
"Kamu di mana sayank??"
Gery nampak frustasi, ia sudah mencoba berkali kali menghubungi ponsel Velia, tetapi .... tidak menyambung. Memang sengaja Vee mematikan ponsel nya.
Gelisah, itu yang dirasakan oleh Gery saat ini. Ia tau kalau Vee tidak mungkin melakukan hal yang nekad, tetapi....tidak adanya kabar sama sekali membuat Gery juga sangat khawatirr.
Dua tahun lebih menjalin hubungan dengan Velia, dan sudah dari SMA ia mengenal Velia dan dekat dengan wanita cantik itu, tetapi.. baru kali ini ... rasanya Gery sangat khawatirr, hatinya tidak karuan.... perasaan bersalah pun hinggap di dalam hatinya.
"Andai sana aku tidak meninggalkan nya, Vee tidak akan pergi tanpa kabar, dan andai saja aku dulu tidak ke Luar Negeri, dan memaksa Vee ikut, kejadian ini tidak akan terjadi.....aku menyesal, ini adalah salah aku...", gumam Gery.
"Jangan seperti itu. Semua sudah terjadi, semua sudah diatur....dan mungkin memang kalian tidak berjodoh...", ucap Alex yang saat ini sudah di samping Gery, ia juga menepuk pundak Gery... berusaha menguatkan hati laki laki itu yang saat ini sedang rapuh.
"Aku tau....aku tidak mungkin melawan takdir, tetapi...aku juga tidak sanggup hidup tanpa Velia, kamu tau kan bagaimana aku sangat menyayangi dan mencintai Velia??? bahkan aku rela melakukan apa saja untuk nya."
Gery masih sesenggukan, didalam hatinya ia tidak rela....sama sekali tidak rela jika Vee bersanding dengan laki laki lain, apalagi caranya seperti ini.
Oke, mungkin Bara memang benar mencintai Velia, tetapi....sangat di sayangkan caranya yang salah itu.
"Cobalah untuk ikhlas, kalian hanya ditakdirkan untuk saling menjaga selama ini, bukan untuk bersama saling memiliki....."
Hening .... tidak ada yang kaluar dari mulut Gery, pandangan matanya yang sudah tidak menampilkan kebahagiaan lagi, entahlah...apa setelah ini ia akan mendapatkan kebahagiaan lagi, atau tidak??
"Velia aaaaaaaa......", teriak Gery lantang.
"Sudah Ger... sudah....yang penting sekarang kita harus mencari tau Velia. Kamu tau di mana tempat yang paling ingin dikunjungi Velia, dan tempat itu tidak ada yang tau dan juga sangat jauh dari jangkauan??"
Tiba tiba Alex menemukan sesuatu, ia ingat dengan ucapan Bara kalau Velia tidak bisa di hubungi bahkan Bara sudah mencari ke mana mana, tetapi...tidak menemukan Velia.
Alex berpikir, siapa tau saja Gery tau di mana tempat itu, mengingat Gery dan Velia pernah dekat, dan sudah merancang untuk sesuatu yang indah ke depan nya.
__ADS_1
Gery terhenyak, mendengar ucapan dari sahabatnya membuat ia seketika berpikir jauh ke belakang, di mana ia harus memutar otak nya untuk dapat mengingat ingat sesuatu, di mana Vee memang sudah pernah mengatakan ingin ke tempat itu, tapi di mana??
Gery mondar mandir, ia pun berpikir dengan kepala yang tentu nya saat ini sudah ada bermacam-macam pikiran yang melanda.
Dan ....
"Aku tau di mana Vee berada, tetapi sayang sekali...aku tidak tau alamat nya.... arhhhhhhhhh........"
Gery tiba tiba teringat dengan Velia yang memang pernah mengatakan ingin pergi ke suatu tempat, di mana suasana nya sangat enak, indah dan juga jauh dari perkotaan....dan itu membuat Gery berpikir kalau Velia ke sana
"Bogor......", ucap Gery lagi.
"Kita sudah ada di Bogor Ger, entah ini suatu kebetulan atau tidak, tetapi...kalau benar Vee ada di sini, itu berarti kita gampang menemukan nya.", ujar Alex dengan tersenyum senang., karena sebentar lagi ia akan menemukan Velia, dan mungkin memang Vee itu bukan siapa siapa nya, tetapi....mengenal Vee cukup lama, ia yakin kalau gadis itu bukan tipe sembarangan, apalagi Gery sahabat nya sangat mencintai Velia.
Memang sudah hampir lima hari Gery berada di Bogor, tetapi..sama sekali ia tidak menemukan ataupun melihat Vee.
Gery menggeleng, tidak semudah itu menemukan Velia, apalagi Bogor itu luas. Lagipula....tempat yang jauh dari peradaban di sini itu banyak, salah salah malahan nyasar dan tidak bisa pulang.
"Tapi Ger, kita membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk kembali ke Jakarta, lalu ke sini lagi...."
"Siapkan helikopter, aku ingin berbicara langsung dengan Papah Cesa, dan menanyakan alamat rumah itu, aku yakin kalau Velia ada di sana!!"
Tidak dapat membantah, dan untung nya Gery memiliki helikopter pribadi, yang setiap saat bisa dengan mudah di gunakan, tentu saja....untuk keadaan gawat darurat seperti ini.
Beberapa menit kemudian, semua nya sudah siap... Gery pun segera keluar dari kantor nya dan menuju ke atap, begitu juga dengan Alex yang setia menemani Bos-nya.
Mereka terbang dari Bogor ke Jakarta, sangat konyol memang.... tetapi...karena mendesak...Gery harus melakukan itu, kalau dengan perjalanan darat, ia tidak akan mungkin cepat...
Dan semua seperti yang di rencanakan, dengan cepat helikopter itu sudah mendarat di atap gedung Perusahaan Papah Cesa, tentu saja....ia punya akses tersendiri untuk bisa keluar masuk perusahaan itu.
__ADS_1
"Nanti aku hubungi lagi, kalian istirahat saja.", ucap Alex kepada anak buahnya, ia pun tidak membiarkan helikopter milik Gery berada di atap gedung perusahaan Aditya, yang ada malahan membuat semua mata memandang ke arah sana.
Setelah helikopter itu pergi, Alex dan Gery segera turun ke bawah, tentu saja langsung mengunjungi ruangan Papah Cesa.
Tok.....tok..... tok....
"Masuk!!"
Terdengar suara Parah Cesa dari dalam, ia yakin kalau Papah Cesa hanya sendirian saja.
Ceklek
Gery dan Alex pun masuk ke dalam, dan membuat Papah Cesa kaget dengan kedatangan calon menantu yang tidak jadi itu.
"Ger, kamu??"
"Iya Pah...."
Papah Cesa meminta Gery untuk duduk, ia tidak menyangka Gery akan datang ke kantor nya, ia pikir Gery bersama dengan Velia.
"Papah salah kalau menganggap aku pergi dengan Velia, bahkan aku baru saja mendapatkan kabar kalau Vee menghilang.", ucap Gery.... yang memang ia tidak tau apa apa.
Dan ia juga tau kalau calon mertua nya itu mengira kalau dirinya bersama dengan Velia, dan Gery tidak menyalahkan semua nya.
"Lalu, kalau tidak dengan kamu, Velia ke mana??"
Papah Cesa semakin pusing, meskipun beliau sudah diceritakan oleh Vee kalau Vee tidak bersama Gery dan bersama dengan Brisa, tetapi.....Papah Cesa tidak begitu percaya, malahan beliau kaget ketika Gery baru tau tentang hilangnya Vee yang tanpa kabar.
"Maaf Pah, bukan nya aku tidak perduli, tetapi....sama sekali aku tidak menyangka kalau Vee akan menghilang, aku memang sengaja menyibukkan diri, aku pikir....Vee dan Bara....ah....."
__ADS_1
Gery tidak bisa mengatakan nya lagi, ia tidak sanggup untuk mengatakan kalau Vee sudah menikah dengan Bara, ia tidak kuat mendengar berita itu.