
"Sayank....."
Bara yang baru saja dari kantin dan melihat sekelebat tubuh Gery, langsung saja masuk ke dalam ruangan Velia.
Ia melihat Vee yang sudah menangis di pelukan Vika, sontak Bara menghampiri dan menarik Vika hingga ia dapat memeluk Velia.
"Jangan menangis....", ucap Bara dengan tangan nya yang mengusap lembut punggung Velia, dan berharap calon istri nya itu akan diam dan berhenti menangis.
Bagaimana tidak menangis, Vee masih bingung dengan kisah hidup nya saat ini, ia yang tidak ingin menikah dengan Bara dan juga tidak mencintai nya, tiba tiba diharuskan untuk menikah dengan laki laki itu.
Sedangkan laki laki yang ia cintai juga sama, tidak mau melepaskan Velia dan juga ingin menikahi nya.
Sungguh berat cobaan Vee kali ini, ia sendiri juga tidak tau apa yang akan dilakukan nya.
"Lepas Bara!! ini semua gara gara kamu!! kalau kamu tidak melakukan itu, aku tidak akan seperti ini, hiks hiks hiks...."
Bukannya berhenti membahas, Vee malahan semakin kencang saja tangisannya.
Wanita cantik itu juga mendorong dengan kuat tubuh Bara supaya tidak menempel padanya dan tidak memeluk nya.
"Pergi Bara!!"
Jelas sekali apa mau Velia saat ini, ia tidak ingin melihat Bara dan hanya ingin menenangkan diri dalam waktu sebentar saja, tetapi... bagaimana ia bisa melakukan nya jika Bara terus terusan bersama dan mengikuti nya.
"Tidak!!! aku tidak mau pergi yank, aku takut kalau kamu kenapa kenapa bahkan sampai berbuat nekad, aku enggak mau."
Bara masih kekeh dengan pendirian nya, ia tidak akan meninggalkan Velia, dan akan mengikuti Vee kemanapun Vee berada.
Tidak ingin kecil seperti kemarin dan tadi, atau tidak ingin Gery membawa kabur Velia dan menikahinya.
"Aku bukan wanita bodoh Bara, cukup kamu saja yang bodoh, tetapi jangan aku!!"
__ADS_1
Bara menatap wajah Vee, ia menggeleng dan mengembangkan senyumnya.
"Aku memang bodoh sayank.. tetapi apa yang aku lakukan itu hanya untuk kamu, karena aku ingin memiliki mu selamanya, hingga tidak ada lagi yang akan memiliki mu sayank....."
Bara mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya, meskipun itu terkesan bodoh, tetapi ia tidak perduli.. yang penting ia bisa memiliki Velia seutuhnya dan selama nya.
Bukannya senang dengan pengakuan dan perlakuan Bara, Vee malahan kembali terisak dan memukuli dada Bara, ia sama sekali tidak ingin di dekati oleh Bara.
"Pergi Bara....aku tidak mau melihat kami, pergi!!", teriak Vee.
"Jangan pernah mengusir ku Vee, aku tidak akan pergi bahkan tidak akan meninggalkan kamu, aku benar-benar mencintai mu dan sangat mencintai mu sayank....."
Bara kembali memeluk tubuh Velia dan mendekap nya, ia tidak ingin melepas kan tubuh itu.
Bara memang sangat aneh yang, membuat Bagas dan Vika saling pandang, ia benar-benar bingung dengan sahabat nya yang sudah bertindak sejuah ini dan mengacaukan semuanya.
Hingga Bagas yang tidak tega dengan Vee yang masih terisak dan juga dengan Vee yang memukul Bara, akhirnya memberikannya kode untuk Vika bertindak, mungkin ia bisa mengajak Bara keluar lagi sedangkan Vika menemani Velia di dalam, dan siapa tau Vee memang butuh seseorang untuk menenangkan nya tetapi tidak Bara.
"Bar... sebaiknya Lo pergi , kasihan Vee...lo enggak mau kan kalau Vee sampai tertekan??",
Bagas juga mendekat Bara, ia menarik tubuh Bara agar melepaskan dari memeluk Velia.
"Jangan seperti itu, Vee juga butuh seseorang untuk berbagi keluh kesahnya, tetapi bukan dengan Lo!!"
Vika ikut ikutan membuka suara nya, ia sama sekali tidak tega dengan Vee yang sudah tidak sanggup untuk menanggung beban hidup nya.
"Lo sebaiknya keluar dengan Bagas, biar gue sama Vee di dalam, mungkin Vee butuh gue yang sama sama wanita nya, ya Bar....."
Bara mulai mendengarkan ucapan Vika, bukan berarti ucapan Bagas tidak penting sama sekali, tetapi setelah ia terdiam dan berpikir...Bara akhirnya pelan pelan melepaskan pelukan Vee, dan meninggalkan Vee untuk bersama dengan Vika.
"Aku ingin kamu dan aku hidup bahagia selamanya....tidak ingin terpisah, aku mencintaimu Velia. Dan aku hanya ingin membuat kamu bahagia sayank.", ucap Bara dengan mencium kening Vee.
__ADS_1
Bisa di lihat kalau Bara memang benar benar sangat tulus mencintai Velia, dan tidak akan meninggalkan nya.
'Membuat bahagia bagaimana?? yang ada malahan kamu membuatnya menderita, Bara....Bara......', batin Bagas dengan menggelengkan kepalanya.
"Aku keluar dulu, baik baik kamu di sini sayank...."
Tidak ada jawaban dari Vee, hingga Bara akhirnya keluar dengan Bagas , tentu saja Bagas menarik tangan Bara, karena Bara tidak kunjung keluar dari ruangan Vee
"Kak....hiks hiks...."
Velia kembali menangis di dalam pelukan Vika, setelah Vika memeluknya, dan menenangkan nya.
"Menangis lah tetapi.. janji besok kamu tidak akan menangis lagi...aku tau apa yang kamu rasakan, bahkan mungkin kalau aku jadi kamu ... aku tidak sanggup lagi menghadap semua nya ini."
"Kamu mencintai Gery tetapi harus menikah dengan Bara..."
"Aku harus bagaimana kak??? apa aku memang harus menikahi dengan Bara??"
Vee diam sebentar, ada rasa sesak di dalam dadanya, mungkin ia akan benar benar mengubur rasa cinta kepada Bara, karena tidak bisa memiliki Bara....
Vika mengangguk, "Dengan apa yang kamu alami, kamu memang sebaiknya menikah dengan Bara, maaf....ucapan nya bukan berarti aku tidak suka hubungan kamu dengan Gery, tetapi...memang lebih baiknya seperti itu ...apalagi Bara sudah mau bertanggung jawab...."
Ucap Vika dengan mata yang sudah berkaca-kaca , ia bahkan tidak sadar dengan apa yang diucapkan nya
Vee menghapus air mata nya, ia memandang ke arah Vika yang sudah meneteskan air mata nya.
"Kak maafkan aku...aku tidak ada niat sedikit pun untuk merebut Bara dari Kakak, kakak tau sendiri kan kalau aku mencintai Gery.??"
Entah mengapa Vee sedih melihat Vika yang meneteskan air mata nya, ia tau bagaimana Vika mencintai Bara dari dulu hingga sekarang.
"Bukan salahmu Vee, mungkin kita memang tidak berjodoh, dan sudah seharusnya sejak dulu kamu adalah jodoh Bara ..."
__ADS_1
Kedua wanita cantik itu kembali saling berpelukan, mencurahkan semua keluh kesah yang ada di dalam hatinya masing masing.
"Mungkin ini memang yang terbaik untuk kamu Vee, percayakan....Tuhan pasti punya rencana lain dengan semua nya ini, jadi...lebih baik kamu menarik apa yang sudah di gariskan oleh Tuhan, cobalah untuk ikhlas... meskipun aku tau, tidak semudah itu untuk membalikkan keadaan seperti semula lagi."