Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Pamit


__ADS_3

Hiks.....hiks ...hiks....


"Mengapa kamu melakukan ini padaku Bar?? apa tidak cukup kah bagimu untuk menunggu dua Minggu lagi?"


Velia hanya bisa terisak, ia menangis di dalam dekapan Bara, tidak ada yang bisa di lakukan nya lagi selain melanjutkan tangis nya.


Velia masih menangis, ia sendiri tidak menyangka kalau Bara akan melakukan hal itu lagi, apa belum cukup beberapa hari yang lalu Bara menghancurkan hidup nya


"Aku sengaja sayank....aku tau kalau perbuatan ku memang tidak di benarkan, tetapi...aku lakukan ini hanya karena aku tidak mau kehilangan kamu,...kamu sudah milikku....dan aku sudah meniduri mu berkali kali, apa kamu masih mau menerima Gery???"


"Ingat Sayank.....kamu pernah bilang kalau Gery adalah laki laki yang baik, dan kamu saat ini sudah menjadi milik ku ....aku sudah meniduri mu berkali kali, dan itu tandanya kamu tidak pantas untuk dia, kamu hanya pantas untuk aku sana sayank......"


Mendengar ucapan Bara, Vee bukan semakin reda tangisnya malahan semakin kencang, ia sadar kalau Bara melakukan itu semua demi membuat nya mau menikah dengan Bara


"Jangan nangis lagi, aku akan bertanggung jawab...jadi....kamu tidak perlu menyesali semua yang telah kita lakukan...."


Tidak ada jawaban dari Vee, gadis itu masih saja terisak dengan tangan nya yang memegang selimut, tentu saja Vee dan Bara saat ini tidak menggunakan pakaian apa apa, jadi jika Vee gerak sedikit saja....itu akan bahaya.


"Aku mandi dulu ya yank, apa mau mandi bareng??"


Tanpa rasa bersalah nya Bara meninggalkan Velia yang masih diam tanpa kata, ia pun mencium kening Vee dengan sangat lembut nya, setelah itu menurunkan kakinya untuk bergegas ke kamar mandi...


Selama Bara mandi, Vee masih tersisa dengan air matanya yang tidak berhenti untuk mengalir, di dalam hati ...ia merutuki nasibnya sendiri... kenapa bisa seperti ini?? apa yang salah?? dan dosa apa yang telah ia perbuat hingga menerima takdir yang begitu menyakitkan seperti ini.


Meskipun ia tau kalau Bara sangat mencintai nya, tetapi... Vee tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh Bara.


Hingga....suara dering ponsel nya berbunyi, Vee segera mengambil ponselnya , ia tersenyum manakala teman dari kecilnya sudah berangkat dari London, dan kemungkinan nanti malam sudah tiba di tempat yang mereka janjikan


Vee buru buru menghapus pesan dari Brisa, takut saja kalau Bara yang usil itu akan membuka ponsel nya dan mengetahui tempat persembunyian nya nanti, dan otomatis akan mengacaukan rencana nya untuk minggat sebentar dari kehidupan yang sudah membuat nya kacau balau.

__ADS_1


Velia mengembalikan ponsel nya, ia juga sudah menghapus air mata nya, dan setelah itu ...ia melihat Bara yang sudah keluar dari kamar mandi, tentu saja laki laki itu hanya memakai handuk yang melingkar sampai perut nya saja...


"Enggak mau lihat tubuh aku yang kotak kotak ini sayank??", goda Bara yang sudah ada di samping Vee, dengan Vee yang menutupi wajahnya....malu dengan apa yang ada di depan itu, tentu saja melihat tubuh Bara yang setengah tel@njang.


"Cepat ganti Bar, setelah itu kamu pulanglah!!!"


Usir Vee cepat, matanya masih tidak mau menatap wajah Bara, entahlah.... rasanya risi atau gimana.


"Iya Sayank, tentu saja aku akan pulang, tetapi setelah memastikan kamu makan.... sekarang bangunlah....aku sudah menyiapkan air hangat untuk kamu."


Cup


Bara mendekati Vee, ia juga mencium kening Velia dengan sangat lembut....setelah itu ia menuju ke lemari Vee yang di sana masih ada pakaian nya, entah sejak kapan Bara membawa beberapa stel pakaian nya di dalam kamar Velia.


Melihat Bara yang sudah tidak ada di sampingnya, Velia bergegas untuk pergi ke kamar mandi, wanita cantik itu ingin berendam sebentar, setelah itu baru keluar dan makan, seperti apa yang Bara mau.


Ceklek


Velia yang sudah wangi dan tentu saja sudah memakai pakaian ganti, karena tadi ia mengambil lebih dulu, untuk jaga jaga saja kalau Bara masih ada di dalam kamar nya, dan ternyata setelah....ia membuka pintu kamar mandi, Bara memang masih ada di dalam kamar... dengan wajah yang sudah tampan.


"Aku bantu keringkan rambut mu..."


Bara mendekati Vee yang sudah duduk di kursi rias nya.... Velia langsung menggelengkan kepalanya, tidak mau di bantu oleh Bara, lagipula hanya mengeringkan rambut saja.


"Tidak perlu, lagipula hanya mengeringkan rambut saja....", tolak Vee dengan halus nya, supaya Bara tidak tersinggung dengan penolakan nya.


"Tidak apa apa, lagipula biar cepat kan?? kamu harus makan...aku tidak mau kamu telat makan sayank....kasihan anak kita nantinya...lagian kamu mau aku cepat keluar dari sini kan??"


Bukan Bara namanya kalau tidak usil, tangan Bara sudah mengusap perut rata Velia yang membuat Vee malahan merinding dengan usapan perut yang dilakukan oleh Bara.

__ADS_1


Vee yang merasa ada sesuatu yang aneh, segera menarik tangan Bara, dan mempersilahkan Bara untuk mengeringkan rambut nya, daripada tangan nya yang kemana mana.


Beberapa menit kemudian...Bara sudah selesai mengeringkan rambut Vee, laki laki itu membawa Vee untuk duduk di atas ranjang, dengan Bara yang mengambil makanan.


"Makan dulu...."


Vee mengangguk, ia mengambil piring dari tangan Bara dan segera memakan nya, meskipun ia sendiri belum begitu lapar, tapi demi misi nya dan juga supaya Bara cepat pergi dari hadapan nya.


Bara tersenyum, manakala Velia menghabiskan makanannya, ia pun mengusap sudut bibir Vee yang masih tertinggal sisa saosnya.


"Aku pulang ya, kamu istirahat saja dulu ...nanti mana kau ke sini lagi ... memastikan kalau kamu malamo dengan benar "


"Iya, hati hati....."


Satu ucapkan dari Velia membuat Bara tersenyum senang, ia pun seakan akan mempunyai kekuatan untuk menyelesaikan pekerjaan yang beberapa hari ini sempat tertunda.


"Makasih sayank, yakinlah sesuatu yang terjadi pada kita adalah takdir.... takdir aku bersama kamu."


Cup


Bara mencium kembali kening Vee lama, ia pun mengusap air mata yang sudah menetes.


"Jangan nangis lagi ... percayalah...aku akan membahagiakan kamu ...aku mencintaimu Vee ..."


Tidak ada jawaban dari Vee, hatinya masih belum bisa berpaut dengan Bara, ia butuh waktu untuk kembali mencintai Bara seperti dulu lagi....


Melihat Bara yang sudah keluar dari kamar nya, Vee segera memasukkan barang barang yang dikiranya penting ...yah ia tidak membawa pakaian... karena pasti akan membuat orang lain curiga.


"Aku mau bertemu dengan Papah....aku harus pamit kepada Papah, supaya Papah tidak kepikiran tentang aku..."

__ADS_1


__ADS_2