Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Kebenaran nya


__ADS_3

Bara menaiki anak tangga satu persatu, ia tau persis di mana letak kamar Vee, karena sejak kecil mereka bertiga sudah bermain bersama, Vee , Bara dan Brisa. Dan seperti nya memang kamar Vee tidak berpindah, karena gadis itu tidak suka pindah pindah.


Dengan menggelengkan kepalanya, Bara menatap pintu kamar yang berwarna pink itu, ragu ragu untuk membuka nya, karena semenjak SMA, Bara sudah tidak berani lagi masuk kamar Vee lagi. Kalau datang ke rumah ini, pastinya hanya menunggu di bawah, atau kalau menginap, ada di kamar sebelah atau di kamar bawah.


Namun kali ini, ia kembali masuk kamar Vee, kamar yang sudah lama tidak ia lihat setelah sama sama beranjak dewasa.


Ceklek


Bara masuk ke dalam kamar, nuansa pink dengan banyak pernak pernik menghiasi kamar Vee, kamar khas perempuan, tidak beda dengan kamar milik saudara kembar nya, Brisa.


Bara menghirup aroma wangi yang menyeruak di hidung nya, bukan pewangi ruangan, tetapi parfum yang setiap hari Vee pakai, dan tentunya ini sangat khas dan membuat pikiran adem dan tenang.


"Kangen"


Satu kata yang lolos dari bibir nya, entah....rasa itu datang setelah semua pergi.


Kembali ingatan ingatan kenangan masa kecil dengan Vee melintas, Bara masih ingat betul bagaimana diirinya, Vee dan juga Brisa menghabiskan akhir pekannya untuk menginap bersama, tentu pas mereka masih kecil.


Bara merebahkan tubuh nya di kasur, melihat langit langit atap kamar Vee.


Ia merenungi nasibnya sendiri, mengapa kedua perempuan yang disayanginya pergi di hari yang sama. Tidak perlu tau rencana apa yang telah Tuhan persiapkan untuknya.


Tetapi, ada yang aneh dengan kepergian Vee. Bahkan gadis itu belum menerima kabar kelulusan nya, tetapi mengapa sudah terbang ke negara orang. Apalagi dirasa ini begitu mendadak, dan tepat dengan hati pertunangan Bara.


"Ada yang aneh. Mengapa kamu pergi di saat aku akan bertunangan Vee??", gumam Bara.


"Eh bentar, seperti nya ini bukan suatu kebetulan saja. Tetapi, Vee sengaja melakukan ini. Atau jangan jangan??"

__ADS_1


Bara bangun dari tidur nya, kemudian melihat lihat lagi kesekeliling kamar Vee, dan....mata Bara tertuju pada sebuah laci yang posisinya tidak tertutup rapat. Apakah memang sengaja atau lupa belum menutup rapat.


Bara merasa ada sesuatu yang disembunyikan nya, ia tau ...Vee tidak akan meninggalkan Papah Cesa, kalau tidak dapat sesuatu yang mendesak, kalau cuma beasiswa saja, Vee tidak akan seperti ini.


Bara melangkahkan kaki nya, untuk menghampiri meja belajar Vee yang sedari tadi menarik perhatian matanya.


Laki laki itu langsung menarik kursi, duduk, kemudian mengarahkan tangannya untuk membuka laci meja belajar Vee.


Bara mengambil diary berwarna pink itu, ia ingat betul diary ini adalah pemberian darinya. Dan Bara juga tidak kaget dengan buku itu, karena baik Meli maupun Brisa juga memiliki nya. Buku khusus abege...


Agak ragu Bara membuka diary pink itu, ia tau kalau ini adalah barang pribadi, yang tidak sembarang orang boleh membukanya apalagi membaca nya.


Tetapi, Bara yakin.... jika semua tentang Vee ada di diary ini, dan Bara juga yakin.... semua yang mengganjal di dalam hatinya Vee, dia tuangkan.


Dengan deg deg an, Bara membuka diary itu, dan tanpa sadar mata dan bibir nya bekerja sama untuk melihat dan membaca satu persatu kata kata yang dituliskan oleh Vee.


Aku mencintaimu , tetapi...aku tau hatimu bukan untukku. Maafkan aku yang memendam perasaan ini untuk kamu, meskipun aku tau kalau aku tidak bisa memiliki mu.


Bara meneteskan air mata nya, walaupun ia belum tau siapa yang dimaksud oleh Vee, tetapi ia yakin kalau orang itu adalah diirinya.


Bara membuka lagi halaman berikutnya, dan ...


Deg


Maafkan aku Pah, Dad dan Mom....bukan niatku untuk menolak perjodohan dengan Bara, tetapi....aku tidak mau merusak hubungan Bara dengan Meli. Dan mungkin kalau Bara tau, kita susah di jodohkan....Bara akan membenciku.


Dan lebih baik, aku membatalkan perjodohan ini, dan tolong rahasiakan Perjodohan ini dari Bara.

__ADS_1


Biarlah aku memendam rasa ini sendiri, sampai aku sanggup untuk melupakan nya.


Bara menggeleng, ia bener bener tidak tau tentang perjodohan yang dirahasiakan ini, sungguh hatinya benar bener teriris, manakala ia tau kenyataan yang sebenarnya, dan lebih sakit nya lagi, Vee harus berusaha melupakan rasa cinta nya.


Lagi dan lagi, Bara yang masih penasaran membuka halaman demi halaman...


Haruskah aku merebut kamu, dan menerima perjodohan ini???


"Vee??"


"Maaf...aku tidak tau perasaan kamu kepada ku yang sedalam ini. Maafkan aku."


Dan halaman terakhir,....


Maaf, aku harus pergi....aku sudah berjuang untuk melupakan rasa cintaku padamu, tetapi.... hingga dititik ini, aku tidak bisa. Hatiku sakit, apalagi melihat kamu bersama dengan dia. Dan aku tidak sanggup melihat kamu memasangkan cincin pertunangan.


Dan aku memilih pergi, aku yang pengecut memilih tidak melihat kalian bersatu, aku tidak sanggup.


Maafkan aku...aku pergi. Dan aku pergi untuk kembali, tetapi bukan kembali mencintai kamu, tetapi...kembali dengan hatiku yang baru.


"Velia!!!!"


Teriak Bara sekeras mungkin, untung saja kamar Vee kedap suara, jadi sekeras apapun ia berteriak, tidak akan ada yang mendengar nya.


"Kenapa kamu enggak jujur padaku?? kenapa kamu menyembunyikan semuanya ini sendiri??"


"Vee, kenapa kamu pergi??? aku butuh kamu Vee."

__ADS_1


__ADS_2