya laki laki sudah ganteng dari lahir, keturunan Daddy Brylli tidak ada yang mempunyai paras yang pas pasan, apalagi jelek.
"Minum dulu yank...."
Bara menyerahkan minuman untuk Vee, dan Vee pun menerima dengan terpaksa, yah... terpaksa memang melakukan nya
"Mau jalan jalan? atau mau ke mana?? boleh...asalkan tidak jauh jauh, aku tau kalau kamu pasti bosan."
Bara berusaha membuat Velia nyaman bersama nya, dengan begitu ia lebih mudah untuk kembali masuk ke dalam hatinya, dan membuat Velia jatuh cinta lagi dengan nya.
__ADS_1
Vee menggelengkan, "Tidak, aku hanya ingin sendiri, dan tolong tinggalkan aku."