Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Mulai Mengusik Hatinya


__ADS_3

Ah shittt!!!!!


'Kenapa hanya dia dia dan dia yang terlintas saat ini, ada apa sebenarnya?? tidak!! aku tidak mencintai nya, aku hanya sayang padanya seperti sayangku pada Brisa dan adek adekku saja. Tidak!!'


Bara menggeleng, tentunya Mommy Cherry melihat perubahan raut wajah Bara yang tidak Tian berubah drastis itu.


"Sudah??", tanya Mommy Cheryy.


Rasanya beliau sudah memberikan cukup waktu untuk Bara bara meneliti lebih lanjut lagi apa yang sebenarnya di rasakan saat ini.


Bara mengangguk, namun sejenak ia terdiam kemudian. Entahlah....sekarang Bara menjadi bimbang, tidak tau lagi perasaan apa yang diirinya rasa saat ini.


Mommy Cherry tersenyum, beliau kemudian berdiri dan menatap ke arah putra nya.


"Mommy tau apa yang kamu rasakan. Di sini, Mommy tidak akan berkata banyak, namun .... rasanya untuk kamu membatalkan pertunangan mu, Mommy rasa itu tidak keputusan yang tepat. Kamu yang menginginkan dan kamu sendiri yang membujuk kami para orang tua untuk mempercepat acara itu."


Mommy Cherry menepuk pundak Bara, "Penyesalan memang datang di akhir, dan kamu sudah menyadari itu. Tetapi, sayang sekali....itu semua tidak bisa di rubah."


Kemudian Mommy Cherry meninggalkan Bara, membiarkan Bara dengan kesendirian nya, mungkin juga dengan penyesalan nya.


Mendengar pintu di tutup, Bara menghela nafas panjang ......ia kembali melihat ke atas, memandang bintang di langit dengan hatinya yang begitu bergemuruh hebat saat ini.

__ADS_1


"Tidak!! aku tidak mencintai nya, aku hanya sayang padanya .... iya hanya sayang saja."


.


.


.


Beberapa hari kemudian.


Sore ini, seperti yang sudah di janjikan oleh Bara, ia akan mengajak Vee untuk melihat hotel tempat nya akan melangsungkan pertunangan nya beberapa hari lagi. Tentu nya ada banyak alasan mengapa Bara mengajak Vee , bukan Meli.


Bara dengan pakaian santai nya, karena ia sudah ijin dengan Daddy Brylli akan pulang cepat. Bara pun bergegas untuk ke rumah Vee, karena sudah membuat janji dengan gadis cantik itu, juga sudah ada janji dengan seseorang yang mengurus acaranya.


Setelah Vee keluar, Gery juga keluar...namun kedua nya tidak masuk ke dalam rumah, dan hanya berdiri di dalam pagar saja.


Bara mengepalkan tangannya, tatkala ia melihat Gery dengan manisnya memiringkan wajahnya, tentu nya ia bisa melihat dan tau apa yang dilakukan oleh sepasang kekasih itu.


"Brengseekkk!!", umpat Bara kesal.


Ia baru saja melihat adegan di mana membuat nya panas seketika, dan mengapa hatinya sakit ketika melihat Gery dan Vee berciuman. Dia saja sudah berkali kali melakukan itu dengan Meli, dan ia rasa apa yang dilakukan Gery adalah wajar dan itu biasa dilakukan oleh sepasang kekasih.

__ADS_1


Yah, wajar menurut Bara.


Bugh


Bara memukul setir kemudi, ia merasa panas dan begitu merah dengan perbuatan sepasang kekasih di depannya.


Entahlah...mengapa Bara bisa semarah ini, padahal ketika mendengar Dio datang ke rumah Meli beberapa hari yang lalu, rasa panas dan marahnya tidak seperti yang ia rasakan saat ini.


Ini gila!!


'Kenapa aku malahan seperti ini?? ini tidak bisa di biarkan. Aku tidak mungkin mencintai Vee, tidak!!'


Lagi lagi Bara menyangkal apa yang telah di pikirkan nya, apalagi ketika melihat kejadian di depannya yang bukan hanya membuat matanya sakit, tetapi juga hatinya panas.


"Ada apa sebenarnya dengan diriku??"


Bara ingin keluar, rasanya tangan nya ingin menghajar laki laki yang sudah merenggut bibir manis Bara, meskipun ia sendiri juga tidak tau bagaimana rasanya, tetapi bisa ia lihat dari cara Gery melakukan nya, itu sangat enak.


"Argggg.....apa yang aku pikirkan!!"


Tidak mungkin ia keluar sekarang, apalagi keluar untuk menghajar Gery. Punya hak apa Bara?? Kalau hanya embel embel teman kecil dan sudah menganggap nya saudara, rasanya alasan itu sungguh sangat tidak masuk akal.

__ADS_1


Hingga matanya melihat Gery sudah pulang dan masuk ke dalam mobil.


Bara sendiri masih memperhatikan Vee yang berdiri melambaikan tangan ke arah Gery, dan untuk kesekian kalinya....hatinya benar-benar menjadi tidak karuan, sungguh....ia sendiri tidak tau perasaan apa yang dirasakan nya.


__ADS_2