
Melihat anggukan kepala dari Velia, Bara tersenyum lebar....rasanya ia bagai melayang di udara, melambung tinggi tetapi tidak dihempaskan begitu saja, karena Bara yakin kalau Velia memang memperbolehkan nya untuk membuka baju kurang bahan itu
Andai saja tidak boleh, pasti...Bara akan membuka nya....kalau dalam hal buka membuka, Bara lah ahlinya....karena ia sudah membuka nya dulu, dengan Velia tentu saja.
Padahal ini bukanlah yang pertama, baik untuk Bara maupun Velia.... tetapi....mengapa Bara terasa begitu bahagia luar biasa, seperti pertama kalinya melakukan ritual belah duren.
Berbeda dengan Bara yang tangan nya sudah gatal ingin segera membuka, tangan Velia malahan mencengkeram bathrobe yang dipakai nya, bukan yang pertama... tetapi. .ada sesuatu yang membuat dada Velia berdetak sangat kencang, bahkan mengalahkan abege kalau jatuh cinta.
Ini gila!! kenapa dengan aku?? dan kenapa dengan jantung ku yang dag dig dug, dan aku juga semakin gugup begini..
Velia masih belum berani menatap Bara, malu dan ada perasaan gimana yang tidak dapat ia rasakan, entahlah.....
"Mas buka ya?? jangan khawatirr...Mas akan pelan pelan..."
Ucapan Bara membuat Velia kaget dan luar biasa gugupnya, padahal hanya membuka bathrobe saja, kenapa malahan jadi berpikir yang tidak tidak.
Ah sial!! ada apa dengan otakku, kan hanya buka handuk saja....lagian....kenapa juga Bara mengatakan pelan pelan, jadi konslet kan ni otak, dasar suami si@lan!!!
"Rileks sayank...Mas tau kalau kamu gugup, santai saja. Bukan nya kita sudah pernah melakukan nya...."
Cerewet sekali Bara ini, buka tinggal buka saja. Tidak perlu ngoceh ngalor ngidul tidak karuan seperti itu ...yang membuat jantung Velia semakin bunyi saja, dan tangan nya juga ikut-ikutan dingin, gugup dan Entahlah....
"Lihat Mas sayank, nanti kamu bingung lagi siapa yang membuka nya....."
Astaga....ingin rasanya Velia menyumpal bibir Bara yang sedari tadi tidak berhenti untuk ngoceh, dan kenapa jadi cerewet sekali laki laki itu ..
Velia menyorot tajam ke arah Bara, tentu saja dengan tatapan tajam mata Velia, dapat membuat Bara mengerti dan menghentikan ocehan yang tidak berguna itu.
"Oke oke sayank, Maaf....kamu sudah enggak sabar ya...baiklah...Mas akan buka sekarang....tahan ya...."
Bukan Bara namanya kalau tidak suka memutar balikkan fakta, tentu saja...laki laki itu pandai sekali mengucapkan kata kata yang orang bisa kesal
Dengan perlahan tapi pasti, Bara membuka bathrobe yang melekat di tubuh Velia, dan membiarkan nya teronggok di lantai.
Glekkk...
__ADS_1
Bara menekan saliva nya, manakala ia sudah melihat lingerie seksii warna merah menyala seakan akan menantang nya.
Bara menggeleng pelan, tidak menyangka kalau Velia terlihat lebih cantik, lebih seksii dan lebih hot mengunakan pakaian kurang bahan itu.
Tentu saja, hawa panas sudah merasuki tubuh Bara ingin segera melakukan ritual malam pertama, ya ...malam pertama sebagai suami istri yang sah.
"Tubuh kamu halus sayank, dan putih sekali...bersih dan tanpa noda sedikitpun...."
Buaian apalagi ini, padahal Bara sudah pernah melihat nya, bukan hanya sekali... tetapi berkali kali laki laki itu sudah melihat tubuh Velia tanpa sehelai kain pun, tetapi..ini...
Seperti nya yang didepanku bukan Bara....
Velia merinding, ketika tangan Bara sudah mulai menyentuh lengan nya, yah...baru permulaan saja.... itu pun bukan ditempat sensitif, tetapi... kenapa rasanya sudah tidak karuan.
Greppp
Bara menarik Velia dan membawa nya kedalam pelukannya, kemudian laki laki itu melepaskan nya lagi lalu menatap wajah cantik dengan mata yang indah Velia....
Entahlah, perlakuan Bara sangat aneh.... dapat dari mana rumus seperti itu.....
Tidak tahan dengan bibir Velia yang menggoda, Bara dengan cepat mencium bibir ranum Velia, menyesap nya dan mema_gutnya tanpa sisa.
Seperti tadi, Velia memejamkan mata sejenak, merasakan sentuhan sentuhan bibir Bara yang sudah menari nari di sana, membuat Velia terbang melayang.
Velia membuka mata, ia menatap mata Bara yang memancarkan cinta untuk nya. Yah, Velia tau... kalau Bara sangat mencintai nya, dilihat dari sorot mata Bara yang memancarkan aura itu...berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, yang hanya menganggap Velia sebagai sahabat, atau saudara nya sendiri...
Tanpa ragu, Velia membalas pagu_tan lembut bibir Bara, dan itu membuat Bara semakin menggila dibuat nya.
Bukan hanya bibir dan lidahnya yang bermain di sana, tangan Bara sudah menjelajah ke mana mana, membuka sedikit demi sedikit lingerie seksii yang saat ini sudah menutup tubuh indah Velia.
Srekkk
Velia melotot tajam kearah Bara, ketua mendengar suara sobekan yang terdengar sangat jelas....
"Kenapa di sobek??"
__ADS_1
Hingga akhir nya, istri dari Bara itu melepaskan pagu_tan bibirnya dan melihat kearah Bara yang malahan cengengesan seperti tidak punya rasa salah.
"Mas tidak sabar , seperti nya salah Mas membelikan baju itu, lebih baik kalau tidak memakai saja, akan terlihat lebih wow dan tidak susah susah untuk membuka nya...."
Jawaban Bara membuat Velia menggeleng, dan menundukkan kepala nya, tetapi....
Velia kaget, melihat lingerie seksii itu yang sudah teronggok di samping bathrobe, dan itu berarti ia sudah tidak menggunakan apapun juga saat ini.
"Cantik...dan Mas tidak tahan lagi..."
Bara semakin mendekat, matanya tidak berkedip melihat tubuh Velia yang tanpa apapun juga, begitu sempurna dan membuat Bara semakin menggila.
"Bara...apa yang kamu lakukan???"
Setelah memandangi tubuh Velia, tangan Bara yang usil menyelusup ke daerah inti Velia, yang membuat wanita cantik itu kaget dengan baik apa yang dilakukan oleh suaminya.
"Pemanasan..."
Jawab Bara jujur, tetapi tangannya masih bergerak bebas, membiarkan Velia ngoceh tidak karuan, dan menikmati sentuhan sentuhan yang ia berikan.
"Uh......"
Terdengar nyanyian merdu dari bibir Velia, yang membuat Bara semakin semangat untuk melakukan yang lebih dari itu.
Bara dengan cepat membungkam bibir Velia, kemudian dengan perlahan ia membawa Velia ke atas ranjang.
"Rileks, dan jangan teg@ng...."
Bara melepaskan tautan bibir nya, kemudian... melihat wajah Velia yang sangat cantik dan juga teg@ng, yang malahan membuat Bara ingin menggoda Velia lebih dulu, dan biarkan nanti Velia yang meminta nya.
Tidak ingin Bara memulai pertempuran panjang nyaz ia lebih memilih melakukan pemanasan terlebih dahulu.
"Mas akan membuat kamu melayang layang, dan meminta duluan...", bisik Bara sebelum melakukan aktifitas yang disukai nya.
Tidak ada jawaban dari Velia, yang membuat Bara mengerti kalau istrinya itu sedang mengumpat nya saat ini, tetapi... tidak masalah, tetapi berpengaruh juga ..
__ADS_1
Bara yang sudah tidak tahan, memberikan ciuman mulai dari kening, hidung, pipi dan bibir, kemudian turun ke leher, memberikan tanda cinta yang banyak di sana, mengukir keindahan di leher putih Velia..