
"Iya .. semoga ini adalah keputusan yang baik, tetapi... bagaimana dengan Gery??"
Papah Cesa baru teringat dengan laki laki yang sudah melamar putri nya itu.
Bagaimana pun dulu nya keluarga Gery sudah datang ke rumah dan meminta putrinya baik baik, dan kini harus membatalkan dengan cara baik baik pula.
"Vee yang akan bicara sama Gery , Pah....biar Vee saja .." ucap Vee cepat, menyaut apa yang di utarakan oleh Papah Cesa.
"Dan Bara akan nemenin Vee, Pah..."
Vee bangun dari duduknya dan menghampiri Papah Cesa, ia duduk di samping Papah nya dan memeluk Papah Cesa, ia tau kalau Papah Cesa kecewa dengan nya.
"Pah.... maafkan aku...."
Velia memeluk Papah Cesa, ia tau kalau Papah nya itu kecewa dengan nya dan sedih.
"Sudah....semua sudah terjadi...tidak ada yang perlu di sesali...", ujar Papah Cesa dengan bijaknya.
"Yang penting sekarang kamu sudah tau kan apa yang harus kamu lakukan??" sambung Papah Casa Lagi.
"Tapi Pah, Vee enggak mau nikah sama Bara..."
Jlebb
Semua yang ada di sana melongo mendengar ucapan dari Vee, entahlah apa yang dikatakan oleh Vee ini. Mungkin orang orang yang ada di sana berpikir kalau Vee adalah wanita yang bodoh, Bara sudah mau tanggung jawab tetapi dia malahan menolak nya.
"Kita harus menikah sayank..wajib dan tidak boleh tidak!!", seru Bara dengan suara lantang. Ia pun ingin menghampiri Velia tetapi di tahan oleh Ayah Arga.
"Sabar dulu Bar, jangan kamu paksa.", ucap Ayah Arga lagi dengan tangan nya yang masih memegang tangan Bara, supaya laki laki itu tidak menghampiri Velia dan memaksanya.
"Sayank....apa yang kamu katakan??", Bunda Rania mendekati Vee, dan ikut duduk di samping Velia. Beliau juga membelai lembut rambut panjang Vee.
"Aku enggak mau menikah dengan Bara , Bunda....aku tidak mencintai nya, ...."
Jawab Vee membuat Bunda dan yang lainnya menggelengkan kepala nya. Tidak salah memang kalau Vee menolah menikah dengan Bara, tetapi situasi dan kondisi yang membuat nya tidak bisa menolak dan harus menerima.
__ADS_1
"Kalau kamu tidak menikah dengan Bara, lalu kamu mau menikah dengan Gery??", tanya Bunda Rania lagi.
Bunda Rania dan mungkin semua orang yang ada di sana berpikir kalau Vee mau menikah dengan Gery, karena mereka juga sangat yakin kalau Gery mau menerima keadaan Vee apa adanya.
"Aku tidak akan mengijinkan!! dan aku akan buat kamu hamil Vee, jika kamu tetap mau menikah dengan Gery.",
Bara dengan wajah yang sedikit emosi, tidak terima jika Gery lah yang nantinya bisa mendapatkan dan menikahi Vee, padahal ia yang melakukan semua ini....
"Diem dulu Bar!!"
Lagi lagi mulut Bara langsung saja berucap, bukan hanya itu, ia juga mengancam Velia.
Sedangkan Vee yang mendengar ucapan dari Bara, langsung saja menolah dan melotot kan matanya tajam, sarat akan permusuhan.
"Sayank....jangan begitu, mata indahmu jadi nyeremin."
"Makanya kalau punya mulut itu dijaga.", Mommy Cherry mendekati putranya dengan tangan nya terulur untuk menyentuh sudut bibirnya Bara yang sedikit robek.
Vee menggelengkan kepala nya, walaupun ia tidak mau menikah dengan Bara, ia juga tidak mungkin menikah dengan Gery.
Jawaban Vee lagi lagi membuat orang tua di sana saling pandang, tidak mengerti apa yang ada di pikiran Vee itu, sudah jelas kalau Vee tidak suci lagi, dan Bara mau bertanggung jawab, tetapi kenapa di tolaknya.
"Tapi sayank----?"
"Maaf aku ke kamar dulu, aku capek dan lelah...."
Velia memotong ucapkan Bunda Rania, dan ia segera menuju ke sebuah kamar yang memang sudah menjadi kamar nya jika berada di rumah Papi Galen.
"Vee....", teriak Bunda Rani, tetapi....tidak di gubris oleh Velia.
"Sudah lah Bunda, Vee masih ingin sendiri....tidak mau di ganggu dulu, biarkan ia tenang...dan sekarang sebaiknya kita pikirkan langkah yang harus di ambil."
Ayah Arga memberikannya pengertian kepada istrinya itu, supaya tidak mengganggu Velia.
"Baiklah...lalu bagaimana sekarang Kak?"
__ADS_1
Bunda Rania meminta penjelasan dan langkah apa yang akan di ambil oleh putri nya itu kepada Papah Cesa, karena Papah Cesa adalah bapak kandung Velia.
"Mau gimana lagi, pernikahan harus tetep di laksanakan...aku tidak mau calon menantu menderita karena ulah anak ku yang tidak tau diri itu."
Bukan Papah Cesa yang menjawab, tetapi...Daddy Brylli yang ikut bicara, beliau merasa bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh putranya, meskipun putra nya telah mengakui perbuatan dan mau mempertanggungjawabkan.
Daddy Brylli juga sangat senang jika Vee menjadi menantu nya, seperti apa yang diinginkan nya dulu, menjodohkan Bara dengan Velia.
"Aku juga setuju Mas, lagipula Velia juga pernah mencintai Bara, jadi tidak sulit untuk Vee kembali mencintai Bara, dan aku juga takut kalau Vee hamil tetapi belain menikah....",
Mommy Cherry tidak mau kalau Vee hamil dan yang jadi ayah nya bukan putra nya, itu akan mempersulit dirinya untuk mengunjungi cucunya nanti.
Lagipula Mommy Cherry juga sudah sayang sama Velia, dan ingin menjadikan Vee menantunya dari dulu, hingga adanya kejadian ini.... Mommy Cherry... Entahlah, senang ataupun sedih dengan tindakan Bara.
"Bagaimana Sa?", tanya Daddy Brylli yang menunggu jawaban dari Papah Cesa.
"Aku enggak bisa ngomong apa apa, karena kebahagiaan putriku adalah segalanya, tetapi... mengingat kondisi sudah berbeda...aku akan menikahkan Vee dengan Bara, karena Bata telah menyentuh nya, jadi...."
"Minggu depan acara pernikahan mereka...lusa kita balik ke Jakarta.", sambung Daddy Brylli cepat.
"Apa enggak terlalu cepat Bryll??"
Bukan nya tidak setuju, tetapi...Papah Cesa merasa kalau terlalu cepat untuk Minggu depan.
"Itu sudah lama untuk ku, tetapi...Vee harus menyelesaikan urusan nya dengan Gery juga, dan aku tidak mau kalau menunggu sampai menantuku hamil baru menikah.", ujar Daerah Brylli lagi.
"Dan Bara mau kalau pernikahan ini bukan hanya keluarga saja yang datang, tetapi. .Bara akan mengundang banyak orang dan mengadakan pesta besar... sekalian sukuran karena Bara sudah berhasil mendapatkan Velia, wanita yang dari dulu aku cintai."
"Hei...waktu satu Minggu kamu mau melakukannya itu semua?? apa cukup??"
Daddy Brylli masih emosi dengan putra nya, apalagi mendengar Bara yang ingin pesta mewah dan megah...tentu saja butuh persiapan, bukan masalah duitnya.
"Gampang;!!! serahkan saja sama Bagas, dan sekertaris Daddy...juga pinjam sekertaris Papah, kalau perlu minta bantuan orang orang nya Ayah dan Papi, beres kan??"
"Astaga Bara.....dia yang mau nikah, semua yang dibikin pusing...."
__ADS_1