Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Menemukan Velia


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Gery sudah sampai di alamat yang diberikan oleh Papah Cesa, dan ia segera turun dari mobil....tentu saja dengan tidak sabaran nya ia meninggalkan Alex yang masih berada di dalam mobil itu.


Tok....tok...


Gery mengetuk pintu rumah yang tertutup rapat, sembari menunggu di bukakan pintu, Gery mengedarkan pandangan matanya ke segala arah, tentu saja.....ia tidak menemukan tanda tanda keberadaan Velia di sini, apalagi tidak adanya mobil Velia, karena menurut informasi dari Papah Cesa, Vee ke Bogor dengan membawa mobil nya sendiri.


Ceklek


Seorang wanita yang tidak begitu tua tetapi tidak begitu muda, membukakan pintu....


"Siang Bik, Velia nya ada??"


Bibik itupun nampak ragu untuk menjawab, bukan karena beliau diminta untuk tidak mengatakan sesuatu kepada orang lain, tetapi...bibik bingung dengan laki laki yang ada di depannya ini.


"Saya Gery...."


Akhirnya Gery mengatakan siapa dirinya, karena ia melihat bibik yang bingung, mau menjawab apa tidak, dan ragu ragu dengan orang yang mencari nama majikan nya itu


"Astagfirullah....den Gery, maaf den ...bibik tidak tau."


Yah, bibik memang belum tau wajah dari Gery, yang ia tau...kalau Velia sudah bertunangan dengan Gery dan akan segera melangsungkan pernikahan nya, tidak tau saja kalau ada insiden yang mengakibatkan gagalnya acara itu .


"Tidak apa apa bik, di mana Velia?? ada di dalam kan??"


"Tidak den, non Vee dan Non Brisa ke pantai sudah dari pagi...."


"Pantai?? pantai mana??"


"Pantai yang ada di desa sebelah den, tidak begitu jauh tetapi... lumayan untuk ke sana."


Setelah mendapatkan arah petunjuk... Gery memutuskan untuk pamit dan langsung saja mencari di mana Velia berada.


...****...


Setelah memakan waktu yang lumayan lama, akhirnya Gery bisa bernafas dengan lega....ia sudah melihat mobil Vee yang terparkir di area pantai.


Gery pun tersenyum, karena sudah berhasil menemukan di mana Velia berada, meskipun ia tidak tau...ending dari cerita ini bagaimana.


Dengan langkah pasti, Gery yang sudah lebih dulu turun dari mobil dan kembali meninggalkan Alex, menghampirinya Velia, ia tau kalau tunangannya itu suka sekali dengan air, bahkan bisa betah lama lama memandangi ombak yang sedang berkejaran.

__ADS_1


Baik Velia maupun Brisa tidak tau kalau Gery ada di sini, bahkan sudah berdiri dibelakang mereka.


Hingga.... Gery yang tidak tahan, langsung saja bersuara.


"Kamu tega yank.....jalan jalan enggak ngajakin aku."


Deg


Velia yang masih asik dengan permainan pasirnya, langsung saja kaget dan menoleh ke belakang.


"Gery??"


Velia menutup mulutnya tidak percaya, karena ia tidak menyangka kalau Gery sudah berada di belakang nya.


Vee yang tadinya duduk manis di bawah, ia berdiri dan menatap Gery dengan mata yang berkaca-kaca.


Gery pun sama, ia merentangkan tangannya dan berharap Vee akan masuk ke dalam pelukannya.


Vee tersenyum, tidak dapat ia pungkiri kalau dirinya kengen dengan Gery, Vee pun mendekati Gery.. dan masuk ke dalam pelukannya.


"Aku kangen....kamu jahat, tidak ada kabar sama sekali, dan berlibur tanpa aku...", ucap Gery di sela sela pelukannya, ia pun tanpa sadar meneteskan air mata nya, entah mengapa memeluk Velia saat ini membuat nya mengeluarkan airmata.


"Aku juga, maaf....aku hanya ingin sendiri....."


"Sendiri??? curang...ada Brisa di sini mengapa bilang sendiri??"


Gery mencoba untuk membuat Velia tersenyum, meskipun ia tau .. senyuman yang diberikan oleh Vee hanya palsu saja.


"Kan hanya berdua....tidak ramai ramai.", jawab Vee yang masih terisak dan mengeluarkan air mata nya.


"Jangan bersedih...katanya mau senang senang disini, aku temani ya....", Velia mengangguk....


Bukan ingin mengingkari janji nya kepada Bara, tetapi. ia memang butuh waktu berdua dengan Gery, memang perpisahan itu menyakitkan..... tetapi .... ia tidak mau ada perasaan bersalah atau apapun juga, awalnya bertemu dan menjalin hubungan dengan baik baik, berpisah pun harus dengan baik baik.


Sedangkan Brisa, hanya mematung melihat dua sejoli yang saling mencintai tetapi sebentar lagi akan berpisah karena sebuah keadaan.


Brisa pun tidak ingin menganggu, ia membiarkan Velia bersama dengan Gery, karena ia tau ... Vee memang butuh Gery saat ini.


"Kita jalan jalan yuk!!", ajak Alex yang sudah ada di belakang Brisa.

__ADS_1


"Alex.... boleh lah....yuk ..."


Akhirnya daripada melihat dua insan yang entah mereka senang atau sedih, Alex mengajak Brisa untuk pergi dari pantai itu tentu saja, Alex sudah mengirimkannya pesan kepada Gery kalau mengajak Brisa keluar, dan nanti akan mengantar pulang..


"Apa kabar??", tanya Gery.


Mereka susah duduk di pasir, dengan mengambil batu batu kecil dan dilempar nya, sesekali berteriak memanggil datang nya ombak.


"Aku... seperti yang kamu lihat, dan bagaimana kamu bisa tau kalau aku ada di sini??",


Velia lupa kalau ia pernah mengatakan kepada Gery kalau dirinya ingin berkunjung di tempat yang indah dan juga sepi. ...


"Apa kamu lupa, kalau kamu pernah bilang ke aku akan berlibur di tempat ini, tempat di mana jauh dari peradaban tetapi.... dengan suasana yang begitu menyejukkan...."


Velia mengangguk, "Tetapi... aku kan tidak memberitahukan kepada kamu, alamat rumah yang aku tempati...."


Gery tersenyum, ke kemudian mengambil tangan Vee dan memegang nya dengan sangat erat, berharap ia tidak akan pernah melepaskan genggaman tangan itu, dan akan ia genggam selama nya.


"Aku tanya sama Papah, lalu aku datang ke rumah itu...dan bibik bilang...kamu ada di sini...."


Velia menghelat nafasnya, Gery memang yang paling tau tentang diri nya, meskipun dia terlambat untuk menemukan nya


"Maaf....aku baru tau kalau kamu menghilang...."


"Bukan menghilang, tetapi....memang sengaja menghilang diri...ingin rasanya aku tidak kembali lagi dan berharap tidak ada orang menemukan aku."


"Termasuk aku??"


"Aku berharap begitu, meskipun hatinya berkata lain...maaf....aku sudah banyak mengecewakan kamu Ger...."


Tidak tahan, Velia kembali mengeluarkan airmata nya.....ia tidak kuat dengan perhatian yang diberikan oleh Gery kepada nya, andai saja ia boleh egois seperti Bunda nya dulu, ...ia pasti akan memilih bersama dengan Gery...apapun yang terjadi, terlebih Gery menerima nya apa adanya, tetapi...ada orang lain yang harus dipikirkan ...bukan Bara tentu nya


"Jangan nangis lagi... katakan padaku, aku harus apa dan bagaimana??? kamu tidak salah, kamu juga tidak mengecewakan aku...aku sayank sama kamu, dan aku sangat mencintai mu...."


Gery kembali menarik tubuh Velia, ia pun memeluk Velia seakan akan tidak ingin melepaskan nya.


"Berjanjilah....kamu akan tetap tersenyum, meskipun tidak bersama dengan aku....."


Gery menggeleng, ia melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik Velia.

__ADS_1


"Bagaimana bisa?? kamu adalah hidup ku dan kamu adalah kebahagiaan ku, apa aku bisa hidup tanpa kamu?? apa aku bisa tersenyum tanpa kamu disisiku???"


Bara menautkan kening nya dengan kening Velia...."Aku tidak bisa Sayank....aku mencintaimu.... menikah lah dengan ku, aku akan menerima kamu apa adanya, kalau perlu kita akan tinggalkan Indonesia..."


__ADS_2