Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Aku Akan Ke Sini Lagi


__ADS_3

Setelah satu jam lamanya menerimanya panggilan video call dari Gery, Vee merasa tenang. Setidaknya ia lega karena meninggalkan orang orang yang disayangi di sana. Terlebih dengan Papah Cesa, yang juga nampak baik baik saja.


"Aku akan merindukan kalian, tunggulah...."


Vee memang tidak berniat tinggal lama di Jerman, bukan ia tidak suka dengan kehidupan keluarga barunya Bunda nya, tetapi....ia masih memikirkan kesehatan Papah nya, takut kalau kejadian balasan tahun menimpa kembali...karena tidak kuat menahan rindu dan juga memikirkan nya.


Vee sudah bertekad, ia akan segera pulang ke Indonesia setelah meyakinkan hatinya, jika sudah benar benar move on dari Bara.


Gadis itu masih berada di halaman belakang, memandang suasana di depannya yang banyak sayuran dan kolam ikan yang siap di panen.


Entah apa tujuan Bunda Rania melakukan ini semua, membuat taman sederhana sesuai dengan keinginan Vee.


Mungkin Bunda juga berharap jika suatu saat Vee bisa kembali bersama dengan nya, setelah belasan tahun berpisah.


.


.


.


.


Satu Minggu kemudian.


Bara hari memutuskan untuk pulang ke Indonesia, ia buka menyerah.... tetapi lebih memilih untuk bersabar dan pelan pelan menghargai keputusan Vee yang entah sekarang di mana.


Bukan di mana nya, bahkan Bara yakin sekali kalau Vee ada di Jerman, ia bisa merasakan degupan jantung nya yang kian berdetak kencang, tetapi....sayang sekali,... keluarga Vee terlalu rapi untuk menyembunyikan keberadaan gadis itu.


Bara juga sudah mendengar kabar penilai Meli dengan Dio, dan juga berita kalau mereka akan melanjutkan kuliah dan membangun bisnis keluarga di Jepang.

__ADS_1


Tidak masalah, toh memang kenyataannya seperti ini. Tiga tahun hanya menjaga jodoh orang, meskipun sakit.... tetapi inilah takdir.


Bara tersenyum kecut, setelah melihat pesan yang dikirimkan oleh Meli dan juga Dio, mereka berdua meminta maaf, bukan hanya karena kesalahannya, tetapi juga karena tidak bisa menemani Bara secara langsung, dan Bara tau alasannya kenapa.


Tidak ada yang perlu di ributkan lagi, toh semuanya sudah terjadi. Dan yang paling penting....Dio memang mencintai Meli, hanya caranya saja yang salah.


"Semoga kalian bahagia, dan aku akan merebut kebahagiaan aku, meskipun sangat sulit untuk ku gapai."


Bara yang sudah siap langsung turun ke bawah, ia sebelum nya memandang kamar Vee, yang pastinya akan selalu ia rindukan. Mungkin jika ia belum menemukan gadis itu, Bata akan berkunjung ke sini ..hanya sekedar melepas rasa kangen nya, meskipun tidak bisa melihat wajah nya.


"Aku pulang, tetapi aku akan kembali.", gumamnya pelan sembari tangannya menutup pintu kamar Vee.


Bara menuruni anak tangga satu persatu, dan di bawah sudah di sambut oleh Bunda Rania, Ayah Arga, kedua adik Rania dan juga Oma, semua nya menyambut dan tersenyum ke arah Bara.


"Jadi pulang??", Bara mengangguk.


"Sebenarnya ingin tinggal lama di sini Bun, tetapi kasihan Daddy yang sendiri an mengurus semua nya."


Ujar Ayah Arga yang memang sudah hafal betul dengan Daddy nya Bara, karena sudah lama beliau bersama , dan kini merindukan saat saat bersama.


"Ayah balik saja ke Indonesia, bantu Daddy lagi.", ucap Bara asal.


"Dan kamu yang enak enakan jalan jalan, pacaran dan menghambur hamburkan uang??"


"Oh...tentu saja iya....", jawab Bara enteng.


"Dasar, tidak beda dengan bapaknya."


"Anak nya yah, harus itu!!"

__ADS_1


"Sudah sudah....sarapan dulu, nanti ketinggalan pesawat."


Bunda Rania menghentikan obrolan mereka, kalau tidak begitu bakalan panjang urusannya, enggak kelar kelar.


.


.


"Aku akan merindukan kalian ", ucap Bara dengan berpamitan kepada keluar Vee.


"Sering seringlah kesini sayang, pintu rumah Bunda terbuka lebar untuk kamu."


"Iya Bunda."


Bara masuk ke dalam mobil Ayah Arga, dan pagi ini Ayah Arga yang akan mengantarkan Bara ke bandara.


"Bara tau yah, kalau Vee ada di sini, dan kalian menyembunyikan nya."


Ayah Arga tersenyum, dengan melirik ke arah Bara sekilas.


"Maaf, mungkin memang sebaiknya kalian tidak bertemu dulu, kamu sudah tau kan apa yang menjadi alasan kepergian Vee??", Bara mengangguk.


Ayah Arga sebenernya tidak tega melihat kondisi Bara seperti ini, tetapi....lebih tidak tega lagi jika membiarkan mereka bertemu, apalagi Vee mengetahui keadaan Bara yang sebenarnya.


"Hati hati, sampaikan salam Ayah kepada Daddy mu."


"Iya Yah."


Bara keluar dari mobil Ayah Arga, dan masuk ke Bandara sendirian, karena Ayah tidak bisa mengantarkan sampai dalam.

__ADS_1


Sebelum masuk ke dalam, Bara melihat sekeliling nya. Dan berharap ada seseorang yang menemuinya, tetapi....semua hanya angan angan saja.


"Aku akan ke sini lagi."


__ADS_2