
Setelah mendengarkan ucapan dari Bagas, Bara pun mengembangkan senyumannya, walaupun rasa sakit di kepala dan juga di tangan nya, namun.... mendengar kalau Vee sudah menunggu nya dari tadi sore, membuat Bara lupa akan rasa sakit itu.
Dan Bara malahan merasa kalau Vee masih ada rasa cinta untuknya, meskipun ia tidak melihat langsung bagaimana khawatir Vee, tetapi dari cerita Bagas, itu sudah cukup membuat nya yakin kalau gadis cantik itu masih ada rasa untuk nya.
Bukan hanya Bara yang senang, Bagas juga...ia begitu bersyukur karena sahabatnya nya tidak mengalami amnesia seperti apa yang di katakan oleh Dokter, dan itu membuat nya tenang, meskipun terkadang Bara sangat menyebalkan.
"Hubungin Vee, Gas. Minta dia ke sini malam ini, gue kangen."
Hanya karena kangen, Bara meminta Bagas untuk menghubungi Vee kalau perlu malahan menjemput gadis cantik itu.
Bahkan Bara sendiri lupa kalau ini sudah jam berapa, padahal baru saja Bagas mengatakan kalau sudah malam, tetapi...rasa kangen nya mengalahkan segalanya.
"Lo gila!! atau amnesia??? baru saja gue mengucap syukur atas sadarnya Lo, dan juga Lo tidak ilang ingatan , bisa mengingat semua nya, tetapi.....kenapa sekarang jadi beda."
"Emang ada yang salah?? gue kangen bro!!"
"Kangen ya kangen, tapi apa Lo enggak lihat ini sudah jam berapa?? lagipula yang ko kangenin adalah tunangan orang. Sadar Bar!!"
Aneh .... Bagas kembali merasa dilema, padahal ia bukanlah pelakunya. Tapi entah mengapa, rasa rasanya tidak tega jika melihat sahabat nya menderita karena kehilangan Velia, tetapi...ia juga tidak mungkin melancarkan aksi sahabat nya yang akan menghancurkan hubungan Velia dengan Gery.
Bara terdiam, rupanya ucapan Bagas menusuk sampai ke relung hatinya. Hingga membuat laki laki itu tidak bisa berkata apa apa lagi.
"Sorry....."
Melihat Bara yang terdiam tanpa suara dengan pandangan mata nya yang berbeda, Bagas langsung menghampiri sahabat nya dan meminta maaf.
Bagas salah, seharusnya ia tidak berkata seperti itu, yang akan membuat Bara jadi berpikir dan tentu saja sangat berpengaruh pada kesehatan nya.
"Besok gue bawa Vee kesini, tapi jangan sekarang. Kaisihan anak orang sudah malam Lo suruh nemenin, lagipula Vee tadi sangat capek Bar...biarkan dia istirahat."
Bara tersenyum, ia baru sadar kalau ternyata memang sudah malam, walaupun ia kangen ... tetapi tidak seharusnya memang meminta Vee ke sini.
__ADS_1
"Hubungin Mommy saja, tapi jangan bilang ke Vee kalau gue sudah sadar, dan bilang juga sama Mommy kalau gue baik baik saja, tidak amnesia, dan larang Mommy ke sini malam ini."
Yah, setelah memikirkan Vee, Bara langsung teringat Mommy nya. Pasti Mommy Cherry sangat mengkhawatirkan nya, dan tentu saja ia tidak ingin sang Mommy kepikiran.
Bagaimana pun, Bara anak manja nya Mommy Cheryy. Ia tidak mau Mommy kenapa kenapa karena memikirkan kesehatan nya.
"Oke....."
Bagas meninggalkan Bara, ia kemudian duduk di sofa dan mengirimkannya pesan untuk Mommy Cheryy. Memang terlihat tidak sopan memberikan kabar lewat pesan singkat, tetapi...ini sudah malam, tentu saja Bagas tidak ingin mengganggu istirahat kedua orang tua Bara, lagipula berita baik.
Bukan hanya menghubungi kedua orang tua Bara, Bagas juga mengirimkan pesan kepada Vika, yah...gadis itu sejak tadi menunggu kabar dari Bagas, dan tentu saja ia sudah ingin menjenguk Bara tadi sore, tetapi.... tidak bisa.
"Lo mau makan??"
Setelah memberikan kabar , laki laki itu kembali di samping Bara. Ia yang malam ini memang bertugas untuk menemani dan juga menjaga Bara, tentu saja tidak ingin sahabat nya itu kelaparan.
"Gue enggak lapar."
"Tidak perlu, Lo kalau mau makan , makan aja, gue bisa sendiri."
Bagas akhir nya diam, ia tidak mau lagi menawan makanan untuk Bara, percuma saja mau nawarin makanan yang enak pun pasti di tolak.
"Segera lah pagi, aku kangen kamu Vee....".
Ucapan Bara tadi membuat Bagas kaget, kenapa setelah kecelakaan Bara jadi semakin semangat untuk merebut Vee, apa sebelum kecelakaan ada sesuatu yang didengar nya???
Dan Bagas juga belum bertanya pada Bara mengapa Bara bisa melawan rambu lalu lintas, hingga mobil nya menabrak truk kontainer dan terpental???
Bagas sendiri curiga dengan kecelakaan tadi siang, dan pastinya ada hubungan nya dengan Vee dan juga Gery.
Tidak bisa tidur, akhir nya Bagas kembali lagi ke samping Bara, setelah ia tadi sempat selonjoran di sofa.
__ADS_1
"Lo tadi siang kenapa??? apa yang diucapkan Gery dan Vee??"
Begitu juga dengan Bara, ia belum bisa tidur meskipun matanya mengantuk.
Bara tidak bisa berbohong kepada Bagas, dari dua tahun yang lalu, Bagas lah teman curhat nya. Memang sedikit lebay, laki laki bisa curhat masalah hatinya dengan seorang laki laki juga
Tetapi, hanya Bagas lah yang mengerti akan isi hatinya, dari dulu hingga sekarang.
"Gery mau nikahin Vee dua bulan lagi.", ucap Bara sendu.
Ia kembali bersedih, ketika mengingat ucapan Gery, dan itu yang membuat nya jadi hilang kendali siang tadi.
"Karena itu??"
Sebenernya Bagas sudah menebaknya, kalau semua ini karena Bara yang mungkin sakit hati mendengar ucapan Gery, tetapi ...itulah kenyataannya... dan jika itu sampai terjadi, Bara tidak bisa berbuat apa apa.
Bara mengangguk, "Dan jangan minta ke gue untuk merelakan Vee, sumpah!! gue enggak bisa Gas."
Bagas no coment, kembali lagi ... ia di situasi yang sulit, mau memberikan pengertian pada Bara, tetapi....itu tidak mungkin.
"Gue tidak akan meminta Lo untuk merelakan Vee, gue tau apa yang ada di dalam diri Lo, dan juga gue tau seberapa besarnya rasa cinta Lo ke Vee."
"Thanks bro!! dan mulai saat ini gue akan menyusun strategi untuk bisa mendapatkan Vee, apapun caranya.", ucap Bara tersenyum licik.
Sedangkan Bagas, hanya diam saja....ia tidak bisa lagi mencegah atau memberikan pengertian pada sahabat nya, yang jelas jelas sudah terlanjur jatuh cinta sejatuh jatuhnya kepada Velia.
'Ah sudah lah, cinta memang buta."
Sedangkan di tempat lain, Vee memegangi ponselnya dari tadi, ia begitu gelisah karena memikirkan nasib Bara dan menunggu Bagas mengabarinya, tetapi...mengapa sampai saat ini .... Bagas juga belum mengabari, apa Bara belum sadar?? atau terjadi sesuatu yang fatal dengan Bara??
Ingin rasanya malam ini Vee meminta Gery untuk mengantarkan ke Rumah Sakit untuk melihat kondisi Bara saat ini, tetapi...itu tidak mungkin... karena pastinya Gery tidak mengijinkan nya, tentu saja selain cemburu....Gery juga tidak mau kalau Vee kurang istirahat.
__ADS_1