Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Serius


__ADS_3

Setalah makan, Ardian mengajak Brisa dan juga Velia jalan jalan, tentu saja... mereka berdua mau, karena ini adalah hari terakhir di sini...


Tetapi, tiba tiba Brisa merasakan ada yang tidak beres dan ada masalah dengan perut nya, yang akhirnya Brisa memutuskan untuk pulang ke rumah dan membiarkan Velia pergi bersama Ardian.


"Kita jalan-jalan sekitar sini saja.", ucap Ardian.


Sore ini ia merasa senang, karena bisa jalan dengan wanita cantik yang belakangan ini memenuhi otak dan pikiran nya, tetapi....Ardian masih ragu untuk mengungkap perasaan nya.


"Vee ... kamu percaya cinta pada pandangan pertama??"


Velia menoleh, ia pun mengangguk..."Aku percaya, tetapi sayang sekali aku tidak pernah merasakan nya"


"Bukannya tidak tapi belum...."


Ardian belum tau apa apa tentang Velia, ia pikir...Velia adalah gadis yang masih single dan segel, tetapi nyatanya...


Velia menggeleng, "Tidak Kak, aku sudah tidak punya kesempatan lagi untuk mencintai seseorang....", ucap Velia...


Ia duduk di sebuah kursi, di taman yang tidak jauh dari warung makan tadi.


"Maksud nya??"


Tanya Ardian yang semakin dibuat penasaran saja. Ia sendiri tidak paham dengan Maksud ucapan Velia, terlalu dalam untuk mengartikan nya.


"Hufff..."


'Haruskah aku bercerita??'


"Aku jatuh cinta padamu Vee, sejak pertama kali kita bertemu."


Deg


Vee menggeleng, ucapan Ardian membuat nya tidak percaya, apa itu sebabnya Ardian mengatakan percaya adanya cinta pada pandangan pertama??? karena Ardian sendiri sudah mengalami nya.


"Maaf, jika ucapan ku membuat kamu tidak bahan, tapi aku tidak memaksa kamu untuk menjawab nya sekarang, aku tau.... ini terlalu cepat, jadi aku akan memberikannya Waka untuk kamu berpikiran, tetapi aku minta jawaban iya....."


Velia menggeleng lagi, "Maaf....aku tidak butuh waktu Kak, bukan kakak kurang tampan atau kurang makan, tetapi.....aku akan segera menikah."


Deg....

__ADS_1


Gantian Ardian yang kaget, ia pikir Vee gadis single yang juga jomblo...tidak memori pacar, tetapi... kenapa malahan mau menikah.


Ardian melihat tangan Vee yang meremas ujung pakaiannya, ia pun melihat cincin manis yang melingkar di jari Velia.


'astaga...kenapa aku tidak jeli?? kenapa aku tidak melihat kalau Velia sudah bertunangan???'


Ardian tidak tau lagi harus berucap apa dan bagaimana, ia batu melihat dengan mata nya sendiri kalau Velia memakai cincin, dan diyakini.... cincin itu adalah cincin pertunangannya .


"Dengan laki laki yang namanya ada di cincin itu Vee??"


Seketika Velia menggeleng, ingin nya sih dengan laki laki yang sudah menyematkan cincin pertunangan nya, tetapi....sayang sekali.... takdir berkata lain.


Dan ia lupa untuk memberikan cincin ini kepada Gery tadi, hingga Ardian bisa melihat nya


"Hah?"


Ardian semakin bingung dibuatnya, pakai cincin pertunangan.... tetapi.... tidak menikah dengan yang punya cincin itu, apa apaan ini??


"Jangan kaget Kak, kalau aku cerita...pastinya Kakak akan ilfil padaku dan tidak jadi jatuh cinta padaku lagi....."...


Mau tidak mau Vee akhir nya menceritakan apa yang terjadi dengan nya, bukan untuk ingin dikasihani, tetapi. supaya Ardian tidak berpikir macam macam dan dapat dengan cepat menghapuskan rasa cinta nya, yang mungkin baru secuil.


Ardian menutup mulutnya, ia tidak percaya akan adanya orang seperti Bara, yang melakukan segala cara demi mendapatkan seseorang yang dicintai nya.


Melihat Vee kembali meneteskan air mata... Ardian yang tidak tega menarik tubuh Velia dan memeluk nya.


"Maaf aku tidak tau..... menangis lah ...."


Sama seperti yang dilakukan Brisa, Ardian juga meminta Vee untuk menangis, tetapi setelah ini....tidak ada air mata yang keluar dari mata indah Velia.


Ardian melepaskan pelukan nya, ia tidak ingin Velia mengira kalau diirinya memanfaatkan kesempatan diatas kesempitan.


"Aku juga mau menerima kamu apa adanya, jika kamu tidak mau menikah dengan Bara, juga tidak mau menikah dengan Gery, menikah lah dengan ku,"


ucapan Ardian yang konyol membuat Velia menyunggingkan senyuman nya, ia tau kalau Ardian hanya bercanda saja, tidak serius..


"Hei...aku serius, karena kamu sangat berharga untukku Vee....dan itu bukan kesalahan kamu, bagiamana??"


"Kak Ian ngaco!! aneh aneh saja....."

__ADS_1


Tidak mungkin kan baru kenal dan baru lihat langsung jatuh cinta, dan tidak mungkin juga langsung mau menerima apapun juga keadaan Velia, itu adalah orang bodoh yang selama ini Velia ketahui..


"Hei malahan diam!! aku serius Velia!!"


"Kakak jangan bercanda dan itu tidak lucu. Mantan tunangan ku saja aku tolak kak, apalagi kakak yang baru saja aku kenal dan mengenal ku, jangan jadi laki laki bodoh yang hanya mengandalkan cinta saja, apalagi cinta pada pandangan pertama, maaf bukan aku meragukan kakak, tetapi....memang aku tidak pantas untuk Kakak."


"Tidak ada yang tidak pantas, kamu di mataku adalah wanita yang baik, yang menarik dan juga cantik.. makanya aku langsung jatuh cinta padamu, ayolah Vee.... menikah lah dengan ku..."


Aneh...baru bertemu saja, Ardian sudah mau menikahi Velia, jelas saja Vee menolak nya, kalau ia mau....Velia sudah menerima pernikahan dengan Gery.


"Kakak ngaco!! ayo jalan, temani aku jalan jalan, karena hari ini terakhir aku disini, dan besok aku harus kembali ke Jakarta."


"Kembali ke Jakarta?? secepat itu??"


Velia mengangguk, "Yah, aku sudah satu Minggu disini, dan aku hanya ingin menenangkan diriku satu Minggu saja, setelah itu aku tidak bisa menikmati kebebasan ku."


"Langsung menikah??", Velia mengangguk lagi.


"Iya, rencana Minggu depan, meskipun sangat sulit untuk aku terima, tetapi.. mau tidak mau.. aku harus melakukan nya...."


Ardian menghela nafas nya kasar, andai saja Ia bertemu dengan Velia lebih awal, mungkin...ia yang ada di posisi Bara.


"Aku ingin menculik mu Vee, dan membawa kamu kabur....".


"Hahaha...kakak ada ada saja, untuk apa?? aku bagi sangat merepotkan, makan ku banyak, aku juga suka ngomel-ngomel, dan cerewet, kamu akan kesulitan mengurus aku.


"Oh tidak!! aku kau, dan banyak pembantu yang akan ikut membantu ku.. jadi aku tidak masalah donk, gimana??"


"Hahaha .... terimakasih atas tawaran nya, dan terimakasih....berkat kakak, aku bisa tersenyum...."


"Sama sama ... aku senang jika membuat kamu tersenyum, dan ingat lah ... jika kamu membutuhkan seseorang untuk membawa kamu kabur, aku siap...dan hubungi aku kapan pun....."


"Baiklah Kak jika kamu memaksa."


Sore ini, Velia sangat terhibur dengan adanya Ardian, ternya laki laki itu mempunyai selera humor yang tinggi, yang membuat Velia sedikit bisa melupakan permasalahan nya yang terjadi....


"Kita jalan lagi ..aku senang menemani kamu jalan jalan, lebih senang lagi kalau kamu mau menikah dengan ku."


"Dan aku serius, dan tidak main main dengan ucapan ku.", ucap Ardian.

__ADS_1


__ADS_2