Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Tidak Ada Yang Mendengar


__ADS_3

Bara akhirnya diam, bukan nya takut dengan ancaman Velia yang akan melemparnya, tetapi... ia takut kalau nanti malam tidak mendapatkan jatah, karena Bara telah menikah dan itu adalah kebutuhan pokok untuk laki laki normal seperti Bara.


"Iya iya, aku akan siap siap!!!"


Bara menjauh, tidak ingin Velia semakin marah karena sudah terlihat dari sorot mata Velia yang kini mengeluarkan taringnya.


Velia mengulas senyum tipis nya, ia kemudian melanjutkan lagi mengeringkan rambut, dan tidak memperdulikan Bara.


Satu jam kemudian, semua sudah selesai...Bara dan Velia keluar dari kamar hotel , dengan tangan kanan nya menggenggam tangan Velia dan tangan satu menarik koper.


Tetapi, ia yang sudah apa apa diserahkan kepada Bagas, ingin menghubungi asisten pribadi nya., tentu saja untuk membawa koper milik nya ke dalam mobil.


"Telpon siapa??", tanya Velia yang sudah mulai curiga dengan Bara, bukan curiga kalau Bara menelpon wanita lain, tetapi...Velia yakin kalau Bara menelpon seseorang untuk menyiapkan semua nya, khusus nya untuk membawa koper.


"Bagas..."


Srekkk


Velia mengambil ponsel Bara, untung saja belum tersambung dengan Bagas, sudah ia duga kalau Bara akan menghubungi seseorang dan itu Bagas.


"Jangan manja, lagian cuma bawa koper ini saja."


Jelas saja Velia menolak, ia malahan memberikan ceramah kepada Bara, untuk melakukan sesuatu yang begitu gampang dan tidak berat, kalau bisa dikerjakan sendiri mengapa harus meminta bantuan orang lain.


"Mas tidak manja, hanya ingin bermesraan sama kamu saja, tanpa ada penghalang koper...."


Bermesraan menurutnya Bara ini bagaimana, susah banget orang itu untuk mengungkapkan maksud nya, lagipula sudah gandengan tangan, kurang apalagi coba.


"Jangan manja, bawa sendiri...."


Velia masih memegang ponsel Bara, kalau seperti itu Bara tidak bisa menghubungi Bagas dan otomatis ia akan membawa koper nya sendiri.


"Barat sayank....", tolaknya lagi.


Alasan saja, tadi tidak bisa bermesraan, tetapi... sekarang malahan ganti berat, yang benar yang mana???


"Berat?? ngangkat aku saja bisa, main dari malam sampai pagi saja kuat, kenapa ngangkat koper enggak bisa....."


Velia menggelengkan kepalanya, kalau di masukin ke dalam hati nanti ia stres sendiri, orang seperti Bara itu memang di biarkan saja, jangan diperdulikan biar saja ngoceh se ngoceh nya.


Bara tersenyum lebar, ia tidak lagi protes. Dari ucapan Velia saja, sudah membuat nya senang, paling tidak ... Velia sudah banyak kemajuan nya, tidak mengacuhkannya apalagi membencinya.

__ADS_1


...****...


Sarapan pagi yang sudah kesiangan itu akhirnya selesai sudah, dan Bara langsung saja mengajak Velia untuk segera pulang ke rumahnya dulu sebelum siang hari yang nantinya macet.


"Mau mampir dulu sayank??", tawar Bara yang kini mereka sudah ada didalam mobil.


Siapa tau istrinya itu ingin ke mana dulu dan membeli sesuatu.


"Tidak usah, langsung saja ke rumah Mommy...."


Bukannya menolak, memang Velia tidak ingin membeli apapun juga, atau hanya sekedar oleh oleh untuk ke-dua mertuanya seperti yang biasa dilakukan oleh menantu manakala berkunjung ke rumah mertuanya, juga Velia tidak melakukan.


Velia sudah terbiasa keluar masuk rumah Bara, meskipun ia tidak menikah dengan Bara, Velia tetap menjadi bagian dari keluarga Sultan itu.


"Oke....dan panggilan nya diubah sayank, biar mesra...."


Bara ingin protes sedari tadi, tetapi...takut kalau Velia malahan marah dan tidak mau diajak ke rumah nya dulu.


"Iya, kalau pas didepan orang banyak, akan aku ubah ..."...


"Didepan orang banyak??? ada ada saja kamu yank..."


Tidak ada obrolan lagi, dan kini Bara sudah sampai di halaman rumahnya, masih seperti dulu...rumah nampak sepi karena mungkin penghuninya tidak ada di rumah siang hari.


"Sepi...", gumam Velia..


Padahal setiap harinya juga sepi, mengapa harus heran dengan keadaan rumah mertua nya.


"Ayok yank, tidak ada orang. Mommy dan Brisa lagi di butik, dan Daddy... jangan ditanya lagi di mana, sedangkan Beryl...masih sekolah...."


Bara menggandeng tangan Velia dan membawa nya untuk ke kamar. Kamar Bara memang tidak di atas, karena dari kecil ia tidak mau ribet kalau harus naik turun tangga.


Velia tidak menolak, seperti nya ia pasrah mau di bawa kemana oleh Bara saat ini.


Ceklek.


Pintu kamar di buka, dan Bara menaruh koper nya begitu saja, ia kemudian mengajak Velia duduk diatas ranjang.


"Mau coba di sini?? kita belum pernah sama sekali mencoba nya..."


Velia melotot kan matanya, tau betul apa yang dikatakan oleh Bara saat ini, dan kenapa otak Bara menjadi sangat mesuuummmm setelah bersama dengan nya.

__ADS_1


"Nanti malam saja, masih siang!!"


Bara menggeleng, bukannya tidak suka dengan jawaban istrinya, tetapi..tidak menyangka saja kalau Velia bisa menjawab seperti itu, padahal Bara hanya menggoda saja, dan siapa tau Velia mau..


"Kalau nanti malam kan di rumah Papah , dan kita sudah pernah mencobanya di sana..."


"Sudah pernah kan saat belum menikah, kalau sekarang kita sudah menikah Bar....."


Ada ada saja jawaban dari Velia, yang membuat Bara mati kutu di buat nya.


Mampooos kan!! emang nya kamu saja yang bisa jawab seenak nya, aku juga bisa.....


"Lalu kapan kita mencoba nya di sini??"


Seperti nya pembicaraan tidak bermanfaat itu akan terus berlanjut, sebelum salah satu ada yang mengalah.


"Lusa, lusa Papah Ke Jepang, dan kita bisa menginap dan mencoba nya di sini..."


Velia memang sudah mendapatkan kabar dari Papah Cesa kalau akan berangkat ke Jepang dalam waktu satu bulan kurang lebih nya, dan tentu saja selama Papah Cesa ke sana ...Velia dan Bara bisa tinggal di rumah Mommy Cherry.


Bara tersenyum bahagia, bukan karena Papah mertuanya yang akan pergi ke Jepang dan ia bebas dengan Velia, tetapi... jawaban Velia yang seperti nya memberikan lampu hijau untuk nya.


"Lusa, lama sayank...sekarang saja gimana??"


Masih saja protes, kalau tidak protes...bukan Bara namanya.


"No, sebentar lagi Beryl pulang, atau kalau enggak Mommy dan Brisa yang pulang..."


Tidak ingin suami nya ngoceh terus, Velia berdiri dan menuju ke lemari pakaian Bara, mengambil pakaian seadanya saja, tidak perlu banyak banyak...


Bara melongo, padahal ia mengajak istri nya untuk ke rumah nya dulu Sebenernya hanya modus, tetapi mengapa Velia jadi serius mengambilkan pakaian nya.


"Sedikit saja yank, kita bisa beli lagi...."


Velia yang paham hanya mengangguk, memang seharusnya seperti itu, tidak usah ke rumah untuk mengambil sesuatu.


Greppp


Bara memeluk Velia dari belakang, ia yang melihat tubuh indah Velia seketika langsung ingin menghabiskan siang harinya di sini.


"Mas pengen sekarang, sebentar saja ... lagi pula kamar ini sudah ada peredam suara nya ...kamu berteriak sekencang mungkin tidak ada yang mendengar nya sayank....", bisik Bara di telinga Velia, yang membuat bulu kuduk Velia berdiri saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2