Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Histeris


__ADS_3

Setelah melalui adu jotos yang membuat wajah tampan Gery dan Bara babak belur, dan juga drama perdebatan yang sangat panjang, akhir nya Bara yang masih di gandeng Bagas keluar dari ruang perawatan Velia.


Meskipun di dalam hatinya, Bara masih tidak ikhlas jika Vee bersama dengan Gery, tetapi setidaknya mereka tidak hanya berdua saja, ada Vika yang akhirnya ikut menemani.


"Maaf Kak merepotkan!!", ujar Vee kepada Vika.


Ia tau masalah yang dihadapi nya saat ini bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi sudah melibatkan orang banyak, termasuk Vika yang mungkin baru tau dan juga sok mendengar ucapan dari Bara.


Meski Vika adalah sahabat Bara, tetapi tidak mungkin semua akan di ceritakan kepada nya, bahkan tidak mungkin juga Vika ikut merasakan kepedihan yang Velia alami.


Vika memeluk Velia, dengan posisi Vee masih berdiri di samping ranjang tidurnya setelah keluarnya Bara.


"Tidak apa apa, dan maaf...aku baru tau tentang kamu, jadi...aku baru bisa ke sini."


Memang Vika baru tau tentang apa yang terjadi pada Velia dengan sahabat nya itu, bukan tidak peka...tetapi banyaknya pekerjaan dan juga urusan kampus membuat nya sedikit tidak tau dengan apa yang terjadi...


Gadis itu sudah sempat curiga, mengapa setelah Bara menjemputnya Velia ke kampus, baik Bara maupun Velia tidak terlihat lagi di kantor, dan juga kepergian ke Korea berdua yang secara mendadak, membuat daftar curiga nya semakin bertambah.


Dan lagi, Bagas yang ikut ikutan sibuk di luar kantor, membuat Vika tidak bisa bertanya apa yang sedang terjadi.


Dan puncaknya, tadi siang...waktu Gery datang ngamuk ngamuk mencari Bara, tidak biasa biasa nya laki laki itu marah marah tidak jelas, pasti ada yang terjadi.


Hingga, saat berada di ruangan Velia, Vika mendengar sendiri dari mulut Bara kalau laki laki itu sudah mengambil sesuatu yang paling berharga bagi perempuan, hanya untuk menjerat Velia supaya menjadi miliknya.


"Enggak masalah Kak, aku yang malahan merepotkan Kakak."


Vika tersenyum getir, ia benar benar kalah sudah dan tidak bisa mendapatkan Bara untuk selamanya. Mungkin memang Bara bukanlah jodoh nya, dan ia kini hari mengubur semua perasaan cinta nya untuk laki-laki itu.


"Aku bantu tiduran ya??", Velia mengangguk.


"Biar aku saja, kamu duduk di sofa Vik..."

__ADS_1


"Iya...."


Vika mundur, karena Gery ingin membantu Velia untuk tiduran.


Gery mengambil alih Vika yang ingin membantu Velia berbaring, sementara...Vika yang memang di minta untuk ke sofa, ia pun ke sana....karena juga tidak enak dijadikan obat nyamuk oleh kedua nya, dan memang mereka berdua memang butuh banyak waktu untuk berbicara.


"Hati hati yank ... pelan-pelan saja."


Perhatian Gery tidak pernah luntur, meskipun saat ini Velia sudah menyakiti hatinya, bukan sengaja.... tetapi...semua ulah Bara


"Makasih Gery, kamu tidak perlu perhatian kepada ku, aku tidak enak."


Jelas saja Velia tidak enak, baru beberapa jam yang lalu ia memutuskan hubungan nya dengan Gery dan meminta untuk melupakan nya, tetapi...kini ..laki laki itu malah sudah berada di sini dan sangat perhatian.


"Kamu tidak suka?? aku bukan orang lain sayank, aku calon suami mu."


Entahlah, rasanya Vee ingin mati saja jika Gery tidak mau menerima kenyataan ini, bukan karena ia mencintai Bara dan sudah tidak ingin bersama dengan Gery, tetapi.... takdir yang sudah membolak-balik kan keadaan menjadi seperti ini.


Apalagi melihat sorot mata Gery yang sudah berkaca-kaca, ingin rasanya Vee menghilang dan tidak akan kembali lagi, untuk tidak bertemu dengan Gery, dan tidak akan menyakiti nya.


"Bukan begitu Ger....aku!!"


Gery menutup mulut Vee dengan jarinya, ia tidak ingin Velia berucap apa yang tidak ingin Gery dengar.


"Kita akan melewati ini bedanya, percayalah....aku akan menemui Papah dan juga Om Brylli, aku akan katakan pada mereka kalau aku akan bertanggung jawab kepada kamu, dan akan menikahi kamu, apapun kondisimu yank, percaya lah!!"


Gery memegang tangan Vee setelah ia melepaskan jarinya dari bibir Velia.


"Jangan pernah mengatakan putus sayank, aku tidak mau...aku tidak mau kehilangan kamu."


Gery menangis di samping Velia, saking cintanya laki-laki itu hingga tidak mau pisah dengan Vee, meskipun sesuatu sudah terjadi.

__ADS_1


Vee merangkul Gery, ia juga ikut menangis...bukan ini yang ia inginkan, bukan seperti ini akhir kisah cinta mereka, yang mereka ingin kan adalah bahagia sampai akhir hayat, tetapi...


"Tapi Ger, Bara sudah menyiapkan semua nya dan lima hari lagi dia akan menikahi ku....hiks....hiks...."


Bukan hanya Velia yang hancur, Gery pun ikut hancur. Pernikahan yang sudah di rencanakan di depan mata, akhirnya berakhir dengan luka dan kepedihan.


Gery menggeleng, "Aku akan bicara dengan Papah dan Om Brylli, aku akan memohon untuk membatalkan nya, aku tidak bisa kehilangan kamu sayank, tidak bisa..."


Cup


Gery mencium bibir Velia dan melu_mat nya sebentar, setelah itu....dengan tiba-tiba, Gery meninggalkan ruangan Velia dan entah mau kemana.


"Aku tidak mau kehilangan kamu sayank, aku akan menemui Om Brylli dan Papah...."


Gery yang tidak tahan melihat Velia menangis, akhirnya keluar dari ruangan Vee, hatinya begitu sakit...bukan karena penghianatan Velia tetapi... karena ulah Bara yang membuat semua nya menjadi kacau.


"Gery.... tunggu....tunggu yank!!", teriak Velia dengan suara lantang nya, berniat untuk menghentikan langkah Gery tetapi sayank sekali...Gery tidak mendengar nya, ataupun sengaja tidak mendengar.


"Gery....hiks....hiks....."


Velia itu kembali menangis histeris....ia tidak dapat menyembunyikan apa yang ada di dalam hati nya.


"Tenang Vee ... tenang Vee..."


Vika yang melihat Vee menangis dan ingin mengikuti Gery, dengan cepat memeluk tubuh Velia, ia tau bagaimana hancur nya perasaan Gery dan juga Velia saat ini.


Mungkin kalau ia yang berada di posisi Velia, ia tidak akan kuat untuk menghadapi nya.


"Jangan nangis lagi, anggap lah semua yang terjadi adalah takdir dari Yang Maha Kuasa, mungkin ..itu yang terbaik untuk kamu dan juga Gery, dan percayalah...pasti akan ada sesuatu yang baik setelah ini."


Vika berusaha untuk menghibur Velia, mungkin tidak bisa langsung diterima oleh Velia, karena naik Velia maupun Gery sama sama saling mencintai.

__ADS_1


"Aku tau, tetapi....aku tidak ingin membuat Gery sedih dan terluka, dia sangat baik dan penyayang.... hiks....hiks...."


Vika menggeleng, ia tidak bisa berkata apa apa lagi, tidak bisa menenangkan Velia hanya dengan ucapan saja.


__ADS_2