
Awalnya Bara tidak mau, tidak mau pulang juga tidak mau dicarikan gadis yang sama dengan Velia, atau malahan melebihi gadis cantik itu.
Tetapi, lama lama Bagas geram sendiri, ia yang melihat Bara sudah mabuk dan meracau, membuat dirinya langsung saja membawa Bara dan menyeretnya sampai mobil Bagas.
Padahal di sana masih ada beberapa anak buah Daddy Brylli, yang memang selama ini memang bertugas untuk mengawasi kelakuan Bara, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Bukannya tidak percaya dengan Bara, tetapi Daddy Brylli hanya ingin yang terbaik untuk putra sulungnya. Karena semenjak Bara memutuskan hubungan nya dengan Velia, kelakuan Bara semakin menjadi jadi dan tidak terkontrol.
Tetapi, di saat Bagas sudah bertindak, anak buah Daddy Brylli tidak berani berkutik lagi. Ia langsung diam seketika, dan tidak mendekat.
"Shitttt!!!".
Bagas membuka pintu, memasukkan Bara ke mobil, setelah Bara masuk, Bagas menghampiri anak buah Daddy Brylli, yang seperti nya memang masih melihat ke arah depan.
"Bawa mobil Tuan Muda ke apartemen nya saja."
"Baik Tuan!!"
Tidak membantah, anak buah Daddy yang berjumlah lima orang itu dengan cepat memberikan jawaban dan segera mendekati mobil Bara.
Sedangkan Bagas, ia yang sudah melihat mobil Bara melaju....laki laki itu langsung berlari ke arah mobilnya dan segera menuju ke apartemen.
Yah, Apartemen Bara dan juga sama, sama sama terletak di lantai lima tetapi berbeda beberapa nomor saja.
"Velia.....Velia sayank.....hahahahaha.....aku akan merebut kamu sayank....."
"Dan aku pastikan...kamu akan menjadi milikku, dan hanya milikku hahahaha ....."
Bagas menggeleng, "Mabuk saja masih mengingat Velia, huhhh....dasar bucin."
Tidak menyangka, kalau Bara akan seperti ini. Dan ini memang untuk pertama kalinya, seorang Bara gila karena cinta, dan akan melakukan segala cara untuk mendapatkan gadis yang di cintai nya.
Padahal, waktu putus dengan Meli, Bara tidak sekacau ini. Kecewa, sedih dan merasa di hianati, itu sudah pasti..... tetapi... tidak sampai separah ini dan bisa move dengan begitu mudahnya. Tetapi kali ini,....seakan akan Bara tidak terima, padahal Velia bukan siapa siapanya, dan malahan menjadi tunangan Gery.
Sampai nya di apartemen, Bagas meminta bantuan security untuk membantu mengangkat Bara, ia masih capek dengan perjalanan jauh nya kemarin, dan kini harus mengurusi Bara apalagi harus menggendong nya.
"Terimakasih Pak."
Bagas memberikannya beberapa lembar uang merah untuk security itu, dan segera menutup pintunya rapat rapat.
__ADS_1
Malam ini, Bagas akan menginap di apartemen Bara, karena akan memastikan kalau sahabat nya itu aman dan tidak kemana-mana lagi malam ini.
...****...
"Kamu serius akan membantu Papah di Perusahaan sayank??"
"Apa kamu tidak capek??"
"Nanti gimana dengan kuliah kamu."
"Papah enggak mau kalau kamu sampai menelantarkan kuliah kamu."
Pagi-pagi sekali, Papah Cesa sudah memberondong banyak pertanyaan untuk Velia, dan tentu saja gadis cantik itu hanya tersenyum manis, menampilkan lesung pipi nya yang begitu menggemaskan setiap kali ada yang melihat nya.
"Papah tanya Vee, bukan kamu beri senyuman manis dan Papah butuh jawaban nya."
"Papah....Vee bingung dengan semua pertanyaan yang Papah lontarkan untuk Vee, bingung mau jawab yang mana dulu deh."
"Jawab semua nya, tidak perlu bingung sayang."
"Oke.... pertama, Vee memang serius untuk membantu di Perusahaan Papah. Vee sama sekali tidak keberatan dengan membantu Papah di sana, kalau perlu Papah pensiun saja....tidak usah pergi ke kantor."
"Hmmm enak saja, memang kamu bisa ngurus perusahaan??"
Kalau sekali kali ikut ke perusahaannya ya pernah, tetapi...hanya diam saja dan menjadi pendengar setia.
Lagi pula waktu itu, Vee masih sekolah dan belum tau apa apa, yah....hanya ngikut saja.
"Kedua, ketiga dan keempat. Vee tidak capek, karena Vee akan membagi waktu antara kuliah dan ke kantor, dan Papah tidak usah khawatir..... Vee tidak akan menelantarkan kuliah Vee."
Papah Cesa terlihat menganggukkan kepala nya, mau tidak mau sang Papah mengikuti apa yang diinginkan oleh putri tunggal nya itu, dan juga seperti nya Velia serius dengan ucapannya.
Dan juga memang benar apa yang dikatakan oleh Vee, kalau Papah Cesa sudah seharusnya pensiun dan duduk manis di rumah.
"Baiklah.... Papah setuju. Jadi kapan kamu akan ke kantor? yah .... perkenalan dulu lah."
"Nanti siang Pah."
Jawab Vee enteng. Ia tau kalau Papah Cesa pasti akan kaget mendengar jawaban dari nya.
__ADS_1
"Nanti siang??", Vee mengangguk.
"Vee kuliah hanya empat jam saja Pah, jadi..nanti bisa ke kantor Papah."
"Wow....Papah senang sekali, nanti Papah tunggu ya??"
"Oke Pah, tapi Vee bawa mobil ya??"
"Bawa mobil?? memang Gery enggak jemput??"
"Gery hari ini enggak ada kelas Pagi, jadi enggak ke kampus, lagipula....ada meeting pagi ini, kasihan kalau nganterin Vee dulu."
"Pakai supir aja gimana??"
"No. Vee bukan anak kecil Pah, dan Vee sudah punya SIM loh, kalau Papah lupa."
"Oke, Papah tidak punya pilihan lain, dan kamu bebas pilih mobil yang mana, semua nya untuk kamu."
"Vee pakai mobil Vee sendiri saja, kangen juga dengan si merah."
Pagi ini Velia ke kampus dengan mengendalikan mobilnya sendiri, agak kaku sebenarnya setelah lama tidak memegang setir kemudi.
Selama di Jerman, gadis cantik itu juga tidak menggunakan mobil, karena jarak apartemen ke kampus nya sangat lah dekat, dengan jalan kalau saja sudah sampai, kalau misal ia ingin jalan-jalan, Vee lebih suka naik taxi di bandingkan dengan menyetir sendiri.
Tiga puluh menit, Vee sudah sampai di kampus, suasana kampus masih sangat sepi, karena Vee sengaja datang lebih awal supaya tidak macet.
"Astagfirullah....."
Baru saja membuka pintu , tetapi ia sudah dikagetkan oleh seseorang.
Orang itu hanya senyum senyum sendiri, ia bahkan tidak merasa bersalah ketiak sudah membuat orang lain kaget, bahkan ingin memukul nya.
"Pagi sayank...."
Vee menggeleng, ia tidak menjawab dan rasanya ingin masuk lagi ke dalam mobil...
Sungguh lucu dan aneh, padahal baru saja kemarin teriak teriak bahkan di kabarkan hilang oleh Bagas, eh....pagi ini sudah ada di sini saja.
"Kamu kan enggak ada jadwal?? kenapa ada di sini??"
__ADS_1
"Emangnya enggak boleh?? dan pagi ini kamu sangat cantik sekali sayank..."
Bara mendekat dan itu membuat Vee semakin tidak nyaman saja, Vee yang tua dengan gelagat tidak baik dari Bara langsung saja memundurkan langkahnya kebelakang, tetapi....sayang sekali....ia kepentok dan bersandar di mobilnya.