Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Om Tua


__ADS_3

Tidak ada yang bisa menjawab ucapan Gery, Brisa Hana diam saja sembari matanya melihat ke arah Gery yang tentu saja ia paham betul apa yang terjadi.


"Apa kamu tidak ingin bertemu dengan Velia???"


"Apa kamu mau melihat aku membawa Velia?? tentu tidak bukan??".


Jawaban dari Gery membuat Brisa mematung seketika, ia tidak tau lagi harus bagaimana menghadapi laki laki yang saat ini sedang patah hati...


"Bukan begitu...."


Jawab Brisa pada akhirnya, ia harus meluruskan apa yang ia ucapkan tadi, supaya tidak terjadi kesalahpahaman, meskipun sebenarnya tidak ada yang salah dengan pertanyaan nya...


Tetapi, Brisa tau .. keadaan Gery saat ini tidak baik baik saja, otaknya tidak bisa berpikir secara jernih, mengingat sesuatu yang baru saja terjadi dalam hidup Gery.


"Aku tau... tetapi...aku tidak sanggup untuk melihat Velia dari jarak dekat, apalagi harus mengucapkan kata selamat padanya, sungguh .. hatiku tidak sanggup untuk melakukan nya ...."


"Aku paham, maaf....."


"Tidak mengapa, dan seperti nya aku harus pergi... sampaikan salam saja aku pada Velia, walaupun berat . tetapi... semoga bahagia...."

__ADS_1


"Iya, hati hati Ger...."


Gery mengangguk, sebelum ia melangkahkan kakinya untuk menuju ke mobil, laki laki itu terlebih dulu menatap gedung pernikahan Velia dan Bara, di mana di sana sedang berlangsung acara nya.


Gery menghela nafas, sudah cukup ia melihat dan mendengar kenyataan pagi ini, dan saatnya ia harus melangkah kan kakinya...untuk pergi dari Jakarta, membuang semua masa lalu yang sangat indah, entah apa Gery bisa melupakan Velia secepat nya, atau tidak.


"Jalan Lex...."


Gery rupanya tidak ingin berlama lama di area gedung itu, bukan nya ia tidak mau, tetapi...ia memang tidak bisa. Rasa sakit di hatinya masih terasa, andai saja ia bisa menghapus nya, akan ia lakukan saat ini juga.


Sepanjang perjalanan, Gery hanya diam...bukan karena sariawan, atau karena tidak ingin berbicara dengan Alex, tetapi... ia memejamkan matanya, mencoba untuk melupakan semua yang terjadi, entah itu dulu atau hati ini.


Gery kembali menangis, tetapi...ia juga langsung menghapus air matanya yang mengalir. Rasa nya tidak pantas saja kalau ia masih menangisi keadaan nya, apalagi Velia memang bukan miliknya.


Beberapa menit kemudian, Gery sudah sampai di Bandara...


Ia keluar dari mobil, dan melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam.


'Semoga, jika aku kembali....aku sudah bisa move on dari kamu yank....', batin Gery yang sebenarnya masih enggan untuk meninggalkan Jakarta.

__ADS_1


Brukkk


"Shitttt........"


"Au ..sial@n!!!!"


Dua orang yang bertabrakan itu saling mengumpat, baik Gery maupun gadis kecil yang ada di depannya.


"Kalau jalan pakai mata Om!!!", ketusnya dengan kembali membenarkan pakaian.


"Gila, dasar bocil....kalau jalan itu pakai kaki, bukan pakai mata...."


"Bocil??? awas saja Om om tua, kalau ketemu lagi....habis kau!!! ingat wajahku baik baik Om...dan aku juga akan mengingat wajah Om tua b@ngka yang menyebalkan!!!"


"Kau!!!!"


Gadis itu lalu pergi setelah memaki maki Gery, tidak perduli siapa orang yang di makinya tadi.


"Dasar anak SMP, masih kecil saja belagu!!!"

__ADS_1


Gery melangkahkan kakinya kembali, bertabrakan dengan gadis abege membuat dirinya bisa melupakan sejenak tentang kesedihan yang saat ini menyayat hati....


__ADS_2