Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Bertemu Gery


__ADS_3

"Terimakasih...aku laki laki sejati, akan menepati janjiku...tapi... kabari aku kalau kamu mau bertemu dengan Gery, karena bagaimanapun juga...aku ikut andil di dalamnya."


"Kamu bukan hanya ikut andil, tetapi kamulah yang menciptakan semua kekacauan ini...", jawab Vee ketus lagi....


Entah mengapa wanita itu akan benar benar memaafkan Bara dan menerima semua kenyataan yang ada, entahlah.....


Dan juga tidak ada jawaban dari Bara mengenai ucapkan Velia, karena memang sesungguhnya benar adanya...Bara lah yang menciptakan semua kekacauan ini, bukan hanya ikut andil saja.


"Aku numpang mandi ya sayank....setelah itu aku pulang, jangan pikirkan apapun juga, aku mencintaimu dan aku akan tanggung jawab semua perbuatan mu."


Vee mengangguk, rasanya sangat lelah jika harus berdebat lagi dengan Bara, sungguh.... dirinya tidak dapat berpikir jernih setiap kali ada Bara.


Ting ..


Vee mengambil ponsel yang baru saja ada pesan masuk, ia yakin kalau itu dari Gery.


[Sayank....aku jemput ya, kuliah pagi kan??]


Dengan cepat Vee mengetikkan pesan balasan dan mengirimkan nya kepada Gery secepatnya, sebelum laki-laki itu datang ke rumah pagi ini.


[Aku enggak kuliah yank, temui aku di pantai indah.... penting]


Yah, Vee harus berusaha setenang mungkin seperti tidak ada apa apa, supaya Gery tidak curiga... walaupun hatinya juga teriris membayangkan perpisahan yang akan mereka jalani.


[Oke...]


Itulah Gery, laki laki itu tidak banyak tanya dan memenuhi apa yang Vee mau, tidak ngeyel dan maksa seperti Bara. Gery lebih penurut dan akan menanyakan apa yang terjadi setelah bertemu, meskipun Vee yakin kalau laki laki itu pastinya sedang bertanya tanya di dalam hati.


Ceklek


Bara keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang melekat di tubuh nya yang hanya sebatas pinggang saja....laki laki sungguh mempesona jika saja otaknya tidak gila dan nekad.

__ADS_1


Melihat Bara yang berpenampilan seperti itu, Vee memalingkan wajahnya...tentu saja ia malu dan merasa bagaimana gitu, padahal seluruh tubuh Bara sudah ia lihat tanpa kecuali....


Bara senyum senyum sendiri, melihat Vee yang memalingkan wajah nya, ia pun mendekati Velia tetapi...


"Stop!! jangan mendekat!! aku mau mandi."


Vee yang tidak sadar langsung saja melangkah kakinya dengan tanpa sehelai pakaian pun, lupa kalau ia tidak memakai apapun juga dan...kini malahan polos di depan Bara.


"Sayank...kamu sangat seksii sekali....", teriak Bara yang membuat Vee seketika tersadar.


Brakk


"Astaga....aku lupa!!"


Ucap Vee yang sudah berada di dalam kamar mandi, mendapati dirinya yang begitu sangat menggoda memang.


Vee tidak ambil pusing, ia akan mandi dengan cepat tanpa memikirkan yang lainnya, ia juga tidak akan menangis yang pastinya air matanya akan mengalir lagi nanti setelah bertemu dengan Gery.


Vee yang sudah selesai mandi, ia membuka sedikit pintu kamar mandi , untuk memastikan kalau Bara sudah keluar dari kamar nya, dan..... ternyata memang benar adanya, Bara sudah tidak ada di kamar nya.


Vee keluar dari kamar mandi, ia mengambil pakaian dan memakainya dengan cepat, juga berdandan ala kadarnya seperti biasanya.


Setelah semua siap, Vee mangambil tas, ponsel dan juga kunci mobilnya nya, tetapi ia menemukan secarik kertas yang ada di bawah ponselnya.


Sayank aku tau kamu pagi ini ketemu an dengan Gery, oke...aku tidak akan menghalangi... tetapi.... seperti ucapan ku, aku akan ikut ke sana....namun kamu tenang saja...aku hanya kan melihat sejauh mana kamu bisa mengatakan kepada Gery, kalau seandainya kamu tidak kuat, aku baru maju dan akan mengatakan nya, sejauh ini aku menghargai apa yang ingin kamu lakukan kepada Gery, asal itu tidak membuat aku cemburu, dan tidak membatalkan pernikahan kita.


Vee mere_mas kertas itu kemudian membuang nya ke tempat sampah. Ia tidak tau apa jadinya nanti jual Bara ikut ikutan bicara sama Gery, bukan malahan menyelesaikan masalah tetapi akan menambah masalah besar.


Antara Bara dan Gery memang berbeda sifat dan karakter nya, tetapi....kalau sudah menyangkut hati...Vee yakin...pastinya Gery tidak akan tinggal diam, apalagi jika miliknya diusik.


Vee menghela nafasnya kasar, ia ingin membatalkan pertemuan nya dengan Gery, atau mungkin mengganti tempa bertemu nya, tetapi... sejauh mana dan kapan ia akan bertemu dengan Gery, pastinya Bara akan mengetahui nya.

__ADS_1


Atau kalau Vee lama mengatakan yang sebenarnya, bisa bisa Bara yang akan maju langsung dan mengatakan kenyataan yang ada..


"Tidak!!! aku hati ketemu sekarang, mau tidak mau harus menyelesaikan nya....."


Vee sudah bertekad untuk mengakhiri hubungan nya dengan Gery, walaupun berat.... tetapi... harus dilakukan nya.


Gadis manis itu keluar dari kamar, ia langsung turun ke bawah, dan melihat di ruang makan memang sepi karena baru ingat kalau Papah Cesa ke luar kota mendadak..


Tidak navzu makan, Vee hanya minum segelas susu saja, mungkin bisa sedikit lebih mengganjal perut nya sampai nanti siang, pikir nya begitu.


"Sarapan dulu non??"


"Tidak usah Bik, aku nanti sarapan di kantin saja, oh ya....nanti siang tidak usah masak banyak, aku tidak makan di rumah, Papah juga belum pulang, masak yang ada di rumah ini saja, dan makan jangan menunggu aku atau Papah pulang, anggap saja seperti rumah bibik sendiri.", ucap Vee setelah menghabiskan segelas susu coklat kesukaan nya itu.


"Baik non, emang nya Non Vee tidak pulang??"


Tanya bibik menyelidik, pasalnya kelakuan Vee sangatlah aneh...hingga bibik bertanya seperti itu.


"Pulang lah bik, tapi mungkin malam...aku berangkat dulu..."


Pamit Vee kemudian, entahlah...nanti diirinya akan pulang atau tidak, pertanyaan bibik malahan memberikan nya ide untuk sekedar menenangkan diri barang sejenak saja, sebelum benar benar terikat pernikahan dengan Bara.


Vee mengemudikan mobil nya untuk menuju ke pantai indah, sayang sekali...ia telah untuk membelah jalanan yang membuat pagi ini macet dan mau tidak mau Vee sedikit terlambat untuk sampai ke sana.


Sebuah notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel Vee, kemudian ia segera membuka dan membacanya., Dan seperti yang Vee pikirkan, Gery sudah sampai di pantai itu beberapa menit yang lalu dan kini sedang menunggu nya.


"Maaf....mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita, walaupun aku tidak mau, tetapi....jalan cerita kita memang sudah seperti ini...."


Setelah mobil di depannya melaju, Vee juga melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tidak ingin Gery terlalu lama menunggu diirinya, padahal Vee lah yang membuat janji sebelum nya.


Tiga puluh menit kemudian, mobil Vee sudah berada di parkiran pantai. Ia dapat melihat seorang laki laki dengan senyuman menawan memandang nya, tetapi...ia juga melihat keberadaan Bara di tempat ini.

__ADS_1


__ADS_2