
"Dengan siapa?? apa kamu menemukan bule Australia di sana nak??", tanya Mommy Cheryy.
Bara menggeleng dengan senyuman, tentunya bukan bule ataupun wanita cantik yang sudah ia temukan.
"Siapa Bar?? Daddy siap untuk melamar??"
Ujar Daddy Brylli yang begitu semangat nya mendengar ucapan dari Bar, beliau pikir kalau Bara memang sudah move on dari Velia dan di Australia selama kurang lebih enam bulan sudah menemukan seorang perempuan pengganti Velia.
Sedangkan yang di tanya hanya senyum sembari duduk dengan meminum kopi hitamnya, dan belum juga menjelaskan siapa gadis yang ia maksud.
Begitu juga dengan Mommy dan Daddy yang sudah dibuat penasaran dengan ucapan putra sulung nya, ditanya malahan senyum senyum tidak jelas seperti orang gila, bukannya cepat menjawab nya.
"Bar ... jangan buat Mommy penasaran deh, siapa gadis yang bisa menenangkan hatiku sayank...."
"Velia."
Satu kata yang lolos dari bibir Bara, membuat kedua orang tuanya melotot dan saling pandang.
"Velia??"
Mommy Cherry bertanya lagi, siapa tau pendengaran nya bermasalah karena faktur usia.
"Velia anaknya Papah Cesa??"
Ujar Daddy Brylli yang ikut menimpali ucapan Mommy Cheryy, ia juga sama kagetnya dengan Mommy, atau mungkin ada Velia Velia lainnya yang di temui di Australia, dan tentunya hanya namanya saja yang sama, bukan Velia yang dikenal, putri tunggal Cesa Aditya.
"Iya, Velia anaknya Papah Cesa."
Ting
Suara sendok jatuh mengenai piring, Mommy Cheryy sangat kaget, bukan karena jatuh nya sendok, tetapi karena pernyataan Bara yang mengatakan kalau gadis yang dicintainya adalah Velia putri tunggal dari Cesa Aditya, dan tunangan nya Gery.
Bukan masalah Velia nya, tetapi...kini Velia bukan gadis dengan status single, melainkan sudah menjadi tunangan Gery, dan kedua nya saling mencinta, bukan karena dijodohkan.
"Bar....kamu jangan gila!! kamu tau kalau Vee----"
"Tunangan Gery??", jawab Bara cepat.
__ADS_1
Bara tau Mom, tetapi...Bara tidak menyerah, mereka hanya tunangan saja, belum menikah, lagipula Vee cinta nya sama Bara, bukan Gery.
"Bar!!", teriak Daddy Bryyliant.
Tidak suka dengan ucapan Bara, Daddy takut kalau putra sulung nya mengikuti jejaknya dulu, mencintai milik orang lain, walaupun akhir nya dengan seiring berjalan nya waktu, Daddy bisa melupakan nya.
"Kenapa Dad?? ada yang salah??"
"Selama Velia dan Gery belum menikah, Bara akan tetapi mengejar nya, dan Bara akan membuat Vee jadi milik Bara lagi, dan melanjutkan perjodohan yang dulu sempat di batalkan sepihak oleh Vee."
"Mmm lagipula, kalau Vee sampai menikah dengan Gery, Bara akan merebut nya juga, pokoknya Velia harus jadi milik Bara."
Tidak mau berdebat dipagi hari, Bara memilih untuk meninggalkan ruang makan, tanpa sarapan terlebih dahulu, apalagi ia ada misi untuk mengunjungi Velia di kelasnya.
"Bar!!! pikirkan, jangan gegabah ... ini masalah hati , jangan dipaksa.", ucap Daddy Brylli pada akhirnya.
Tidak tau juga ucapan itu akan di dengar dan di lakukan oleh Bara, melihat Bara seperti itu, Daddy jadi ragu.
"Bara tau Dad, tapi Bara yakin jika Velia masih mencintai Bara. Bara pergi dulu."
Bara salim pada Daddy dan juga dengan Mommy.
Cup
"Dah Mommy...."
Setelah pamitan ke kampus, dan berbicara panjang lebar dengan Mommy tercinta nya, Bara melenggang pergi, dengan senyuman yang mengembang, dan juga tekad yang bulat untuk melepas perhatian dari Velia lagi.
Sementara di dalam rumah, masih di ruang makan, Mommy Cherry memijit pelipisnya, rasa pening tiba tiba datang. Entah lah....ini merupakan berita baik atau buruk bagi Mommy.
Sungguh, beliau senang sekali jika Bara dan Vee dapat bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan yang suci, tetapi....bukan seperti ini caranya.
Bahkan Mommy Cheryy tidak menyangka kalau selama kurang lebih dua tahun ini, putra nya masih memendam cinta untuk Velia.
Mommy tau kalau Bara sering bolak balik Jakarta Jerman, dan berkunjung di kediaman Bunda Rania, tentunya untuk mencari Velia yang kala itu belum ditemukan di mana dia berada, tetapi.... Mommy hanya menyangka kalau Bara cuma ingin berkunjung dan melepas rasa kangen nya, tentunya karena Vee pergi tiba tiba dengan dan tanpa alasan, dan mungkin Bara juga akan curhat tentang masa lalu nya yang kelam, tetapi.... semua nya salah.
Bara malahan mencintai seseorang yang sudah menjadii milik orang lain, walaupun belum menikah, tetapi Vee dan Gery saking mencintai.
__ADS_1
Lalu bagaimana kalau Vee melihat Bara sudah kembali??
Apakah cinta Vee untuk Gery akan goyah dan memilih kembali pada Bara??
Entahlah.... Mommy Cheryy malahan di buat pulang dengan kisah percintaannya anaknya yang satu itu.
"Mommy....jangan dipikirkan."
Daddy yang baru menyelesaikan sarapan nya, melihat ke arah Mommy.
Daddy Brylli pastinya tau apa yang di pikirkan oleh istrinya, belasan tahun hidup bersama dengan Mommy Cherry, membuat Laki laki yang sudah hampir mendekati tua itu paham dengan apa yang dipikirkan oleh Mommy.
"Mommy tidak menyangka saja, mengapa keadaan seperti ini. Mommy takut kalau Bara nekad, Daddy tau kan anak itu seperti apa dan gimana??"
Daddy Brylli mendekati Mommy, dan mengajak istri tercinta nya itu untuk berpindah tempat, mungkin situasi taman belakang membuat Mommy bisa reflek sejenak.
Daddy Brylli menggandeng tangan Mommy Cheryy dengan lembut, meskipun usia nya tidak muda lagi tetapi masih sangat romantis.
"Daddy tau, tetapi....mau bagaimana lagi. Jika mereka berjodoh, sejauh apa dan bagaimana rintangan nya, pasti akan di selesaikan dengan mudah dan pasti ada jalan nya untuk menuju halal."
Mencoba menenangkan Mommy, Mommy tidak mau saja jika ada yang terluka diatas kebahagiaan Bara.
"Tapi Dad??"
"Shutttt....jangan dipikirkan dan jangan di bahas lagi. Biarkan Bara berjuang jika memang dia yakin jodohnya adalah Vee."
Mommy Cherry akhirnya mengangguk, tetapi masih dengan wajah yang sulit diartikan.
"Mommy masuk kamar gih, dandan yang cantik setelah itu ikut Daddy ke kantor. Temani Daddy meeting sebentar dengan klien, setelah itu Daddy akan temani Mommy ke Bandung."
"Beneran Dad?? ke Bandung?? ke tempat Rena kan??"
Daddy Brylli mengangguk, apapun yang akan membuat mood ibu dari lima orang anak ini membaik, akan Daddy lakukan, meskipun ia harus menemani istrinya curhat dengan sahabat lamanya, dan tentu pasti sangat membosankan.
"Yes....Daddy tau saja kalau Mommy kangen dengan sahabat Mommy."
Cup
__ADS_1
Mommy mencium pipi Daddy Brylli, "Tapi....kan tidak weekend??"
"Enggak masalah....kan ada Bara yang mengurus kantor."