
Dan benar saja, setelah Dio pergi dari rumah Meli, mobil Bara sudah berada di depan. Meli yang baru saja masuk ke dalam, langsung saja mengintip dari jendela... apakah yang ada di luar itu Bara atau bukan.
Meli menghela nafas panjang, yang ternyata memang Bara, dan ia cukup lega sebab Dio sudah pergi dari rumahnya. Tau saja kalau Bara tidak suka dengan Dio, bahkan kedua nya sempat adu kekuatan.
Meli dengan segera membuka pintu, karena sudah tau kalau yang ada di depan Bara, dan tidak ingin membuat Bara ngamuk.
"Sayank....kamu kemana saja?? aku dari tadi menelpon kamu.",
Ucap Bara yang sudah melihat Meli membukakan pintu dan juga tersenyum manis ke arahnya.
'Nelpon?? Bara dari tadi nelpon aku?? ma*mpus!! ponselku ketinggalan di kamar.'
"Maaf sayank, aku tidak bawa ponsel, dan aku sedang di dapur membantu bibik.", ujar Meli dengan sedikit berbohong.
"Oh tidak masalah, aku hanya menghawatirkan kamu. Jadi pergi kan??", Meli mengangguk.
"Aku siap siap dulu Bar."
Bara duduk sembari menunggu Meli, ia tidak sengaja melihat dua buah gelas yang masih dingin di atas meja, dan seperti nya gelas itu masih baru.
Bara mengeryitkan alisnya, ia mendekati gelas itu dan mengambil nya.
"Siapa yang datang ke sini.", gumam Bara.
Ia pun duduk kembali dan melipat tangannya di daaada, mengira ngira siapa yang bertamu siang siang begini, tentunya bukan tamu dari kedua orang tua Meli.
"Silahkan di minum den."
Ucap bibik dengan menaruh oranye jus di atas meja, tentu nya sedikit takut melihat mata Bara yang seperti nya menaruh curiga.
Bibik itu pun berlalu dengan membawa dua buah gelas yang Bara lihat tadi, tetapi....
"Tunggu Bik."
__ADS_1
'Haduh!!'
Bibik dengan jantung yang deg deg an menghentikan langkahnya, ia kemudian berbalik untuk menghadap Bara.
"Ada apa den??"
"Itu gelas siapa?? siapa yang datang ke sini??", tanya Bara dengan muka yang sudah tidak bisa diartikan lagi, karena ia sudah curiga.
"Den Dio, teman nya non Meli."
"Kurang ajar!! masih berani beraninya dia datang kesini."
Bibik pun takut dengan aura Bara, hingga ia memutuskan untuk ke dapur saja, meninggalkan Bara.
Bara mengepalkan tangan nya, tatkala mendengar nama Dio di sebut kan, dan tentunya ia juga tidak suka dengan laki laki itu yang terus mendekati Meli, padahal tau sendiri kalau Meli akan bertunangan dengan nya.
"Aku harus percepat rencanaku. Aku tidak ingin Dio merusak semua nya."
Meli yang baru turun dari tangga, melihat Bara yang sedang tidak baik baik saja, seperti nya pacarnya itu marah dengan seseorang.
"Bar?? Bara??"
Meli yang melihat Bara hanya diam saja, ia pun mendadak curiga, pastinya ada sesuatu yang dialami oleh laki laki itu.
"Duduk yank. Ada yang mau aku katakan dulu padamu.", ucapnya dengan sorot mata yang begitu menakutkan.
Meli akhirnya duduk, ia tidak ingin membuat Bara semakin kesal saja.
"Aku akan percepat pertunangan kita, Minggu depan. Dan bulan depannya kita langsung menikah." , ucap Bara yang membuat Meli melongo.
"Apa tidak terlalu cepat??",
Bukannya menolak, tetapi bagaimana dengan persiapan nya, Minggu depan?? dan bulan depan?? seperti nya waktunya belum cukup untuk menyiapkan semua nya.
__ADS_1
"Apa kamu mau Dio menganggu kamu lagi, Dio mengganggu hubungan kita lagi? Aku tau, Dio baru saja ke sini kan??"
Deg
'Dari mana Bara tau?'
Meli tidak bisa berkata apa apa lagi, yang ia bisa hanya mengangguk kan kepala nya saja.
"Tidak perlu kamu tau yank aku tau dari mana, aku juga tau kalau kamu tidak suka dengan nya."
Meli menghampiri Bara dan memegang tangan Bara, "Maafkan aku, bahkan aku menerima ajakan makan malam nya."
"Mel??"
Teriak Bara keras, ia tidak menyangka jika pacarnya malahan ingin jalan dengan laki laki lain
"Bukan aku yang mau. Dia yang memaksaku, dan tidak ingin pergi dari sini kalau aku tidak menerima ajakan makan malam nya. Aku takut kalau kamu dan Dio bertemu, kalian akan saling tonjok."
Grepp
Bara memeluk tubuh Meli, gadis yang di cintai nya dan sudah di pacari selama tiga tahun ini kurang lebihnya, ia tau...apa yang dilakukan oleh Meli bukan karena niat dari Meli, tetapi malahan untuk dirinya.
"Batalkan makan malam dengan Dio, atau aku ikut dengan kamu nanti malam "
Meli mengangguk, dan ia segera mengirimkan pesan kepada Dio, untuk membatalkan acara makan malamnya, jika Dio menolak,...ia akan datang dengan Bara.
"Makasih yank...."
"Sama sama. Mau ya kalau kita percepat acara kita??", pinta Bara sekali lagi.
"Aku mau. Tetapi bagaimana dengan Mommy dan Mamah??"
Bara tersenyum, ia melepaskan pelukan nya dan menatap wajah cantik kekasihnya. "Gampang, Mamah kamu tidak sedikit Mommy ku. Aku masih punya Velia yang bisa membantu membuat Mommy menyetujui rencana kita."
__ADS_1
'Iya , hanya Velia yang bisa aku andalkan. Hanya dia!!'