
Hati Gery benar benar hancur, bukan karena Vee yang tidak setia, dan juga bukan karena ia tidak mau menerima Vee apa adanya sesuai janji nya, tetapi.... mengetahui siapa pelaku yang tega memperlakukan Vee dengan begitu kejamnya..
Yah Bara, satu nama memang sedari dulu sudah menjadi musuh bebuyutan Gery, dari sekolah sampai kuliah, Bara dan Gery tidak pernah terlihat akrab, meskipun tidak ada dendam yang membara diantara keduanya.
Hingga setelah Bara tau kalau Vee sempat dijodohkan dengan nya , saat itu Bara mulai mencari masalah dengan Gery, yang awalnya memang tidak begitu akrab dan terlihat sangat dingin, kini malahan terlihat saat menyeramkan... seperti musuh dalam selimut.
"Argggg....."
Gery mengacak rambut nya frustasi, setelah Vee menyelesaikan cerita nya, hingga rencana pernikahannya yang tinggal beberapa hari lagi, dan betapa hancur nya ..hari, tanggal dan jam ijab qobul nya sama dengan apa yang sudah ia rencanakan.
Bagaiman Gery tidak kecewa?? bagaimana Gery tidak sedih mendapat kenyataan kalau wanita yang dicintainya, bahkan akan di nikahi nya...tiba tiba harus menikah dengan laki laki lain, karena laki laki itu dengan sengaja melakukan perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan.
"Tidak sayank...apapun yang terjadi, aku akan menikahi kamu, aku tidak perduli dengan kondisi kamu, dengan keadaan kamu, aku enggak masalah....kamu hanya milik ku Vee..."
Gery meneteskan air matanya, rasanya begitu sakit membayangkan perpisahan dengan Vee, bahkan ia tidak sanggup jika melihat Vee bersanding dengan laki laki lain.
"Aku tidak sanggup jika hidup tanpa mau sayank, aku tidak bisa....dan kau aku bicara sama Papah, sama Om Brylli juga, akan akan membatalkan rencana pernikahan sialan itu, dan akan tetap menikahi kamu, kamu mau kan??"
Jlebb
Hancur rasanya hati Vee saat ini, mendengar pernyataan dari pertanyaan dari Gery, bagaimana harus menjawab nya??
Vee menggeleng, ia kali ini mantap dan harus tega mengatakan ini kepada Gery, meskipun berat tetapi. .Vee rasa ini adalah keputusan yang terbaik, bukan untuknya tetapi Gery.
"Maaf...buka aku tidak mau menikah dengan kamu, bahkan aku sangat menginginkan pernikahan itu, dan bukan pula aku tidak mencintai kamu sayank, kamu tau sendiri kan...kalau aku begitu mencintaimu?? dan bukan pula aku menghianati mu dan ingin berpaling darimu lalu mencintai Bara, bukan seperti itu.... tetapi...aku sudah tidak pantas lagi untuk kamu, aku sudah kotor, mau sudah ternoda....bahkan Bara sudah melakukannya itu berkali-kali, rasanya aku sungguh tidak pantas mendapatkan kamu yang baik dan begitu tulus mencintai ku."
Vee sudah bertekad kuat, hari ini mau tidak mau ia akan mengakhiri hubungan nya dengan Gery, meskipun berat.... tetapi.....harus ia lakukan....
Setalah mengucapkan itu, tangan Vee kemudian beralih untuk melepaskan cincin pertunangan nya dengan Gery, dengan berat hati dan untuk kebaikan Gery pastinya.
"Jangan yank...aku tidak mau...aku tidak mau, aku tidak mau kehilangan kamu, aku tidak bisa hidup dengan mu, aku sangat mencintaimu mu dan akan menikahi mu apapun keadaan kamu, aku tidak masalah...asal kamu bisa hidup dengan ku, menua bersama dan bahagia sayank....tolong jangan lepaskan cincin nya, aku tidak mau....aku tidak sanggup..."
Hiks ...hiks ...
Baik Gery maupun Vee menangis sejadi jadinya, mereka kembali berpelukan untuk merasakan kesedihan dan kepedihan nya.
"Jangan menangis, aku yakin kamu kelak akan mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku, yakinlah... semua sudah takdir nya, kamu hanya bisa menjaga aku selama dua tahun lebih ini, dan tanpa harus memiliki ku...."
__ADS_1
Vee menghapuskan airmata yang masih menetes...ia tau kalau ini sangat berat untuknya dan untuk Gery.
"Tidak yank ... jangan tinggalkan aku, aku tidak bisa kehilangan kamu.... arhhhhhh.....andai waktu itu aku memaksa kamu untuk ikut dengan ku, pastinya kamu tidak seperti ini, ini samua salahku salahku..."
"Jadi aku mohon...jangan tinggalkan aku, biarkan aku menikahi mu yank..."
Gery berdiri dari duduknya, ia kemudian berlutut di kaki Vee, meminta dan memohon supaya Vee tidak meninggalkan nya.
"Jangan begitu sayank...aku tidak bisa, maaf kan aku...ini mungkin yang terbaik untukmu yank, dan bantulah....aku tau ....kamu adalah laki laki yang sangat kuat dan tidak rapuh, maafkan aku..."
Vee membantu Gery untuk berdiri, dengan sekuat tenaga laki laki itu berdiri dan menatap wajah cantik Vee yang kini sudah tertutup oleh tangis air mata.
"Dan ini terima lah yank, aku kembali kan apa yang sudah kamu berikan padaku....kamu dulu meminta ku dengan baik baik dan aku akan mengembalikan semua ini dengan baik baik pula, maafkan aku....dan terimakasih atas waktu dan perhatian yang selama ini kamu berikan padaku yank...aku sungguh tidak bisa membalasnya, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu, dan maafkan aku .....aku tidak bisa mewujudkan mimpi kita untuk menjadi bersama...."
Vee melepaskan cincin yang pernah Gery berikan, kemudian meletakkan cincin itu di telapak tangan Gery yang sudah di buka nya.
Gery yang sadar langsung menutup kembali telapak tangan dan menolak cincin yang sudah ia sematkan pada jari manis Velia.
"Tidak... pakailah...aku tidak akan menyerah, aku akan mencair baji**Ngan itu dan juga akan menemui Papah Cesa dan Om Brylli, aku akan meminta membatalkannya, aku tidak mau kehilangan kamu."
Gery memasangkan cincin dijari manis Vee kembali....ia benar benar tidak ingin kehilangan Vee, dan akan memperjuangkan cinta nya untuk Vee.
"Tidak!! tidak.... sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan kamu, aku akan mencari baji**Ngan itu dan membunuh nya!!"
Setelah mengatakan itu, Gery dengan mengepalkan tangannya pergi meninggalkan Vee, laki laki itu terus mengumpat kasar yang ditujukan untuk Bara..
"Gery....jangan berbuat yang tidak tidak...aku tidak ingin kamu kenapa kenapa, yakinlah...apa yang sudah menjadi takdir kita!!", teriak Vee dengan kuat.... tetapi.... tidak sama sekali di dengar oleh Gery.
Laki laki itu bahkan tidak menoleh ataupun menghentikan langkah nya, terus berjalan lurus ke depan tanpa tau seseorang yang ingin di temui nya ada di tempat yang sama.
Setelah Gery pergi...Vee menangis dan berjalan di pinggir pantai, awalnya Vee hanya ingin menikmati dinginnya air pantai yang membasahi kakinya, tetapi...karena pikirannya yang sudah buntu dan juga kalut, Vee akhirnya memejamkan mata dan melangkah kan kakinya ke tengah pantai.
Sedangkan Bara, yang sedari tadi melihat dan memantau interaksi antara Vee dengan Gery, kaget manakala melihat Vee sudah hampir berada di tengah....
Dengan berlari sekuat tenaga, Bara menghampiri Vee, ia tau kalau apa yang dilakukan Vee adalah sengaja, yah ..Vee sengaja ingin mengakhiri hidupnya....
"Velia...."
__ADS_1
"Berhenti!!",
Teriak Bara dengan kencangnya, tetapi...Vee tidak menggubrisnya sama sekali... bahkan...Velia semakin melangkahkan kakinya untuk semakin masuk ke tengah.
"Astagfirullah......"
Bara dengan kecepatannya larinya, menuju ke pantai untuk menyelamatkan Velia.
Happ
"Jangan gila kamu sayank.... istighfar....jangan seperti ini!!"
Bara berhasil menangkap tubuh Velia, dan membawa Vee masuk ke dalam dekapan nya, ia juga langsung membawa Vee untuk kembali ke pinggir pantai.
"Lepaskan aku Bar, ini semua karena kamu...kamu yang sudah membuat semua nya seperti ini."
Vee memberinya, bahkan ia menggigit tangan Bara supaya bisa terlepas daripada genggaman dan dekapan Bara.
Namun, Bara sama sekali tidak melepaskan genggaman ataupun dekapan nya, meskipun tangannya sakit dan merah, akibat gigitan dari Vee.
"Aku tidak akan melepaskan kamu, tidak sekarang ataupun nanti. Meskipun kamu mengigit tanganku sampai putus pun, aku tidak akan pernah melepaskan kamu."
"Sadar Vee, kasihan dengan Papah Cesa...kamu tidak boleh egois.. aku janji akan membahagiakan kamu, mencintai dan menyayangimu, aku janji tidak akan menyakiti mu, percaya lah sayank..."
Dengan perlahan lahan pertahanan Velia akhirnya hilang sudah, bahkan Vee tidak menolak saat Bara membawa nya ke tepi pantai lagi.
"Jangan berbuat nekad, dan jangan berpikiran kalau kamu sendirian sayank, ada aku...ada aku yang akan menemani kamu untuk melewati semua nya ini...."
Tidak ada jawaban dari Vee, tetapi. .Bara sudah cukup tenang karena Vee tidak berontak lagi, tetapi....
"Astaga...Vee...Velia sayank...."
Vee tidak sadarkan diri, Bara yang panik langsung saja menggendong Vee dan membawa nya ke dalam mobil nya dan segera menuju ke Rumah Sakit...
Bara tidak mau Vee kenapa kenapa, makanya tanpa berpikir panjang...laki laki itu segera membawa Vee ke Rumah Sakit, supaya Vee mendapatkan pertolongan.
"Sayank.... bertahan lah...kamu pasti kuat.."
__ADS_1
Bara dengan kecepatannya penuh melajukan mobilnya menuju ke Rumah Sakit terdekat, dengan tangan kirinya yang terus menggenggam tangan Vee dan sesekali mencium punggung tangan itu yang kini sudah dingin., dengan wajah yang juga pucat.