Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Surat Yang Terlupakan


__ADS_3

"Surat??"


Vee menggeleng, ia tidak tau surat apa yang di maksud oleh Bara. Ia sendiri juga tidak tau apa apa, apalagi saat di Jerman. Misalkan Bara menitipkan surat itu kepada Bunda atau Ayah nya, tentu saja ia sudah menerima nya.


"Kamu enggak tau???", Vee menggeleng.


Memang ia sama sekali tidak tau menau tentang surat, entah surat apa yang dimaksud oleh Bara.


"Aku pas pertama kali ke Jerman menuliskan surat untuk kamu, tentang semua yang aku alami, dan berharap kamu akan membacanya dan mau menemui aku.", ucap Bara menjelaskan. Ia juga bingung kenapa selama dua tahun ini Vee tidak tau tentang surat itu, apa memang selama dua tahun Vee tidak membuka lemari nya???


Sungguh mustahil jika memang seperti itu, atau ada yang sengaja mengambil surat itu dan membuang nya?? Bara rasa tidak ada, seluruh keluarga Velia baik-baik, meskipun ia pernah menyakiti perasaan Vee, tetapi....itu tidak membuat mereka lantas membenci Bara.


"Aku sama sekali tidak tau tentang surat itu, kamu kasih ke siapa??"


Tidak mungkin orang orang di rumah Ayahnya tidak memberikan surat untuk nya.


"Bukan aku berikan kepada siapa siapa, tetapi....aku menaruh nya di lemari pakaian kamu."


"Astaga Bara, lemari pakaian??? sayang sekali kamu tidak beruntung....sejak kepergian kamu waktu itu, aku juga meninggalkan rumah Ayah dan lebih memilih tinggal di apartemen, untuk jaga jaga kalau kalau kamu datang lagi secara tiba tiba, dan pastinya aku tidak tau karena aku tidak membuka lemari itu."


"Emang apa isinya??"


"Pantas saja kamu tidak menghubungi aku, aku pikir kamu benci sama aku, dan tidak percaya ceritaku...tak tau nya malahan kamu tidak tau tentang surat itu. Isinya?? yah sedikit curhat ku, tentang hubungan ku dengan Meli dan juga aku yang sudah tau kalau kita dijodohkan dan aku ingin melanjutkan perjodohan kita lagi."


Bara sedikit lega, ternyata masalah nya karena Vee sama sekali tidak membuka lemari pakaian sebelahnya, dan itu sebabnya ia tidak tau kalau ada surat untuknya dari Bara.


"Tapi sayang sekali, aku tidak bisa. Aku sudah menjadi tunangan Gery dan tinggal menunggu dia lulus kita akan menikah."

__ADS_1


Deg


Mendengar kata menikah, dada Bara terasa sesak. Ia tidak bisa membayangkan kalau Vee menikah sungguhan dengan Gery. Dan ia sendiri tau kalau Gery saat ini berusaha keras untuk merampungkan skripsi nya, Bara tau dengan kemampuan Gery yang sangat pintar, hanya hitungan Minggu saja laki laki itu sudah bisa menyabet gelar sarjana nya.


'Ini tidak bisa di biarkan, aku harus cari cara untuk membatalkan pernikahan mereka, sungguh aku tidak mau kehilangan Velia.'


Ting


Satu pesan masuk di ponsel Bara, ia mengambil ponsel nya dan membaca pesan itu.


Bara tersenyum penuh kemenangan, karena Bagas mengabarkan untuk segera ke kantor, karena pihak investor yang akan ikut gabung dalam proyek dengan perusahaan Vee sebentar lagi datang.


Dan ini kesempatan untuk Bara, yang akan membawa Vee ke kantor nya.


"Vee, ikut aku ke kantor, karena pihak investor beberapa jam lagi mau membahas proyek kita."


Vee mengangguk, ia juga baru saja di kabari oleh Papah nya, dan kebetulan sekali Papah Cesa tidak bisa datang dan mau tidak mau Vee yang harus ikut ke sana.


Di dalam mobil, Vee hanya diam saja ... ia tidak tau lagi harus mengabari Gery dengan kalimat yang bagaimana, ia takut kalau Gery cemburu lagi.


Tetapi, mau tidak mau...mau Gery nanti cemburu apa tidak, Vee akan tetap memberitahu kan kepada Gery dan meminta menjemput saja di kantor Bara.


Bara melirik sekilas ke arah Vee, ia tau kalau gadis cantik itu sedang berbalas pesan dengan Gery.


"Nomer kamu berapa Vee?? kita partner kerja tetapi aku tidak punya nomer kamu."


"Tidak perlu tau, kalau ada apa apa, kamu bisa menghubungi Papah."

__ADS_1


Entah kenapa Vee malas untuk memberikan nomer ponsel nya kepada Bara, tanpa Bara tau saja nomer nya, laki laki itu sudah seperti penguntit saja., apalagi kalau Bara tau nomer nya...pasti sudah seperti peneror yang siap meneror nya.


"Ckkk pelit!! awas saja kalau aku sudah tau nomer kamu, kamu akan aku teror."


"Hmmm enggak takut!!"


Bara mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, tidak seperti kemarin kemarin yang melajukan mobilnya dengan santai dan sangat pelan, hingga Vee malas berada di dekat Bara.


"Pelan pelan Bar!!!"


"Kemarin sudah pelan kamu suruh kencang, sekarang aku ngebut kamu minta pelan, aku malahan pengen ngajakin kamu ke hotel deh kalau seperti ini."


"Ngawur!! otak kamu ngeres!! mesuuummmm dan perlu di cuci."


"Hahahaha.....kamu yang ngeres!! emang nya ke hotel hanya untuk ituan saja???"


Vee mencebik bibir nya kesal, ia sudah malu dengan apa yang telah di ucap kan nya.


"Apa jangan jangan kamu juga mau begituan sama aku??? aku juga mau sayank...dan pastinya aku akan tanggung jawab untuk nikahin kamu nantinya, percaya deh!!"


"Au sakit!!"


Vee memukul wajah tampan Bara dengan tas mahalnya, kalau perlu malahan sekalian bibir nya yang akan ia robek agar tidak berbicara lagi.


"Bagaimana kalau wajahku tidak tampan lagi Vee?? bagaimana nanti dengan anak anak kita??"


"Hah??? ngomong sekali lagi gue timpuk beneran deh, sekalian saja mulut kamu gue sobek sobek!!"

__ADS_1


"Ih....jahat sekali!!"


"Bodo'!!"


__ADS_2