Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Ke mana Velia?


__ADS_3

Velia menggigit bibir nya, manakala pergerakan Bara sudah lincah di bawah sana, ingin berteriak... tetapi...tidak bisa.


"Sssstttttt......"


Velia sekuat tenaga menutup mulutnya agar suaranya tidak ke mana mana, karena ia tau ..di dalam kamar ibu tidak ada peredam suara, yang dengan sekali teriakan saja, bisa terdengar ke mana mana


"Jangan di tahan sayank.... keluar kan, suara mu sangat indah ...."


Bara menjeda kegiatan nya, melihat reaksi Velia yang sudah memejamkan mata dan juga menahan suara nya


Bara yang tidak tahan, melanjutkan aksinya lagi... memainkan goa Velia yang sudah basah....


"Keluarkan sayank....."


"Kamu gila!!! tidak ada peredam suara di sini.....", bentak Velia.


Meskipun ia sudah merasakan sesuatu yang berbeda di bawah sana, tetapi...ia tidak mau mengeluarkan suaranya...


"Tidak apa sayank.....kita sebentar lagi menikah, kalau perlu... besok pagi sampai Jakarta, aku langsung nikahin kamu..."


"Sssstttttt....."


Kembali, Velia hanya mende_sah pelan, ia juga menutup mulutnya supaya tidak mengeluarkan sesuatu yang membuat Brisa maupun Bagas terbangun.....

__ADS_1


"Sayank ...."


Bara meng_hisap bagian bawah Velia, manakala Vee sudah mengeluarkan semua cairan kental miliknya....


"Bara stop!!"


Velia agak meninggikan suara nya, manakala Bara tidak melepaskan bibirnya di sana....


Setelah di rasa cukup, Bara tersenyum...ia kemudian menindih tubuh Velia. Dan tanpa banyak kata lagi, Bara yang sudah dipenuhi dengan h@srat, segera memasukkan ular yang sudah siap mengunjungi sarangnya...


"Ba-----."


"Mphhhhh......."


Malam yang begitu dingin, dengan hujan yang sangat lebat membuat Bara semakin semangat untuk melakukan apa sudah lakukan dengan Velia malam ini.


Suara desa_han bercampur dengan teriakan, nyatanya tidak membuat Bagas terganggu tidurnya.


Yah, malam ini mereka aman... karena adanya suara hujan yang begitu derasnya, membuat desa_han dari ke-dua bibir yang saling merasakan kenikmatan tidak terdengar ke mana mana, tersamarkan oleh rintik hujan malam ini.


Hingga....


Entah sudah berapa kali Bara melakukan nya, yang akhirnya....Bara tumbang dan tidur di samping Velia.

__ADS_1


"Terimakasihnya sayank, aku sangat mencintai mu...dan lusa kita menikah....."


Velia tidak bisa menjawab, ia sudah memejamkan matanya karena ngantuk. Bara mencium kening Velia, kemudian membenarkan selimut calon istri nya itu, lalu ka juga masuk ke dalam selimut yang sama.


Pagi menjelang...Velia terbangun, ia melihat Bara yang masih tertidur di samping nya dengan tangan yang melingkar di perut.


"Astaga jam berapa ini??"


Velia takut kalau Brisa bangun dan tidak melihat nya di kamar, bisa gawat nanti nya.


Cepat cepat Velia bangun, dengan menggeser tangan Bara dan memindahkan nya di samping...ia pun berjalan menuju ke kamar mandi, dengan badan yang remuk akibat ulah Bara.


Tidak lama, Velia segera keluar dari kamar Bara, beruntung karena belum ada yang bangun.


"Lega....."


Velia ingin ke atas, tetapi..ia urungkan niatnya karena melihat jam yang sudah menunjukkan pukul lima pagi.


Wanita cantik itu melangkahkan kakinya ke dapur, untuk membuat susu dan juga kopi, serta mengecek bahan makanan apa saja yang bisa ia masak....


Sedangkan di kamar, Bara membuka matanya, hal pertama yang di cari adalah Velia, karena ia ingat semalam melakukan adegan panas dengan calon istri nya itu.


"Ke mana Velia??"

__ADS_1


__ADS_2