Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Masih Berharap


__ADS_3

Velia yang sudah cantik, dengan balutan gaun pengantin yang indah, kaluar dari kamarnya.


Berulang kali, ia menghela nafas nya melihat pantulan dirinya di cermin. Ia tidak menyangka akan menikah dengan laki laki yang sudah dikenalnya sejak kecil, tetapi sayang sekali... pernikahan ini bukan karena ia mencintai laki laki itu.


Pernah mencintai, itu dulu.... sebelum ia benar benar bertemu dan menjalin cinta dengan Gery, dan hari ini ....Velia harus benar-benar melupakan Gery, dan belajar mencintai Bara, suaminya.


"Sudah siap sayank??"


Bunda Rania yang semalam tidur bersama dengan Velia mendekati Velia, yang bukannya langsung turun ke bawah, tetapi berhenti di atas tangga.


"Siap Bun....."


Velia tersenyum, bukan karena ia bahagia.... tetapi...karena ia tidak mau memperlihatkan kesedihan di wajahnya, tidak mau melihat Papah Cesa ikut bersedih jika melihat aura wajahnya saat ini.


Tidak ada yang bisa merubah keputusan hari ini, karena Velia sendiri sudah memutuskan dan yakin dengan pilihannya, bukan pilihan nya tetapi memang takdir nya.


Velia di gandeng Bunda Rania dan Brisa, turun ke bawah dan langsung masuk ke dalam mobil. Sementara Papah Cesa dan Ayah Arga berada di mobil lainnya, di belakang mobil calon pengantin perempuan.


Sepanjang perjalanan, tidak ada yang Velia ucapkan. Ia malahan kepikiran tentang Gery, apakah laki laki itu akan datang pagi ini atau tidak??


Jahat memang, detik detik menuju sah.... tetapi malahan Velia memikirkan laki laki lainnya, dan juga masih mengharapkan kehadiran nya.


Tetapi, Velia tidak bisa pungkiri...kalau di dalam hatinya masih menyimpan cinta untuk Gery, laki laki yang sudah membuat nya jatuh cinta, dan laki laki yang juga sudah membuat nya keluar dari keterpurukan karena patah hatinya dengan Bara dahulu kala.


Tanpa terasa, mobil yang di tumpangi oleh Velia dan keluarga, sudah sampai di halaman gedung yang megah yang akan di pakai untuk acara ijab qobul dan juga resepsi pernikahan nya.


Sebelum turun, Velia diam sejenak di dalam mobil, ia pun mengucapkan sesuatu, entahlah....doa supaya dilancarkan semua nya atau malahan di batalkan acaranya, hanya Velia yang tau.

__ADS_1


"Ayok sayank.....Bara dan keluarga nya sudah di dalam "


Velia mendongakkan wajahnya, dan memang ia melihat mobil kesayangan Bara sudah ada di depan mobil nya, hingga ... pandangan mata Velia teralihkan ke arah lain, sebuah mobil yang Velia sudah hafal siap pemilik nya.


Deg


Jantung nya kian berdetak kencang, seperti yang diharapkan nya tadi ...Gery datang. Dan Velia sendiri saat ini tidak tau, apakah harus senang ataupun sedih, mengingat perpisahan nya dengan Gery, tidak terjadi karena salah satu dari mereka selingkuh, tetapi...karena keadaan.


"Ayo nak...."


Lagi lagi Bunda Rania mengajak Velia untuk segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam gedung, karena Bunda sudah mendapatkan telpon berulang kali dari Ayah Arga yang ada di dalam bersama dengan Papah Cesa dan keluarga Bara.


Velia hanya mengangguk, dan turun dari mobil. Wanita cantik itu yang tadi nya hanya menunduk saja, kini menatap ke depan, bukan karena ingin menyapa tamu undangan, tetapi...ingin mencari Gery.


Setelah keluar dari mobil, pandangan mata Velia tidak pernah berhenti, ia mencari sosok Gery yang entah kemana berada. Padahal, Velia sangat yakin kalau Gery berada di gedung ini, dan akan datang untuk menyaksikan nya menikah dengan Bara.


"Cari apa??", bisik Brisa.


"Gery ...aku melihat mobil nya, tetapi....", jawab Velia jujur.


Diantar kedua wanita cantik itu tidak ada rahasia sama sekali, meskipun Velia masih mencintai Gery dan saat ini sedang mencari di mana Gery berada, tetapi...bagi Brisa itu tidak masalah, hanya mencari saja ...dan memang tidak bisa menghilangkan rasa cinta untuk seseorang yang sudah lama singgah di dalam hati, seperti yang Velia rasakan sekarang.


"Gery pasti datang, tetapi...mungkin dia tidak yakin bisa menampakkan diri nya di depan kamu..."


Jawaban dari Brisa membuat Velia semakin bersalah, tetapi. ada benarnya juga. Dan ia rasa memang seperti itu, Gery datang ...dan melihat ia menikah dengan Bara, tetapi....tidak menampakkan dirinya di depan nya.


Tidak ingin terlihat aneh karena mencari seseorang, akhirnya pandangan mata Velia terarah ke depan, di mana di sana sudah ada Bara dengan Papah Cesa dan penghulu yang sudah siap untuk menikahkan Bara.

__ADS_1


...****...


Di tempat yang sama, Gery menghapus air matanya yang tiba tiba saja menetes. Sakit, rasanya hati Gery saat ini, melihat Velia. . wanita yang dicintainya dari masa putih abu abu hingga saat ini.


Jangan tanyakan lagi seberapa Sakit nya, apalagi melihat Velia pagi ini yang begitu cantik dengan gaun pengantin yang Gery sangat tau itu adalah gaun impiannya, beserta dengan dekorasi yang ada di ruangan ini.


Di luar sana, Gery hanya bisa menatap Velia dari belakang, ia tidak berani untuk mendekat apalagi melihat mata Velia.


Gery yakin, kalau Velia juga sama dengan nya, sama sama terluka dan merasa kehilangan, tetapi...inilah takdir yang harus mereka jalani, dan jodoh yang tidak dapat bersatu.


"Masuk lah..."


Alex yang sedari tadi menemani Gery, menepuk pundak laki laki yang lagi patah hati itu. Ia meminta Gery untuk masuk ke dalam, tidak hanya melihat dari kejauhan saja.


Tetapi, Gery menggeleng...ia tidak kuat jika masuk ke dalam, dan lebih memilih melihat, mendengar dan menyaksikan acara sakral ini, dengan berharap acaranya batal dan ia yang akan menjadi pengantin pengganti nya.


"Aku tidak sanggup untuk masuk ke dalam...", jawaban Gery membuat Alex menghentikan langkahnya. Alex yang ingin membawa Gery masuk untuk lebih nyaman melihat Velia, akhir nya juga mengurungkan niatnya, karena Gery memilih untuk di luar saja.


"Kalau begitu, kita langsung berangkat saja ke Korea."


Pikirnya Alex, buat apa kalau hanya di luar saja, dan tidak masuk ke dalam dengan alasan tidak sanggup melihat Velia dari jarak dekat?? daripada seperti itu, lebih baik langsung ke Bandara dan terbang ke Korea.


Gery menggeleng, "Aku akan pergi jika Velia memang sudah benar benar tidak menjadi milikku lagi, karena aku masih berharap , akulah yang menjabat tangan Papah Cesa...."


"Dan aku akan di sini, sampai saat itu tiba. Kalau kamu ingin ke dalam, masuk saja....biarkan aku di sini."


Alex menggeleng pelan, ia tidak mungkin meninggalkan Gery, apalagi dengan keadaan dan kondisi yang tidak stabil.

__ADS_1


"Aku temanin kamu, dan ikhlaskan saja....kalian memang tidak berjodoh..."


Gery diam saja, sulit menerima kenyataan, sebelum ia benar benar mendengar ucapan ijab qobul dari mulut Bara.


__ADS_2