Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Berharap Hanya Mimpi Buruk


__ADS_3

Setelah Gery menemui Orang tua Bara, ia kemudian ke kantin nya Papah Cesa, Gery memang belum tau kalau Papah Cesa sedang berada di luar kota dan akan balik nanti sore, bahkan mungkin kini sudah dalam perjalanan.


Gery memukul setir kemudi nya, perasaan nya begitu hancur.... dengan kenyataan yang menimpa nya saat ini. Pernikahan yang di idam idamkan dan di dambakan nya, dan sudah di siapkan di depan mata, kini musnah sudah.


Bukan karena sebuah penghianatan, tetapi karena sebuah tikungan yang sangat menyakitkan dan juga Gery tidak bisa berbuat apa apa.


Gery sendiri tidak masalah dengan apa yang menimpa Vee, ia juga mau menerima Vee apa adanya meskipun nanti Vee hamil anak Bara, Gery tidak perduli...Yang ia ingin adalah bersama dengan Velia, hanya itu tidak lebih.


Dua tahun lebih menjalin hubungan dengan Velia, banyak suka nya bahkan dua tahun itu, Gery rela mengorbankan banyak waktu dan tenaga dan uang yang tidak bisa di hitung, hanya untuk mengunjungi pujaan hatinya, tetapi...saat ini ...


Dengan pernyataan yang di berikan oleh Kedua orang tua Bara, ia tak kalau mereka berdua juga menginginkan pernikahan Bara dengan Velia....dan kini harapan satu satunya adalah Papah Cesa, Papah kandung Vee.


Bukan Gery tidak ingin bertemu dengan Bunda Rania, ibunya Vee tetapi...pasti nanti hasilnya sama saja, semua keputusan ada di tangan Papah Cesa dan Velia.


Mobil Gery sudah sampai di depan Kantor Papah, kedatangan Gery di sambut baik oleh karyawan dan juga satpam yang ada di sana, hingga Gery bertemu dengan sekertaris Papah Cesa yang kebetulan sedang berada di lobi.


"Bang....", sapa Gery yang memang sudah akrab dengan sekertaris Papah Cesa.


"Eh Ger, ada apa??"


Mereka berdua saling menyapa dengan posisi berdiri, karena memang tujuan nya hanya menanyakan dimana Papah Cesa berada dan itu bukan karena urusan pekerjaan.


"Papah ada??"

__ADS_1


Bukan nya basa basi, tetapi lebih sopan kalau menanyakan kepada sekertaris nya langsung dari pada asal naik ke atas, meskipun semua orang sudah mengenalnya dengan baik.


"Pak Cesa sedang ke luar kota, tetapi kemungkinan ini sudah balik dan sedang perjalanan pulang....", jawab Sekertaris Papah Cesa sembari melihat jam di tangannya , memastikan kalau Bos nya sudah selesai urusan nya ke luar kota, dan dalam perjalanan...itu informasi yang diberikan oleh asisten pribadi Papah Cesa


"Oh ..balik ke kantor enggak bang?"


Sekertaris Papah Cesa itu tersenyum, entah mengapa melihat Gery saat ini berbeda, dengan rambut yang acak acakan dan juga tumben tumbenan otaknya tidak bekerja dengan baik....


"Ya enggak lah Ger, ini jam berapa?? Pak Cesa langsung pulang....", jawab laki laki itu dengan masih melihat Gery heran.


"Astaga...lupa aku Bang....ya sudah aku ke Rumah Papah kalau begitu....."


"Iya, dan kamu kenapa?? mikirin pernikahan?? enggak usah terlalu di pikirin....santai saja ... serahkan ke WO semua nya beres."


Yah, semua orang sudah tau kalau Gery adalah calon menantu Papah Cesa dan akan melangsungkan pernikahan dengan putri bosnya itu dalam waktu dekat, tetapi belum tau kapan tepatnya, dan juga ..belum tau kalau ada insiden seperti ini ...yang mungkin membuat batalnya pernikahan Gery dengan Velia.


"Aku pamit bang, mau langsung ke rumah Papah saja."


Tanpa menjawab pertanyaan dari sekertaris Papah Cesa barusan, Gery langsung pamit...dan tujuan utama nya adalah ke rumah Papah Cesa dan bertemu dengan nya.


Gery kembali melajukan mobilnya, tentu saja dengan kecepatan tinggi ia langsung menuju ke rumah Papah Cesa, walaupun ia tidak tau apakah Papah kandung Velia itu sudah sampai rumah atau belum, sadar ia tidak perduli....yang penting bagi nya adalah sudah sampai di rumah itu, dan menunggu dengan sabar.


Gery tidak mau masalah ini ditunda tunda lagi, ia ingin mengatakan pada Papah Cesa tentang semua nya, kalau ia masuk bertanggung jawab atas Velia, apapun yang terjadi, bahkan ia siap dengan sesuatu yang mungkin akan hadir di tengah tengah mereka, saking cinta nya Gery terhadap Velia.

__ADS_1


Tidak lama mengendur mobil, Gery sudah sampai di rumah Papah Cesa. Ia melihat belum ada mobil Papah Cesa di halaman rumah, dan itu berarti Papah belum sampai...


Tidak masalah, laki laki itu akan menunggu dengan santai, tidak akan berbuat onar karena tidak mungkin akan melampiaskan semua pada orang lain..


"Den Gery, non Vee dan Tuan Cesa tidak ada di rumah...", sapa asisten rumah tangga Papah Cesa yang sudah kebal baik dengan Gery.


Dan pastinya kalau Gery datang itu mencari Velia kalau bukan ya Papah Cesa, tetapi...kebetulan ke-dua nya tidak di rumah, lalu mencari siapa lagi??


"Iya bik, aku tau...Vee lagi nginep di rumah teman nya, dan aku ke sini untuk menunggu Papah."


Tidak mungkin juga Gery mengatakan kondisi Vee saat ini, walaupun mereka hanya asisten rumah tangga, tetapi mereka begitu sayang dengan Velia dan pastinya khawatir dengan anak majikan nya itu, apalagi Papah Cesa, pastinya laki laki patuh baya itu akan khawatir dengan putri tunggal nya....bahkan Gery yakin kalau Vee juga tidak memberitahukan kepada Papah Cesa perihal masuk ke Rumah Sakit.


"Saya ambilkan minum dulu Den...."


Asisten rumah tangga itu meninggalkan Gery, tanpa banyak tanya hanya bisa membatin saja.... tentunya ia melihat raut wajah Gery yang tidak seperti biasanya yang ceria, tetapi...kini sangat kacau....


Namun untuk bertanya pastinya tidak berani dan memilih untuk mengambilkan minum saja


Gery kembali memijat keningnya, rasa pusing semakin mendera di dalam dirinya. Rupanya bertamu ke rumah Papah Cesa adalah pilihan yang tidak tepat sama sekali.


Bukan nya mendapatkan ketenangan, tetapi....Gary malahan hatinya kembali tercabik cabik, mengingat semuanya...semua kenangan indah yang terjadi antara dirinya dan juga Velia....sungguh....untuk melupakannya.... Gery tidak mau, ia pun tidak mampu menghapus semua nya.


"Arghhhh.....aku harus apa?? harus kah aku mengikhlaskan semua nya?? tapi aku enggak sanggup Tuhan??? tolong!!! aku sangat mencintaimu Velia dan akan menerima apapun keadaan nya.....", gumam Gery.

__ADS_1


Menangis... itulah yang ia lakukan saat ini, bahkan luka luka bekas pukulan dari Bara tidak ia hiraukan sama sekali..


Gery menyandarkan punggungnya di sofa, ia memejamkan matanya dan berharap nanti begitu ia membuka mata , semua hanyalah mimpi buruk saja....dan ia masih tetap bersama dengan Velia sampai kapanpun.


__ADS_2