
Malam ini, waktu Australia....Bara dan juga beberapa tim nya sudah bersiap untuk pulang kembali ke tanah air, tentunya setelah menyelesaikan pekerjaan yang membuat Bara harus menguras tenaga dan juga pikirannya.
Belum lagi ia memikirkan gadis yang sangat di rindukan nya, yang tentu nya sejak kepergian nya ke Australia, Bata sama sekali belum pergi ke Jerman.
Yah, meskipun tidak bisa melihat Velia, tetapi....Bara hampir satu bulan sekali ke Jerman, entah lah....ia merasa kalau Vee ada di negara itu.
Setiap berangkat ke sana, hatinya berbunga-bunga dan berharap bisa bertemu dengan Vee, tetapi....seakan akan nasib baik belum berpihak padanya. Selama dua tahun bolak balik ke Jerman, Bara tidak berhasil bertemu dengan Vee, bahkan ia juga tidak bisa menghubungi Vee.
Dan kini, penantian selama dua tahun terbayar sudah, bukan ia sudah berhasil menemukan di mana Vee berada, tetapi....Vee sendiri yang datang dan akhir nya memutuskan untuk tinggal kembali ke Indonesia, dengan alasan kesehatan Papahnya.
"Apakah aku harus senang?? karena berkat Papah sakit, aku bisa bertemu kembali dengan Vee, tetapi....."
Lagi lagi ..hatinya seakan akan teriris, kala mengingat tadi sore waktu Jakarta, Gery sudah melamar Vee, dan tentu nya itu membuat hatinya menjadi sakit.
Bertahun tahun ia menginginkan Vee kembali dalam pelukan nya, tetapi...Vee memang kembali, namun....bukan ke dalam pelukannya, tetapi...pelukan laki laki lain.
Haruskah Bara mengikhlaskan nya??? tidak?? Bara bukan laki laki yang hanya diam dan pasrah saja, apalagi ini menyangkut hati. Entah lah ... padahal dengan Meli dulunya tidak seperti ini, ia dengan mudah melepaskan nya, meskipun hatinya sesak dan menjerit menahan sakit, tetapi....tidak untuk Velia saat ini.
Yah, hanya tunangan saja, belum menikah....pikir bara seperti itu, dan tentunya Bara masih punya kesempatan, apalagi ia sudah tau kalau Vee mencintai nya dari dulu, bahkan Bara juga yakin jika sampai sekarang Vee juga masih mencintai nya.
Dan juga Bara mempunyai senjata yang ampuh untuk membuat Vee kembali lagi ke sisinya, dengan perjodohan rahasia yang sempat di batalkan oleh Vee, dan Bara sudah memutuskan untuk melanjutkan nya lagi, tidak perduli dengan status Vee saat ini.
"Semua sudah siap Bar!!"
Bagas datang membuyarkan lamunan Bara, dan ia pun mengangguk.
"Ayok...gue sudah tidak sabar untuk bertemu dengan dia!!"
Bara menyunggingkan senyuman nya, ia sangat bersama sekali untuk pulang ke Indonesia, dan membuat Bagas dan Vika saling memandang kemudian menggeleng.
__ADS_1
Mereka bahkan jarang melihat Bara segembira ini, dengan senyuman yang mengembang di bibir nya dan juga semangat yang seperti nya tidak pernah luntur.
Bagas mengikuti Bara dari belakang, tetapi tidak dengan Vika yang masih saja berdiri dan menatap punggung Bara yang kian menjauh.
"Apa kamu sebahagia itu Bar?? apa kamu memang benar benar mencintai nya?? sampai sampai kamu tidak menganggap aku ada??"
"Aku iri dengan dia!! dua tahun aku yang bersama Bara, tetapi tidak bisa mengambil hatinya, sementara kamu!! kamu yang meninggalkan Bara , tetapi Bara masih berjuang untuk kamu."
"Kalau kamu tidak menjalin hubungan dengan laki-laki lain, mungkin aku akan mengalah, tetapi ...."
"Vika!!", teriak Bagas.
Tetapi Vika tidak mendengar nya, dan Bagas yang melihat nya kesal, dan menghampiri gadis cantik itu.
"Isshhhh....Lo pengen di tinggal di sini??"
Ujar Bagas dengan langsung menarik tangan Vika, meskipun bibir nya ngomel, tetapi...tangan nya bergerak untuk menarik tangan Vika, yang seperti nya sedang melamun.
"Jalan sendiri?? yang ada kita berdua di tinggal di sini. Gue dari tadi manggil nama lo, tetapi...Lo nya malahan asik melamun, bahkan tidak mendengar teriakan gue. Ngelamunin apa??"
Mereka berdua berjalan menuju ke bawah tentunya Bara sudah ada di mobil. Tadinya Bagas hendak masuk ke dalam mobil tetapi, ia melihat Vika yang tidak ada dibelakang nya, dan otomatis Bagas menggeleng...dan langsung saja menyusul Vika ke atas, yah....Bagas yakin kalau Vika masih di atas.
"Tidak ada apa apa."
Raut wajah Vika jadi berubah, apalagi waktu mendengar akan kembali ke Indonesia, bukannya senang tetapi malahan sedih, dan Bagas tau kenapa.
"Jangan mikirin Bara, ikhlaskan saja....gue takut kalau lo semakin berharap padanya, Lo akan sakit hati. Kita bertiga sudah sahabatan selama dua tahun ini, dan...Lo tau sendiri bagaimana cerita dan juga usaha Bara untuk mendapatkan kembali cinta Velia, yah.. meskipun gue tidak dukung kalau Bara merebut milik orang lain, tetapi...Lo tau sendiri, bahagia Bara dan di tangan Vee."
Vika diam, bukannya ia tidak tau, tetapi masalah nya status Vee sekarang, yah sebenernya antara dirinya dengan Bara mempunyai kesamaan, sama sama masih mengharapkan sesuatu yang belum pasti juga.
__ADS_1
"Masuk Vik!!"
Kasusnya masuk ke dalam mobil, dengan Vika di belakang bersama Bara dan Bagas di depan di samping supir.
Vika yang sudah duduk, melirik sekilas ke arah Bara yang sedang melihat ke arah ponsel nya. Vika tau kalau Bara lagi melihat foto Velia , apalagi dengan wajah Bara yang tersenyum.
"Bar.... bagaimana kalau lo tidak bisa mendapatkan Vee??"
'Astaga.... mengapa Lo tanyakan itu Vik??', batin Bagas yang menyayangkan ucapan Vika.
Belum apa apa Vika sudah mematahkan hati Bara, tentunya Bara sendiri tidak senang dengan ucapan Vika barusan.
Bara memasukkan ponselnya, ia kemudian melihat ke arah Vika, menatap tajam gadis cantik tetapi tidak membuat Bara tertarik.
"Gue akan berusaha untuk mendapatkan Vee, apapun caranya. Jika gue gagal, gue tidak akan menikah seumur hidup gue!!"
Ucap Bara yang membuat Vika dan Bagas melongo tidak percaya, bagaimana pikiran Bara bisa seperti itu.
"Bar!! apa lo enggak mau membuka hati untuk perempuan lain?? sadar Bar, Vee sudah tunangan dengan Gery, dan lo------."
"Cukup Vik, gue enggak mau mendengar apa pun yang berkaitan dengan Vee, gue yakin...Vee akan menjadi milikku. Jadi, berhenti lah untuk membuat gue menyerah mengejar Vee, karena gue tidak akan berhenti sebelum mendapatkan Vee."
Glekk
Vika akhirnya diam, sudah tidak bisa berkutik lagi. Ia tau bagaimana besarnya rasa cinta Bara untuk Vee, dan ia tau ..... semakin ia menentang Bara, ia akan menghancurkan persahabatan nya sendiri, bahkan Bara juga akan membencinya.
"Maaf....jika gue salah ngomong, tetapi... sebaiknya jangan terlalu berharap pada gue, cinta gue hanya untuk Velia."
Bara yang melihat Vika menunduk, ia merasa bersalah.... tetapi....ia tidak mungkin membuat Vika berharap banyak padanya, karena ia hanya menganggap Vika hanya sahabat saja, tidak lebih.
__ADS_1
"Iya, gue tau.", jawab Vika dengan memalingkan wajahnya, rasa sesak di dalam dadanya, tetapi...ia tidak bisa memaksakan Bara untuk mencintai nya.