Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Aku Lempar


__ADS_3

"Mas ijinin kamu untuk melanjutkan kuliah lagi, tetapi...ada batasan nya dan ingat kalau kamu sudah menikah, bukan wanita single lagi ...."


Velia mengangguk, setelah ia merayu Bara dengan tubuhnya, akhir nya diijinkan untuk kuliah, padahal tanpa merayu pun .. Bara tetap mengijinkan nya, dan itu adalah salah satu permintaan Papah Cesa.


"Makasih Bar, aku ngantuk...tidur ya??"


"Hmm....."


Bara mengeryitkan alisnya, rupanya memang Velia memanggil nya Mas hanya karena ada maunya saja, selebihnya tidak. Bukti nya setelah mendapatkan apa yang dimau, Velia kembali memanggil dengan panggilan seperti biasanya.


Velia bahkan tidak memperdulikan Bara sama sekali, ia hanya melirik sekilas wajah Bara yang cemberut, Velia sebenarnya tau, tetapi... sudahlah... lagian matanya saja sudah ngantuk....


Bara memeluk erat tubuh Velia, setelah di buat jengkel tetapi... akhir nya Bara tersenyum. Pengorbanan nya selaman ini tidak sia sia, bahkan wajah nya sudah babak belur akibat pukulan dari Daddy Brylli dan juga Gery.


Gery?? apakabar dengan dia???


Bara baru ingat kalau ia tadi pagi sampai sore tidak menemukan Gery di sana, padahal ia melihat dan menyalimi kedua orang tua Gery dan juga sekilas melihat Alex, lalu kemana Gery???


Tidak mungkin kalau Gery tidak datang, tetapi...kalau datang kenapa enggak menampakkan wajahnya, apa sesakit itu yang dia rasakan??? sorry bro!! kalau aku harus mengambilnya Velia, aku tau kamu adalah laki laki yang baik, dan menjaga Velia selama ini, tetapi... maaf...rasa cinta ku lebih besar dari rasa cinta yang kamu berikan, di samping aku juga ingin menerima Perjodohan rahasia yang sudah direncanakan sejak dulu, aku juga sangat mencintai Velia, lebih dari apapun juga.


Matanya sudah lelah, tidak ambil pusing lagi dan memikirkan Gery, yang jelas kalau Velia memang sudah mengundang nya, mau datang atau enggak ...itu bukan urusan dan tidak jadi masalah.


Lelah, melihat Velia yang memejamkan matanya, membuat Bara juga ikut ngantuk. Pagi ini, rasanya begitu sangat spesial... karena ia sudah resmi memiliki Velia seutuhnya dan sepenuhnya.


Bara melingkarkan tangannya di perut Velia, lalu memeluk nya dengan sangat erat. Nyaman, Bara merasa sangat nyaman berada di samping Velia.


...***...


"Eeuhhh......"


Velia membuka matanya, tetapi rasanya masih ingin memejamkan mata. Lelah, semuanya dirasa lelah pagi ini, bukan hanya tubuh nya saja, tetapi...juga pikirannya.


Velia melihat ke samping, dan ternyata ada Bara yang masih tertidur dengan tangan yang berada di perutnya...

__ADS_1


Astaga, ternyata... aku tidak mimpi...dan aku sudah menikah dengan Bara....


Velia melihat wajah Bara, kalau tidak pas tidur...mana mungkin Velia mau memandang wajah Bara.


"Tampan"


Satu kata yang tiba tiba terucap dari bibir Velia, dan ia segera menutup mulutnya... menyadari kalau apa yang diucapkan nya bisa di dengar oleh Bara., dan akan membuat Bara semakin besar kepala saja.


Memang tidak diragukan lagi, ketampanan Bara sungguh luar biasa, kalau dilihat lihat... antara Bara dengan Gery memang lebih tampan Bara.


Velia melepaskan pandangan matanya dari Bara, kemudian menghela nafasnya panjang...ia sudah tidak kaget lagi dengan tubuh nya yang hanya menggunakan selimut saja.


Jangankan sekarang sudah sah, dulu sebelum menikah Bara sudah berani melakukan anu anu padanya, apalagi saat ini.


Velia memandang langit langit kamarnya, ia pun menggeleng karena jodohnya adalah Bara, laki laki yang sudah pernah di jodohkan dengan nya, tetapi...Velia langsung menolaknya, dan juga laki laki yang pernah ada di dalam hatinya, yang membuat Velia meninggalkan Jakarta.


Tetapi, Gery???


Seperti yang baru lakukan sebelum tidur, Velia juga tiba tiba mengingat Gery.


Cup.


"Morning kiss sayank, melamun saja..."


"Eh ..."


Velia kaget, karena memang nyatanya ia melamun tadi dan yang di lamunkan adalah Gery, sang mantan terindah.


"I love U sayank, jangan mikirin orang lain, cukup mikirin Mas saja, suami kamu....mandi yuk, setelah ini sarapan dan kerumah Mommy...."


Bara memang sudah berencana pagi ini setelah sarapan ke rumah Mommy, bukan untuk menginap di sana, tetapi...untuk mengambil barang barang yang penting yang perlu ia bawa, karena Bara dan Velia sudah sepakat untuk tinggal di rumah Papah Cesa, dan itu tidak masalah bagi Bara.


"Rumah Mommy?? untuk apa??"

__ADS_1


Bukan nya Velia tidak mau tinggal di sana, tetapi...memang jadwal nya hari ini langsung ke rumah Papah Cesa, bukan ke rumah Mommy.


Velia khawatir kalau Bara tidak menepati janjinya, dan menginginkan untuk tinggal di rumah Mommy Cherry.


"Jangan berpikir yang tidak tidak. Mas hanya ingin mengambil barang barang yang penting sayank...bukan untuk menginap."


Velia mengangguk dan tersenyum, "Oh kirain..."


"Kirain mau nginep gitu...enggak sayank, nginep nya kapan kapan saja, yang penting sama kamu....."


Dan greppp


Bara yang sudah tidak sabaran langsung saja menggendong tubuh Velia, yang membuat Velia kaget dan reflek langsung melingkarkan tangannya di leher Bara.


"Good girl..."


Bara dengan cepat membawa tubuh Velia ke kamar mandi, sudah terlihat di wajah Bara, kalau tidak hanya mandi saja, pasti Bara akan melakukan sesuatu yang hanya bukan mandi saja.


Satu jam kemudian, Bara dan Velia sudah keluar dari kamar mandi, tentu saja ekspresi mereka berbeda. Kalau Velia murung karena habis di garap oleh Bara, berbeda dengan Bara yang tersenyum penuh dengan kemenangan... karena kembali membuat Velia bernyanyi dengan suara merdu nya.


"Cantik banget kalau manyun begitu..."


Bara memang ahlinya membual, bahkan ia tidak perduli dengan istrinya yang masih memajukan bibirnya.


Tidak ada jawaban, yang membuat Bara gemes seketika dan ingin kembali membawa tubuh Velia ke atas ranjang, tidak usah pulang sekalian, apalagi ini hotel adalah hotel milik nya sendiri.


"Apa yang semalam sampai pagi hingga tadi barusan kurang sayank???", goda Bara lagi dengan mendekati Velia dan mengambil pengering rambut..


"Apaan, jangan mesuuummmm...aku lapar..?"


Velia mencoba mendorong Bara, tidak ingin kalau laki laki yang sudah sah menjadi suami nya itu melakukan sesuatu yang iya iya lagi.


"Lapar?? makan Mas saja gimana???"

__ADS_1


"Bara!!!! kamu menjauh atau aku lempar!!!"


Velia sudah menunjukkan taringnya, dan itu artinya kalau Bara memang benar benar harus menjauh, kalau tidak...bisa bisa tidak mendapatkan jatah untuk malam ini.....


__ADS_2