
"Mau apa kamu Bar??"
Vee sudah ketar ketir, pasalnya Bara sudah mengungkung nya , dan tentu saja... Vee tau apa yang di inginkan laki laki itu.
Apalagi melihat sorot mata Bara yang sangat tajam, dan penuh dengan sesuatu, membuat Vee memalingkan wajahnya, dan tidak berani menatap ke arah Bara.
"Tenang saja, aku tidak akan macam macam cantik."
Bara mengulurkan tangannya, dan menyentuh wajah cantik Vee pagi ini, sungguh sangat sangat cantik dan mempesona.
Vee memejamkan matanya, tatkala sentuhan sentuhan lembut tangan Bara sudah merambat ke kening dan kini berakhir di bibir manis Vee yang membuat nya candu.
Bara jadi ingat betul, bagaimana rasanya bibir manis itu ia sesap dan juga ia lu_mat habis, walaupun sudah lama, tetapi....Bara tidak akan melupakan nya.
Apalagi rasanya yang begitu berbeda, yah ... sangat berbeda dengan apa yang kerap kali ia rasakan kepada Meli dulu nya.
"Bar.....inget aku teman kamu!!"
Vee mendorong dada Bara dengan tangan nya, dan ia pun segera memalingkan wajah ketika Bara semakin mendekatkan wajahnya.
Bara tersenyum, ia akan memanfaatkan apa yang diucapkan oleh Vee tadi.
"Teman ya sayank....oke...jadi....kamu masih menganggap aku teman kan?", Vee mengangguk.
"Kamu tidak benci aku kan??"
"Dan kamu masih seperti dulu kan Vee, selalu ada saat aku butuh kan ya??"
Lagi lagi Vee mengangguk, di samping ia takut dengan Bara yang masih mendekat, sampai kapanpun Bara adalah teman kecil nya, bahkan saat ini...Vee sudah menganggap Bara seperti saudaranya sendiri.
Dan Vee juga mengenal Bara lebih dulu di bandingkan dengan Gery, jadi.... meskipun ia nanti sudah menikah dengan Gery, Vee akan tetap ingat kepada Bara.
"Iya Bar, tetapi... lepaskan aku Bara.!"
"Oke, tapi kita ke kantin ya?? sarapan bareng."
"Tapi aku sudah sarapan Bar!!", tolak Vee halus, takut saja kalau Bara tidak terima.
"Hmmm temani aku, aku lapar sayank."
"Oke.!"
Vee dengan cepat mengiyakan, tanpa berpikir panjang lagi, apalagi dengan posisi nya seperti itu, membuat ia mau tidak mau cepat cepat mengiyakan.
"Sip!!"
"Yuk yank...aku sudah lapar banget!!"
Bara melepaskan kungkungan nya, dan kini menarik tangan Vee untuk di bawa ke kantin.
Laki laki itu sangat senang, dua tahun tanpa menggandeng seorang wanita, dan kini ia bisa tersenyum senang karena menggandeng tangan seorang gadis cantik.
__ADS_1
"Kalau enggak gandengan apa enggak bisa??"
Vee sedikit keberatan, karena sudah banyak yang tau kalau dirinya adalah tunangan Gery, tetapi...mengapa sekarang malahan di gandeng Bara. Apa kata mereka??
"Kalau aku bilang enggak bisa gimana??"
Bukannya melepaskan, Bara malahan semakin erat menggenggam tangan Vee.
"Tapi kan??"
"Ayolah Vee .... bukannya kita sudah seperti ini sejak dulu, dan kenapa kamu baru protes sekarang coba??"
Vee melihat ke arah Bara, "Beda lah Bar.... dulu kita belum dewasa, dan juga sekarang posisi nya kita juga beda. Aku sudah------."
"Stop!!! aku enggak mau dengar apapun lagi tentang dia. Please .... kalau kamu lagi sama aku, jangan bahas orang lain.!"
'Astaga....aku bisa gila!!'
Bukan nya Vee senang dengan perlakuan Bara, tetapi....ia sudah lelah dan tentu saja Bara tidak akan melepaskan nya.
"Mau minum apa??"
"Lemon tea saja aku, Bar!!"
"Oke, temani aku sarapan ya?? masih ada waktu."
Bara melihat jam di tangannya, dan tentu saja ... ini masih pagi, dan mata kuliah Vee masih satu jam lagi.
"Aku pesen dulu."
Bara beranjak dari duduknya, dan memesan sarapan dan juga minuman pesenan Vee.
Sementara Vee hanya diam saja, ia mengambil ponsel nya dan mengecek. Apa ada pesan yang Gery kirimkan untuk nya, tetapi....nyata nya tidak.
"Minum sayank....."
Bara memberikan lemon tea favorit Vee dan ia juga duduk di depan Vee sembari memandang wajah cantik tunangan orang itu.
"Kamu cantik banget, selama di Jerman makan apa sih??"
"Makan nasi sama kayak kamu, kamu nya aja yang tidak peka dari dulu, kalau sebenarnya aku cantik dan sangat mempesona."
"Iya maaf.....aku baru menyadari nya sekarang. Aku telat....andai saja dulu aku tidak menutup mataku, pasti kita sudah bersama."
"Hmmm sudahlah....lebih baik kamu sarapan. Sebentar lagi aku akan masuk kelas."
"Oke...."
Bara memakan sate ayam nya, dan tentu saja sembari matanya melihat ke arah Vee yang sedang sibuk dengan ponsel nya, hingga...Bara yang tadinya semangat sarapan, kini sudah hilang.
"Lemon tea nya di minum, jangan lihatin ponsel saja. Aku cemburu."
__ADS_1
Vee melongo, menatap tajam mata Bara...sungguh aneh melihat Bara saat ini yang tidak seperti dua tahun lalu.
"Cemburu cemburu... gundul mu !!"
"Jangan mengumpat aku Vee, aku tau loh!!"
"Siapa yang ngumpat kamu!! kayak enggak punya kerjaan saja deh."
"Hmm padahal aku tau loh!!"
Bara memakan sarapan nya sampai habis tak tersisa, dan ini adalah sarapan paling nikmat dan enak selama ini.
Bukan karena rasa masakannya, tetapi.... seseorang yang menemani sarapan paginya.
"Sepertinya aku sudah mau masuk. Aku duluan ya? dan makasih lemon tea nya."
Vee beranjak dari duduknya, dan segera meninggalkan kantin untuk masuk ke kelas. Tidak perduli Bara masih makan ataupun sudah selesai, yang penting...Vee harus segera ke kelas saat ini.
"Tunggu!!"
Vee menghentikan langkahnya, ia tau kalau Bara memanggil nya.
Dengan cepat laki laki itu menghampiri Vee, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan pagi ini, berdua dengan Vee.
"Kamu pulang lah, atau ke kantor. Bukannya kamu sudah punya tanggung jawab di kantor??"
"Kenapa?? mengusir aku??"
"Iya.... sedikit...habisnya aku risi dengan kamu yang nempel nempel terus seperti ini."
"Jangan begitu. Kamu nanti nya akan selalu nempel nempel ke aku."
"Ihh pede banget."
Bara dengan tersenyum mengantarkan Vee sampai kelasnya, dan itu membuat pemandangan indah didepan mata bagi yang memandangnya.
Tak jarang juga banyak kasak kusuk yang membicarakan nya, tetapi Bara tidak perduli.
"Kau dengar sendiri kan Bar, aku tidak nyaman. Mereka pikir aku perempuan gampangan kemarin jalan sama Gery dan sekarang sama kamu."
"Makanya.... putuskan saja Gery, dan menikah dengan ku, gampang kan??"
"Ngawur!! jangan ngaco kamu ya??"
"Loh....aku bicara fakta.", jawab Bara.
Vee menghela nafas kasar, menghadapi Bara itu memang rada rada ditegaskan, tetapi.... tidak bisa langsung tegas, harus punya siasat yang bisa menyakinkan Bara.
"Kuliah yang bener, biar bisa ngajarin anak anakku nanti nya."
"Mimpi!"
__ADS_1
Vee yang sudah berada di depan kelas, langsung masuk saja, sementara Bara....ia tersenyum gemas menatap Vee yang baru saja masuk ke dalam kelas.