Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Panas


__ADS_3

Keduanya tersenyum saat keluar dari gedung bioskop. Yah... walaupun mereka bukan pasangan kekasih, tetapi raut wajah keduanya benar benar mengisyaratkan kalau mereka benar benar bahagia.


Terlebih Bara, entah lah....laki laki itu seperti mendapatkan sebuah kupon undian saja, yang membuat wajahnya sangat bahagia dan tidak henti hentinya tersenyum.


Tentu saja dengan tangan nya yang masih memegang erat tangan Vee, dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.


Kring ... kring...


Suara ponsel Velia membuta gadis itu menghentikan langkahnya sejenak untuk mengambil ponsel nya.


"Sebentar ya Bar..."


'Astaga tangan ini ... maafkan aku Ger....bukan maksud aku untuk menduakan cinta mu, tetapi memang aku tidak ada rasa dengan Bara, hanya teman rasa saudara saja, tidak lebih.', batin Vee yang baru saja dengan apa yang dilakukan nya, terlebih tangan nya juga ikut menggenggam tangan Bara.


Velia melepaskan tangan Bara, ia kemudian mengambil ponselnya dari tas, dan ..seketika matanya terbuka lebar manakala nama Gery di sana dengan panggilan video call.


Velia bingung, kalau diangkat pastinya Gery akan tau diirinya jalan berdua dengan Bara, meskipun tidak sengaja bertemu.


'Aku harus apa?? diangkat salah, tidak diangkat juga salah... gimana nih ...'


Gadis itu bingung setengah mati, ia tidak tau harus bagaimana sekarang, rasanya seperti kepergok selingkuh saja, padahal tidak. ... tetapi memang berdua dengan seorang laki laki.


Bara yang melihat raut wajah Vee yang bingung, ia pun tersenyum dan sudah bisa menebak kalau yang melakukan panggilan video call adalah Gery.


Ia yang sebenarnya juga ingin melihat bagaimana reaksi Gery saat tau kalau tunangannya jalan dengan diirinya jadi ia urungkan.


Karena Bara baru ingat kalau ia saat ini sedang pura pura bersikap baik dan merelakan Vee untuk Gery, jadi nya ia harus menghindar untuk saat ini.


"Gery ya??", Vee mangangguk.


"Ya sudah aku ke sana dulu, aku tidak mau Gery curiga kalau kita sengaja ketemu dan ada apa apa."


Bara mengusap lembut rambut Vee, kemudian ia pergi meninggalkan Vee.


Sedangkan Velia, gadis itu mengeryitkan alisnya, ia sendiri tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Bara barusan, biasanya laki laki itu selalu ingin tau apa yang dilakukan nya dengan Gery, tetapi...ini.....

__ADS_1


'Kamu benar-benar sudah berubah Bar....'


Melihat Bara tidak ada di sekitar nya, Vee buru buru mengangkat panggilan video call dari Gery.


"Hallo yank....maaf ...aku baru keluar dari bioskop, habis nonton.", ucap Vee dengan menyakitkan.


Yah, gadis itu tidak berbohong sepenuhnya karena memang baru saja nonton, dan juga baru keluar dari bioskop, meskipun tidak sengaja bertemu dengan Bara.


Dan tidak mungkin juga Vee cerita dengan Gery kalau saat ini bersama dengan Bara, bisa bisa Gery tidak konsentrasi di sana dan tidak cepat pulang nya.


"Sama siapa??? sendiri an??"


Gery tau kalau Vee sedang tidak enak hati pastinya pelarian nya ke bioskop, dan itu pasti dilakukan nya sendiri... meskipun ada Gery bersama nya.


"Iya, mau sama siapa lagi....lagian kamu kan tau ..kalau aku sedang sedih pastinya sendiri..."


Vee memanyunkan bibir nya dan tentu saja membuat Gery yang di sana jadi gemes sendiri. Andai saja ada di sampingnya , sudah pasti bibir itu habis di makan nya.


"Iya iya maaf...gara gara aku, kamu jadi begitu...dan itu bibir nya bikin gemes deh yank, sumpah...andai saja di dekat ku, pasti nya sudah aku habiskan hahahaha....."


"Eh nakal!! sudah di kasih tadi minta lagi ..."


"Enak yank...bikin nagih....jadi enggak sabar halalin kamu dan melakukan malam pertama, pasti lebih enak dari sekedar ciuman bibir hahahaha....."


"Gery!!!!!!!", teriak Velia.


Bahkan gadis itu tidak memperdulikan orang orang di sekitar yang sedari tadi memperhatikan nya.


"Jangan teriak teriak yank....nanti kamu di kira orang gila!!!"


Gery di sana malahan tertawa dan sungguh Vee ingin sekali memukul wajah tampan Gery yang sangat menyebalkan itu.


"Iya, aku gila karena video call an sama laki laki yang kurang waras!!", kesal Vee tetapi setelah itu ia juga tertawa.


"Sudah makan?? ini hampir siang...jangan telat makan, ingat...kamu punya maag sayank..."

__ADS_1


Seperti sebelum sebelum nya, Gery memang sangat perhatian.... tidak saat bersama ataupun pas sedang berjauhan seperti ini.


Dan inilah salah satu nya Gery menelpon Velia, bukan hanya mengabari kalau sudah sampai, tetapi juga mengingatkan Vee untuk segera makan siang.


"Belum....ini mau ke restoran langganan kita, kamu sendiri sudah makan yank??"


Vee memang saat ini berjalan ke sebuah restoran yang ada di lantai tiga, salah satu tempat favorit nya ketika bersama dengan Gery.


"Belum....masih nungguin Papah rapat dengan dewan direksi...mungkin setelah ini, makan siang bersama Papah sembari membicarakan langkah langkah selanjutnya."


Vee mengangguk paham, ia tau betul bagaimana kesibukan Gery dan calon mertua nya itu.


"Nanti jangan lupa makan ya??", pesan Vee kemudian.


"Iya Sayank....kalau begitu aku tutup dulu telpon nya, nanti malam aku telpon lagi."


"Iya yank....hati hati dan cepat pulang."


"Pasti....kamu juga....I love u...."


"Love u too."


Klik.


Dan sambungan video call itu berakhir, dengan Vee yang sudah berada di restoran untuk makan siang. Ia bahkan sangat bahagia karena kekasih hatinya menelpon, hingga lupa dengan adanya Bara yang entah di mana sekarang.


Masih di tempat yang sama, Bara yang sedari tadi melihat dari jarak jauh interaksi antara Vee dengan Gery yang sedang bervideo call, mengepalkan tangannya....ia sangat cemburu dengan Gery yang bisa dengan cepat meluluhkan hatinya Velia.


Bahkan setelah melakukan panggilan telepon dari Gery, Vee lupa kalau tadi bersama dengan Bara, dan membuat Bara semakin terbakar cemburu dan amarah nya.


"Aku tidak akan menyerah, entah kamu cinta atau enggak sama aku Vee, aku akan membuat kamu jadi milikku... jadi....mungkin ini adalah terakhir kalinya kamu tersenyum di depan Gery, setelah hari ini...akan aku pasti kan kamu hanya tersenyum padaku."


Tatapan mata dan senyuman yang ada pada wajah Bara saat ini sangat menakutkan. Bara memang menginginkan Vee untuk jadi milik nya seutuhnya dan selama nya. Bukan karena n@fsu sesaat dan obsesinya saja, tetapi...memang Bara sangat sangat mencintai Velia dari dalam hati nya, dan tidak ingin ada orang lain memiliki nya


Bara mengubah raut wajahnya yang tadi menyeramkan menjadi semanis mungkin, karena ia akan menghampiri Vee yang sudah duduk di restoran sembari menunggu makanan datang.

__ADS_1


__ADS_2