
Bara keluar dari ruangan Gery, ia pun segera melangkahkan kaki nya untuk menuju ke mobil nya, tentu saja pikiran nya saat ini sedang tertuju pada Vee dan Gery yang tidak ada di tempat ini.
Sungguh, hati dan pikiran nya tidak tenang, apalagi membayangkan kalau calon istri nya sedang berdua dengan laki laki lain, dan laki laki itu adalah mantan tunangan nya....Bara pun menggeleng dengan mengepalkan tangannya, ia tidak puas dengan apa yang diucapkan oleh Alex.
"Kita kemana Bar??", tanya Bagas.
Bagas yang memang sengaja jadi supir Bara, melihat keadaan Bara yang tidak menyenangkan, apalagi aura Bara yang sudah seperti ingin memakan orang saja.
"Jangan pulang dan jangan ke kantor, kita cari Velia!!", ucap Bara tegas.... tanpa melihat ke arah Bagas sedikit pun dan lebih memilih asik dengan ponsel yang ada di tangan nya.
"Mencari Velia?? yang benar saja??"
Bukannya Bagas tidak mau, tetapi... harus mencari Velia di mana, tentu saja ia tidak tau mau kemana lagi, sedangkan petunjuk Velia di mana, Bagas pun tidak tau.
"Kita cari kemana Bar??"
Tanya Bagas lagi, ia tidak ingin terlihat seperti orang gila yang hanya muter ke sana kemari tanpa tujuan yang jelas, bukan masalah bensin mobil nya, tetapi.....sayang dengan tenaganya.
Kalau tau di mana Vee berada, meskipun sampai ke ujung dunia pun kalau jelas ada di mana, Bagas tidak akan mengeluh dan tetap mencari nya, lah ini??? yang benar saja....mau mencari di mana???
"Kemana saja lah, yang penting Lo harus menemukan Velia.", jawab Bara dengan enteng nya.
"Gila, Lo gila Bar!!"
__ADS_1
"Iya, gue memang gila, gila karena tidak menemukan di mana Velia berada, ini sudah hampir tiga hari...dan gue tidak bisa menemukan di mana Bara berada. Dan Lo tau kan, kalau Minggu depan adalah hari pernikahan gue dengan Velia, tetapi.... sampai saat ini Velia sama sekali belum di temukan, bahkan gue tidak bisa menghubungi nya sama sekali."
Bara menyandarkan punggungnya, ia terlihat frustasi dengan apa yang menimpanya, sungguh... kejadian seperti ini, tidak ada di dalam benak nya, yang ada hanyalah setelah kejadian itu.... keesokan harinya, ia dan Vee sudah di nikahkan, seperti yang terjadi pada Meli dan Dio dua tahun yang lalu..
Yah, tidak bisa disamakan... memang kisah dan jalan cerita nya hampir sama, tetapi.... pemerannya yang berbeda, juga dengan sifat dan karakter nya yang sangat jelas jelas berbeda.
"Sabar....Lo percaya dengan Velia kan??", tanya Bagas lagi, ia pun tidak bisa mengatakan apa apa kepada Bara saat ini, seperti nya memang obat yang paling mujarab adalah menemukan di mana Velia berada.
"Iya, gue percaya Velia, tetapi....gue tidak percaya dengan Gery...karena gue tau bagaimana Gery."
Bagas menghela nafas nya, ia pun bingung dengan pemikiran sahabat nya itu, yang sudah jelas jelas Gery ke luar kota dan tidak bersama dengan Velia, tetapi.. ia masih berpikir kalau Gery dan Velia saat ini sedang bersama.
"Hilangkan prasangka buruk Lo itu, inget kan...kalau Velia pamit sama Om Cesa kalau hanya pergi menenangkan pikiran saja, dan hanya satu Minggu, tentu saja setelah satu Minggu Vee akan kembali dan menikah dengan Lo....."
"Sabar, sebaiknya kita pulang...."
Bagas tidak ingin membuang waktu nya percuma untuk tujuan yang tidak jelas, tentu saja semua teman teman Vee susah ia datangi.... tetapi....tidak ada satu pun yang tau di mana gadis itu berada saat ini.
Dan daripada Pusing, mencari yang tidak jelas....ia pun memutuskan untuk membawa pulang Bara ke rumah nya, karena percuma kembali lagi ke kantor kalau pikiran Bara tidak stabil dan hanya memikirkan Velia saja.
...****...
Sementara di tempat lain, dua orang gadis cantik sedang asik dengan dunianya sendiri.
__ADS_1
Velia dan Brisa saat ini berada di pantai, yah meskipun jarak dari rumah yang ditempati dengan pantai sangatlah jauh, tetapi tidak menyulutkan keinginan mereka untuk pergi ke sana.
"Arghhhh....indah sekali.", teriak Vee setelah menginjakkan kakinya di pasir tanpa alas kaki itu.
Sedangkan Brisa, ia saat ini asik melakukan panggilan video call dengan kekasih nya dan membiarkan Velia dengan dunia nya sendiri.
Mengingat pantai, ia pun teringat dengan Gery, laki-laki yang selalu setia dan selalu ada kapan pun dan di manapun ia butuhkan, sayang sekali... kebersamaan nya dengan Gery hanya dalam waktu dua tahun saja, sungguh....ia sudah membangun impian indah bersama dengan laki laki itu, tetapi sayang sekali....semua harus musnah, dan tidak mungkin Vee akan bersama dengan Gery, meskipun Gery bersedia untuk menerima dan menikahi nya apapun kondisi nya.
"Maafkan aku Gery!!", teriak Vee lantang, dengan tangan nya mengambil batu kecil lalu dilempar nya ke pantai...ini adalah hal kecil yang selalu Velia lakukan saat pergi ke pantai.
Mendengar teriakan Velia, sontak Brisa langsung mengarah kan pandangan matanya ke Velia, ia takut jika terjadi sesuatu yang tidak tidak... dan tentu saja Brisa tidak ingin itu terjadi.
Melihat Vee yang sudah kalut, Brisa pun menghampiri teman kecil nya itu. Ia pun mendekat Velia.
"Kamu tidak perlu menyesali nya Vee, yang kamu lakukan saat ini adalah mendoakan Gery supaya dia bisa mendapatkan yang lebih baik, bukan nya kamu tidak baik untuk dia, tetapi... kenyataan memang kamu tidak jodohnya Gery."
"Maaf bukan nya aku mendukung kamu dengan Bara, tetapi apa yang sudah terjadi adalah takdir dari yang di atas, dan tentu saja....kalau kamu ikhlas menerima nya, aku yakin.... Gery juga mampu untuk melepaskan kamu dan bisa menerima nya dengan lapang dada... percaya lah ...Gery orang baik, dan tentu saja ia akan mendapatkan wanita yang baik pula."
Brisa memeluk Velia, memberikan kekuatan kepada Vee untuk bisa bangkit dari keterpurukannya... tanpa ada sesuatu yang di sesali nya.
Tentu saja, kalau dirinya jadi Velia....tidak akan sanggup menerima keadaan ini, yang tidak seperti skenario yang sudah ia susun dengan matang matang bersama Gery.
"Terimakasih..... aku tau, meskipun itu sangat berat untuk ku, tetapi....aku akan jalani semua ini dengan ikhlas dan lapang dada, dan aku yg kalau suatu saat pasti akan menemukan kebahagiaan bersama Bara.", ucap Vee
__ADS_1