
Lelah menangis di halaman Perusahaan nya, Gery akhirnya masuk kembali ke kantor nya, tentu saja dengan bantuan Alex yang sedikit terlambat mengejar Gery.
Tidak ada yang berani berkomentar, apalagi mengatakan sesuatu kepada Gery. Padahal setelah kejadian tadi, lebih tepatnya... setelah Velia keluar dari kantor Gery, undangan pernikahan Velia dan Bara mulai tersebar....
Yah, Velia yang meminta seperti itu, supaya tuso, yang terjadi kehebohan di perusahaan Gery, atau pun di perusahaan lainnya, dan juga di kampus.
Yang mana semua tau kalau Velia adalah tunangan nya Gery, tetapi...kenapa menikah nya dengan Bara??? pastilah semuanya bertanya tanya.
Dengan cepat Alex membawa Gery masuk ke dalam kantor nya, dan lagi lagi... mereka melangkahkan kakinya untuk segera ke lantai atas...
Alex tidak mau berkomentar banyak lagi kepada Gery, rasa nya sudah cukup dan tidak ingin menambah rasa sakit nya saat ini.
Setelah masuk ke ruangan Gery, Alex meninggalkan Gery sendiri di sana, dengan sebelum nya... ruangan Gery sudah dibersihkan.
Tidak ingin mengganggu, Alex keluar....dan membiarkan Gery merenung dan berdamai dengan keadaan.
Tiga puluh menit berlalu, Alex yang mengerjakan pekerjaan di luar ruangan Gery, dikejutkan dengan kedatangan kedua orang tua Gery.
Alex yakin, kalau kedatangan mereka pasti nya terkait dengan pernikahan Velia dengan Bara.
"Tuan Besar, Nyonya ...."
Sapa Alex dengan menundukkan kepalanya, meskipun ia sangat dekat dengan keluarga Gery, tetapi...saat ini...dirinya berada di kantor...dan harus bersikap profesional.
"Gery di dalam kan??"
"Iya, silahkan...."
Alex berjalan di depan kedua orang tua Gery, kemudian membukakan pintu, dan setelah itu, Gery meninggalkan nya dan kembali ke rutinitas seperti tadi.
__ADS_1
"Ger..."
Mamah Gery menggeleng, melihat putra tunggalnya yang terpuruk. Beliau tau bagaimana rasa sakit yang dirasakan oleh putra nya itu.
Gery melihat siapa yang datang, dan hanya melihat sekilas saja....setelah itu ia kembali dengan aktivitas nya, merenung dan menangis.
"Mamah tau apa yang kamu rasakan, tetapi.. tidak seperti ini caranya Ger...."
Tidak dipungkiri, betapa terluka nya Gery. Velia adalah cinta pertama Gery, dari awal masuk sekolah...ia sudah suka dengan sosok Velia yang selain cantik, juga ceria....hingga akhirnya...ia bisa mendapatkan cinta Velia... tetapi...itu hanya bertahan selama dua tahun saja ...bukan karena restu orang tua, dan bukan pula karena sebuah penghianatan.... tetapi...karena keadaan yang memaksa mereka untuk berpisah, padahal kedua nya sama sama masih saling mencintai.
"Lalu bagaimana caranya Mah?? adakah caranya supaya Velia tidak menikah dengan bajingaaan itu dan kembali padaku, kalau ada katakan padaku Mah???"
Gery sudah frustasi, memang seharusnya anak itu dibiarkan sendiri saja dulu, tetapi..terus di pantau. Daripada ada orang yang berusaha menghibur nya, tetapi...malahan di salah artikan oleh Gery.
Mamah Gery hanya terdiam, beliau memang tidak mempunyai solusi nya. Bukan pula beliau tidak menyukai Velia bersama dengan putra nya, tetapi....beliau sadar...karena ini adalah takdir.
Kedua orang tua Gery juga tidak membenci Velia, dari awal kejadian ..dan Papah Cesa sudah memutuskan untuk menerima Bara untuk menikah dengan Velia, Papah Cesa sudah menemui kedua orang tua Gery, dan mengatakan yang sejujur jujurnya. Dan orang tua Gery menerima keputusan Papah Cesa waktu itu, karena demi kebaikan semua nya, meskipun masih belum ikhlas untuk melepaskan Velia dari tangan Gery.
Harus menerima kalau Velia dan Gery tidak berjodoh, dan mereka hanya singgah sebentar saja....sebelum benar benar menemukan jodoh nya.
"Ger, berangkat lah ke Korea....urusi Perusahaan dan bisnis Papah yang ada di sana, sekalian kamu lanjutkan pendidikan kamu di sana..."
Akhirnya, Papah nya Gery membuka suaranya, dengan sebelum nya beliau hanya diam dan menyimak serta melihat perkembangan dan kondisi jiwa dan raga Gery, dan dengan berat hati...Papah Gery akhirnya memutuskan untuk meminta Gery ke Korea, selain mengurus Perusahaan dan juga beberapa bisnis di sana, Papahnya Gery juga berharap kalau putra nya bisa melupakan Velia, dengan tidak bertemu di sini ...
Yah, meskipun keputusan itu sangatlah berat, apalagi Gery adalah satu satunya anak yang dimiliki, tetapi... demi menjaga kewarasan Gery, dengan berat hati... ke-dua orang tuanya Gery., mau tidak mau meminta Gery jauh dari Indonesia..
Gery hanya diam, bukan tidak mendengar atau tidak menyimak ucapan Papahnya, tetapi...laki laki itu berpikir...apa ia bisa melupakan Velia jika berada jauh di sana???
"Gery...Papah bukan meminta pendapat kamu ataupun persetujuan kamu, tetapi...ini perintah dari Papah dan kamu wajib mematuhi nya...."
__ADS_1
Yah, Gery paham...Papahnya bukan ingin mengusir dari rumah mewahnya yang sangat besar,. bukan pula mendepak dari Perusahaan Papahnya maupun Perusahaan nya, tetapi...semua untuk menjaga kewarasan nya.
"Perusahaan aku gimana Pah??"
Akhir nya, setelah terdiam cukup lama ...Gery membuka suaranya.
"Biarkan di urus Alex, nanti Papah juga akan ikut memantau......"
Papahnya Gery sudah memikirkan matang matang tentang keputusan nya ini, beliau juga sudah memikirkan dengan siapa Gery di sana.
"Semua demi kebaikan kamu ..dan Papah sudah menyiapkan pesawat pribadi, nanti malam kamu terbang ke sana....."
Gery menggeleng, "Aku mau ke Korea, tetapi...tidak nanti malam, besok pagi setelah acara sakral Velia...aku baru berangkat..."
Akhirnya, Gery mengambil keputusan...ia juga berat untuk melakukan ini, apalagi meninggalkan Indonesia....dan tidak bertemu dengan Velia...Apa ia sanggup???
"Besok, tapi Ger??"
Mamah Gery menggeleng, beliau bukan nya tidak mau Gery menghadiri penilaian Velia besok, tetapi.... Mamahnya Gery, hanya saja ... beliau tidak mau kalau besok putra nya akan mengacaukan acara yang sakral tentunya.
"Mamah jangan khawatirr....aku tidak akan berbuat macam macam di sana, aku hanya ingin memastikan dan melihat dengan mata kepalaku sendiri, kalau Velia sudah bukan milikku lagi, hanya itu Mah, Pah....."
Mamahnya Gery mengangguk, beliau kemudian mendekati Gery dan memeluk tubuh putra nya.
"Berdamai lah dengan keadaan sayang, Mamah yakin...kamu akan menemukan kebahagiaan kmu nantinya, dan Mama harap... kamu tidak membenci Velia ataupun Bara, karena semua sudah takdir...."
Mamahnya Gery melepaskan pelukannya, beliau juga menatap wajah Gery sembari jarinya menghapus sisa-sisa air mata yang keluar sedari tadi.
"Aku tidak yakin bisa berdamai dengan keadaan, tetapi...akan aku coba...."
__ADS_1
Tidak ada yang dilakukan lagi, selain berusaha untuk menerima semuanya... meskipun itu adalah sulit, tetapi....memang harus dilakukan nya.
"Papah percaya , kamu pasti bisa!!"