Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Curhat Dengan Gery


__ADS_3

Velia menutup telinga nya, rasanya ia tidak ingin mendengar apapun juga tentang apa yang dikatakan oleh Bara, meskipun ia tidak bisa mengelak lagi kalau semua itu adalah benar, bahkan mungkin sekarang benih dari Bara sudah menyatu dengan sel telurnya.


"Aku akan berada di sisimu, dan akan mengatakan semua nya, tapi .... seperti nya kita akan menunda nya karena orang tua kita tidak tau sampai kapan pulangnya."


Bara memeluk tubuh Velia, ia mencurahkan segala rasa sayang dan cinta nya kepada wanita yang sudah berhasil membuat nya jatuh cinta, hingga Bara nekad melakukan hal itu.


Tidak dipungkiri, bukan hanya rasa nyaman yang Bara rasakan saat memeluk dan meniduri tubuh Vee, tetapi...saat ini... sesuatu yang di bawah sana juga sudah kembali bangun, hanya dengan sebuah pelukan saja.


Tetapi, Bara tidak ingin melakukan itu, walaupun ia sangat menginginkan Vee lagi, tetapi... keadaannya sekarang tidak memungkinkan, dan ia harus bisa mengendalikan h@sratnya.


Kring.... kring....


Dan untung saja, ponsel Velia berdering, tanda ada panggilan masuk ke dalam ponsel nya.


Bara mau tidak mau melepaskan pelukan yang sama sekali tidak mendapatkan balasan dari Velia, tetapi. ia yakin kalau suatu saat Bara pasti akan mendapatkan balasan cinta dari Vee.


Bara juga yakin kalau yang menelpon Vee adakah Gery, dan untuk kali ini....ia membiarkan Vee mengangkat telpon nya, lagi pula Bara sudah menjadi miliknya seutuhnya.


"Gery....."


Mata Velia melotot tajam, ketika melihat di layar ponsel, lagi lagi Gery menelpon nya, bukan hanya panggilan telpon saja, tetapi panggilan video call.


"Angkat saja.... kamu bisa duduk di ruang utama, katakan saja kaku kamu berada di apartemen Vika, Gery tidak tau apartemen ini. Aku ke kamar dulu. I love u sayank...."


Cup


Satu kecupan mendarat di kening Vee, kemudian Bara meninggalkan Vee dan memberikan kesempatan untuk Vee dapat bicara dengan Gery, mungkin ini untuk yang terakhir kalinya.


Vee hanya diam saja, ia pun tidak memberontak manakala Bara mencium kening nya. Dan setelah melihat Bara masuk ke dalam kamar, Vee langsung saja berdiri dan menuju ke ruang utama.


"Hallo yank...."


Vee mengangkat panggilan telpon nya, ia berusaha untuk bersikap seperti biasa dan dengan keadaan yang biasa biasa saja.


"Alhamdulillah...yank aku khawatirr...."

__ADS_1


Terlihat jelas di layar kaca, bagaimana ekspresi Gery yang begitu senang bercampur dengan khawatirr ketika sudah melihat wajah Velia.


"Maaf yank....aku tadi habis nonton setelah pulang kuliah, dan ini lagi ada di apartemen Vika...maaf karena ponsel aku silent ketika kuliah tadi dan lupa untuk mengeluarkan dari tas."


Vee berusaha untuk menjelaskan, walaupun penjelasan nya itu tidak lah benar, karena ia tidak nonton setelah pulang dari kampus dan tidak berada di apartemen Vika.


"Syukur deh....maaf diterima yank....dan itu kenapa mata kamu sembab gitu, kamu habis nangis kan?? pa film nya terlalu menyedihkan??", tebak Gery yang sok tau tetapi nyatanya salah.


'Bukak film nya yang menyedihkan, tetapi... hidup ku yang sudah menyedihkan dan kotor. Andai kamu tau keadaanku sekarang, pastinya kamu akan pulang dan memeluk ku...', batin Velia.


Dan memang Velia tidak bisa menyembunyikan keadaan mata nya yang sembab, karena itu begitu kentara sekali.


"Iya, film nya sangat sedih sekali, sepasang kekasih itu harus berpisah karena ada orang ketiga yang memperkosa wanita itu."


Bukan cerita dalam film, tetapi itu adalah kisah nyata nya, secara sekilas dan tidak langsung, Vee sudah menjelaskan tentang kondisi dirinya yang sebenarnya kepada Gery, dan Vee ingin tau bagaimana reaksi dan tanggapan dari Gery.


"Astaga sayank....sampai segitu nya kamu menyikapi film itu, dan pastinya kamu mau tau pendapat aku, iya kan??"


Seperti biasa, jika Vee setelah menonton film, pastinya ia akan cerita dengan Gery dan meminta pendapat nya, sehingga laki laki itu tidak curiga sama sekali.


Deg..


Velia kaget, ia memang membenci Bara, tetapi...tidak ingin laki laki itu mati, apalagi yang membunuhnya adalah Gery, orang yang ia sayangi.


"Ih sadis amat!! jangan donk...nanti kamu bisa masuk penjara yank..."


"Hmm tidak masalah, yang penting aku puas bisa membuat laki laki itu tidak bernyawa."


Vee diam sejenak, meskipun ia sembari tersenyum tetapi dalam hatinya juga berpikir.


"Lalu apa yang kamu lakukan dengan wanita itu, apa kamu akan meninggalkan nya??"


Ini adalah pertanyaan yang mewakili kata hati Vee, dan jawaban dari Gery adalah yang paling menentukan.


"Aku akan tetap bersama nya, dan akan tetap mencintai nya, dan tidak akan melapangkan nya."

__ADS_1


Jlebbb.


Jawaban dari Gery membuat Vee lega dan juga sedih, Gery sampai segitu nya tidak ingin melepaskan diri nya yang sudah kotor.


"Meskipun wanita itu hamil anak dari laki laki lain??",


Gery mengangguk. "Aku akan menerima nya, karena itu adalah musibah, lagian di film tadi pemeran wanita nya tidak selingkuh kan sayank, dan dia diperkosa kan?? jadi....di sini si wanita nya tidak bersalah...."


'Astaga...apa benar yang Gery katakan jika aku mengatakan yang sejujurnya?? apa dia mau menerima aku yang sudah kotor ini??'


"Hei sayank....kenapa lagi melamun...kamu enggak kangen???"


"Jelas aku kangen yank, oh yank ...besok jadi pulang kan??"


Vee berusaha untuk tetap tegar di depan layar ponselnya, supaya Gery tidak curiga dengan nya.


"Maaf....itu tadi yang ingin aku sampaikan pada kamu, kalau aku besok tidak bisa pulang, ternyata...masalah perusahaan belum bisa teratasi.....dan aku kasihan sama Papah, beliau tidak bisa melakukan ini sendiri an."


Velia terdiam sesaat, entahlah...ini apakah berita yang baik atau buruk untuk nya, Vee sendiri tidak tau pasti....


"Sayank....maaf jangan marah, apa kamu nyusulin aku ke sini saja??? biar pesawat pribadi Papah yang akan menjemput mu??"


Gery pikir, Velia marah dengan nya karena tidak bisa menepati janji untuk pulang besok, tetapi... nyatanya bukan itu.


"Tidak marah yank, dan bukan nya aku enggak mau ..kamu kan tau sendiri kalau jadwal kuliah ku sangat padat, dan aku harus menyelesaikan semua tugas tuga kuliahku sebelum kita........"


'Ngomong apa kamu Vee, mana mungkin Gery mau dengan kamu lagi, kamu sudah kotor Velia.'


"Sebelum kita menikah dan bulan madu kan sayank?? aku sampai lupa....kalau begitu cepat selesai kan tugasmu, dan aku akan mengurus dokumen pernikahan kita, aku rasa ... tidak bisa menahan lagi selama satu bulan dan aku akan memajukan nya."


Tidak ada jawaban dari Velia , selain senyuman manisnya.


"Aku tutup ya yank, hati hati dan jaga kesehatan."


"Iya, kamu juga."

__ADS_1


Klik


__ADS_2