Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Kita Kembali


__ADS_3

Gery yang sudah mengantarkan pulang Oma dan Opa Adit, bergegas untuk masuk ke dalam ruangan Papah Cesa, karena ia tau kalau Vee sendirian di sana.


Dan sebelum nya, Gery membelikan minuman dan beberapa camilan kesukaan kekasih nya. Ia tau kalau Vee susah sekali dibujuk untuk makan, maka dari itu....ada camilan yang bisa sedikit mengganjal perut.


Ceklek


Pintu ruangan Papah Cesa dibuka, dengan pelan pelan Gery membukanya, takut saja kalau Vee sedang tidur dan mengganggu.


Dan ternyata benar, gadis cantik pemikat hatinya terlelap dengan kondisi yang membuat Gery mengerjap ngerjapkan matanya,.


"Parah banget Vee boboknya."


Gery mengambil selimut yang memang sudah di sediakan di sana, menutup tubuh kekasihnya.


Gery menelan saliva nya, tatkala melihat lekukan tubuh Vee yang membuat ia sedikit memejamkan matanya. Gery laki laki normal, dan tentunya...juga mempunyai h@rsat ingin mencumbu gadis di depannya.


Tetapi, ia segera menepis rasa itu, karena ia tulis mencintai Vee dan tidak ingin merusak nya.


Dengan susah payah ia menutup tubuh indah Vee, kemudian laki laki itu duduk di sofa dan membiarkan kekasihnya istirahat.


Ia juga lelah, tetapi matanya tidak mau terpejam....banyak pikiran jahat yang menghantui dirinya.


Tentu saja tentang hubungan nya dengan Vee, bukannya Gery meragukan ketulusan cinta Vee, tetapi....Bara ... Bara yang akan segera kembali, dan tentunya laki laki itu tidak tinggal diam, karena sampai sekarang Bara belum mempunyai kekasih, bahkan masih berusaha untuk mencari Vee.


'Bagaimana jika Bara kembali dan???', batin Gery yang sedari tadi hanya melamun saja.


"Yank....."


Lamunan Gery terhenti, ketika ada seseorang yang memanggilnya, dan tentunya ia hafal dengan suara itu.


Gery tersenyum, kemudian menghampiri Vee yang masih dengan tiduran, namun matanya sudah terbuka lebar.


"Sudah bangun??", Vee mangangguk.


"Kamu sudah lama di sini??"


"Lumayan, lumayan melihat bobok kamu yang acak acakan, sampai membuat mataku terkontaminasi, untung saja aku bisa nahan yank."


Vee yang sadar, lalu menarik selimut nya kembali, ia pun menatap horor wajah Gery.


"Kenapa enggak di bangunin?? malahan di lihatin??"

__ADS_1


Hahahaha


"Enggak tega yank. Setelah Papah sembuh dan keluar dari Rumah Sakit, kita tunangan ya??", pinta Gery dengan memelas.


Gery benar benar takut jika Bara datang, dan merebut Vee dari nya. Apalagi Vee juga suku sempat suka dengan Bara, dan tidak menutup kemungkinan akan kembali.


"Boleh, tetapi lihat nanti ya yank....aku lihat kondisi Papah dulu, dan....."


"Aku tau, nikahnya nunggu kamu lulus kan??", Vee mangangguk.


"Kalau di majukan gimana?? mana tahan nunggu dua tahun lagi sayank??"


Padahal bukan itu alasan nya, lagi lagi karena Bara.


"Oke .... minimal kamu lulus kuliah dulu. Tidak ada nego lagi.", ujar Vee.


Gadis itu akhir nya menyerah, dua tahun sudah cukup membuat nya mengenal Gery, dan selama itu pula, Gery juga menunjukkan sikap baik dan rasa sayang kepadanya. Bukan hanya diirinya saja, Gery juga perhatian terhadap Papah Cesa.


Sehingga tidak ada alasan untuk menolak Gery, dan menundanya terlalu lama.


"Alhamdulillah..... makasih Sayank."


Gery menatap mata Vee, dan kedua pasang mata itu saling bertemu, hingga tangan Gery terulur untuk menyentuh bibir Vee yang menggoda.


"Boleh?? aku kangen??", pinta Gery seraya memainkan bibir Vee.


Vee mengangguk, kalau hanya sebatas cium bibir saja, ia akan berikan untuk Gery, asal jangan minta yang lebih dari itu.


Gery tersenyum, dan memiringkan bibirnya, menyatukan bibir nya dengan bibir Vee, dan memainkan bibir yang menjadi candu baginya, bukan hanya mencium...Gery juga menggigit bibir bawah Vee, yang membuat Vee membuka bibirnya lalu dengan sigap Gery masuk dan memainkan kembali bibir dan lidah nya, begitu juga dengan Vee....ia pun membalas sentuhan lembut dari Gery.


"Makasih."


Gery melepaskan tautan bibir nya , kemudian menghapus sisa saliva yang masih menempel di bibir Vee.


"Maaf....tetapi aku janji tidak akan berbuat lebih dari ini, sebelum kita halal."


"Aku percaya yank.", jawab Vee mantap.


.


.

__ADS_1


.


.


Australia.


Bara masih berkutat dengan pekerjaan, sudah berbulan-bulan ia berada di sini, tentunya untuk mengurus perusahaan yang sedang mengalami masalah.


Dan tinggal satu Minggu lagi, pekerjaan nya selesai dan ia akan kembali ke Indonesia.


"Bar...."


Bara tidak menjawab, ia mendongakkan wajahnya menatap asisten sekaligus sahabat nya, yang juga sama sama masih kuliah, dan mereka saat ini mengambil cuti , demi perusahaan yang sedang bermasalah.


"Ada info penting."


Bagas duduk di kursi depan Bara, ia melihat sahabatnya itu hanya diam dan seperti nya tidak tertarik, padahal info ini sangatlah penting.


"Om Cesa masuk rumah sakit, dan keadaan nya kritis."


"Apa??"


Bara membuka kaca mata nya, juga menutup laptop yang seharian membuat nya pusing.


"Benar Bar, baru saja orang suruhan gue menghubungi, mereka juga melihat....."


Bagas menggantung ucapan nya, ingin melihat reaksi dari Bara, pasti berita ini yang ia tunggu tunggu.


"Melihat apa??"


Bara sedikit emosi, sudah mendapatkan kabar yang tidak baik, malahan asisten nya menggantung berita yang membuat nya penasaran.


"Velia ada di sana."


"Lo yakin??"


"Seribu persen yakin, bukan hanya Velia saja ... Om Arga dan Tante Rania juga ada di sana, mereka baru datang pagi tadi."


Mendengar ucapan dari Bagas, Bara mengembangkan senyumnya, entah ini berita baik atau buruk, di satu sisi...ia kaget mendengar berita tentang Papah Cesa, tetapi di sisi lain, ia juga senang karena gadis yang selama ini di cari dan dirindukan, akhirnya datang juga.


"Kita kembali. Siapkan pesawat!!"

__ADS_1


__ADS_2