Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Jangan Sentuh Aku


__ADS_3

Hiks.....hiks....hiks...


Velia menangis histeris, bukan hanya karena rasa sakit yang diderita di sekujur tubuh nya, apalagi di bagian inti Vee, tetapi....ia merasa kan hatinya yang begitu hancur.


Entah sudah berapa kali Bara melakukan tadi, karena bukan hanya sekali saja, bahkan laki laki itu melakukan nya berkali kali, dan tanpa istirahat walau hanya sebentar.


Kehormatan yang dijaga dengan sepenuh hati, keperawanan yang hanya di persembahkan untuk suaminya, kini sudah hilang, bahkan dirampas oleh laki laki yang tidak bermoral.


Apalagi, yang merampas kehormatan nya adalah laki laki yang sudah ia kenal sejak kecil, laki laki yang setiap hari selalu bermain dengan nya, dan laki laki yang pernah ia cintai dan juga melindungi nya.


Rasa sesak di dada tidak dapat diungkapkan dengan kata kata, begitu juga dengan cara menghapus dan mengobati sakit di hatinya.


Vee menarik selimut, ia memunggungi tubuh Bara. Padahal , ia sebenarnya ingin segera pergi dari apartemen Bara tetapi... tubuh nya yang remuk redam dan juga rasa perih di bagian bawahnya, membuat Vee ingin terdiam sebentar saja di sini.


Pasrah....yah ..ia sudah pasrah akan nasibnya. Tidak ada yang di banggakan lagi dari dalam dirinya, apalagi sebagai seorang perempuan.... kehilangan kehormatan adalah suatu mimpi buruk yang benar-benar buruk.


"Terimakasih....kamu sudah menjaga nya untuk aku...."


"Jangan menangis lagi sayank....aku akan bertanggung jawab.... setelah ini, aku akan mengantarmu pulang, dan akan langsung berbicara dengan Papah, aku akan mengaku semuanya dan menikahimu segera."


Ucap Bara dari arah belakang, tangan nya terulur untuk mengusap rambut Velia, dan juga memeluk tubuh Velia dari belakang, tubuh yang sudah menjadi milik nya sepenuhnya.


Bara tersenyum, di sela sela isakan tangis dari Velia, ia sangat bahagia. Jahat memang apa yang dilakukan oleh Bara, di saat Vee menangis...laki laki itu malahan tertawa penuh dengan kemenangan.


Karena apa yang dilakukan oleh Bara, semua sudah sesuai dengan apa yang direncanakan. Bahkan sore ini, tidak ada pengganggu sama sekali, Bara bebas melakukan apapun dengan Velia.


'Aku adalah pemenang nya, dan aku yang mendapat Velia..'


Bara masih memeluk tubuh Velia, meskipun sudah mendapatkan penolakan dari Vee, tetapi...tangan Bara masih memeluk tubuh indah itu.


"Jangan menolak sayank....bahkan kamu sekarang sudah menjadi milik ku, Velia Buminegara....."


Aroma tubuh Velia masih membuat laki laki itu candu, bahkan Bara menginginkan Velia kembali., tetapi. .ia tau kalau Vee sudah sangat lelah dan bagian bawahnya yang masih terasa sakit, sehingga.....ia berusaha untuk menetralkan apa yang sudah kembali bangun.

__ADS_1


Benar kata orang, sekali merasakan enak, pasti akan menjadi candu dan meminta lagi dan lagi.


Cup


Bara mencium kepala Vee, "Aku mandi dulu, nanti aku siapkan air hangat....jangan menangis, karena semua sudah terjadi."


Tanpa rasa bersalah sedikitpun, Bara turun dari atas ranjang, dan melangkah kan kakinya ke kamar mandi.


Setelah sampai di dalam kamar mandi, laki laki itu pun tersenyum, ketika melihat noda darah yang masih menempel di ular nya, bahkan isi otak nya masih membayangkan bagaimana dengan ganas nya ia mengambil keperawanan Velia, yang membuat nya candu, ingin mengulang lagi dan lagi.


Bukan hanya itu saja, Bara yang melihat punggung nya ada bekas cakaran dari Vee, malahan tersenyum....ia benar benar telah membuat gadis itu tidak berdaya dan kesakitan.


Dan cakaran di punggung Bara menandakan kalau Bara benar benar sangat lah perkasa.


Ia segera membersihkan diri, tidak ingin Velia menunggu lama lagipula hari yang sudah mulai malam, yang pastinya Papah Cesa akan mencemaskan keadaan Vee, karena belum pulang seharian, tanpa kabar pula.


Setelah semua selesai dan badan Bara kembali segar dan juga bersih...Bara lalu keluar , ia juga tak lupa untuk menyiapkan air hangat dan beberapa aroma terapi yang memang sudah ia siapkan sebelum nya.


"Sayank...mandi dulu.... airnya sudah aku siapkan."


"Jangan sentuh aku, dan singkirkan tangan kotor mu itu!!"


Vee dengan cepat menepis tangan Bara yang berusaha untuk merapikan anak rambut nya yang berantakan, dan juga ingin menghapus air mata yang sedari tadi membawa wajah cantik nya.


"Oke....aku cuma khawatirr sama kamu, dan mandi dulu, supaya badan kamu jadi segar."


Mendengar ucapan Bara, mata Vee melotot tajam....mantan gadis itu bahkan memberikan tatapan yang sangat sangat tajam seperti ini membunuh Bara.


"Khawatir??? kamu yang membuat aku begini!!"


"Minggir!!"


Lagi lagi Vee menepis tangan Bara yang ingin membantu nya bangun, dari informasi yang didapat... seseorang yang baru melakukan itu akan kesulitan jalan, bahkan sampai tidak bisa jalan.

__ADS_1


Vee menurunkan satu kaki nya, meskipun sangat sulit dan juga sakit... tapi ia tidak boleh lemah....ia harus kuat apalagi di depan Bara.


Tetapi sayang sekali, pertahanan nya runtuh ..saat satu kaki nya ia turunkan dan mencoba untuk melangkah.


"Au ..... sakit."


Vee terjatuh, beruntung Bara dengan sigap menangkap tubuh Velia, hingga tubuh indah dan polos itu tidak sampai bersentuhan ke lantai.


"Sudah aku bilang, kamu akan kesulitan berjalan.."


Vee memalingkan wajahnya, rasanya ia sangat membenci laki laki yang saat ini ada di depannya.


Happ


Dengan cepat, Bara menggendong tubuh Velia, karena ia tau kalau Vee tidak bakalan bisa untuk berjalan ke kamar mandi dengan sendirinya.


"Lepaskan!! jangan sentuh aku baji**Ngan!!"


Vee memukul tubuh Bara ketika laki laki itu mengangkat nya, tetapi...Bara yang berbadan kekar, pukulan Bara tidak berarti apa apa baginya.


"Jangan sentuh!!"


Vee meronta, rasanya ia tidak rela jika tubuhnya kembali di sentuh oleh Bara.


"Diam sayank....kamu mau membangunkan dia yang masih tertidur"


Seketika Vee terdiam, ia tidak berucap ataupun meronta lagi. Tentu saja tidak ingin Bara melakukan kembali apa yang sudah dilakukan nya.


Sesampainya di dalam kamar mandi, Bara menurunkan Vee di dalam bathup.


"Mandilah... setelah ini makan...aku mencintaimu sayank...jangan berpikiran yang tidak tidak, karena aku akan bertanggung jawab atas semuanya."


Tidak ada jawaban dari Vee, gadis cantik itu memalingkan wajah nya ke samping, masih tidak mau melihat wajah Bara yang membuat nya sakit hati.

__ADS_1


"Tidak apa, tapi jangan salahkan keadaan....ini semua sudah takdir...dan memang kamu adalah jodohku."


Bara meninggalkan Vee, ia akan membiarkan gadis yang di cintai nya itu merilekskan tubuh nya, dan berendam adalah salah satu cara untuk bisa mengurangi sedikit rasa perih di area inti.


__ADS_2