Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Jangan Mimpi


__ADS_3

"Mengapa Mommy merahasiakan nya dariku??"


Bara duduk di samping Mommy Cheryy, ia juga masih memegang benda berwarna pink itu.


"Seharusnya Mommy cerita pada Bara.", sambung Bara lagi.


Kini Bara sangat kecewa, kecewa karena sudah mengetahui kebenaran nya, meski itu terlambat.


"Kalau kamu tau dari dulu, apa kamu akan menerima perjodohan ini????"


Mommy Cherry mengeluarkan suaranya, beliau sebenarnya sudah tidak ingin mengungkit masalah perjodohan lagi, seperti apa yang dikatakan oleh Vee dulu, untuk melupakan perjodohan rahasia ini.


Bara diam. Pernyataan Mommy nya tidak bisa ia jawab, sungguh.....ia sekarang bingung, tidak harus menjawab apa di depannya Mommy nya.


"Kamu sendiri tidak bisa menjawab kan?? mungkin kalau kamu jadi tunangan dan menikah dengan Meli, pertanyaan itu tidak akan kamu ucapkan. Bahkan jika kamu tau, kamu akan pura pura tidak tau saja. Dan melupakan semuanya."


Deg


Ucapan Mommy Cheryy sangat menyentuh hati Bara. Apa iya seperti itu??? dan mungkin memang sangat bener, kalaupun ia tau dari dulu, ia juga tidak akan menerima perjodohan ini, bahkan dengan terang terangan melupakan nya.


Tetapi, kini semua berubah....bahkan Bara seakan akan ingin meneruskan Perjodohan nya, setelah ia gagal menikah dengan Meli.


"Walaupun begitu, tetap Bara perlu tau Mom, tidak dirahasiakan seperti ini.", keluh Bara kesal.


"Kamu lucu Bar.",


Mommy Cherry menggeleng, seakan akan menertawakan putra nya.


"Lagipula Vee yang meminta untuk merahasiakan dari kamu, Vee bahkan sudah membatalkan Perjodohan ini."


"Vee??? tidak!!! tidak bisa."


Bara sedikit berteriak, ia tidak percaya kalau Vee yang meminta untuk merahasiakan, dan juga meminta untuk membatalkan.


"Tidak bisa??? maksud kamu??"


Mommy Cherry sedikit melihat kearah Bara, ucapan nya sungguh membuat Mommy menggeleng.


"Bara akan meneruskan perjodohan ini. Bara akan mencari Vee."


"Kamu jangan gila!! Mommy tidak mau! kamu lupa, Vee sudah punya Gery."

__ADS_1


Mommy tidak bisa menerima keputusan Bara yang seenaknya, apalagi dengan kondisi Bara seperti ini, dan juga Vee yang sudah mencintai Gery, meskipun Mommy Cheryy meragukan perasaan gadis itu kepada Gery.


"Bara tidak perduli. Bara akan merebut Vee dari Gery."


"Bara...kamu!"


Bara kemudian meninggalkan Mommy nya, dan masuk ke dalam kamar nya, untuk mandi dan berniat menemui Gery.


Tujuan utama nya adalah mencari tau di mana Vee berada dan juga mengatakan kalau sebenarnya ia dan Vee sudah dijodohkan dan akan merebut Vee.


.


.


.


Bara sudah mengirimkan pesan kepada Gery, dan meminta untuk ketemuan. Tetapi, sayang sekali...Gery sibuk dan terpaksa Bara yang mengunjungi Gery si kantor nya.


Laki laki itu dengan semangat empat lima mendatangi kantor Gery, dan kebetulan Gery baru selesai meeting menggantikan Papah nya.


Yah, walaupun Gery masih kuliah, tetapi kemampuan bisnis nya tidak diragukan lagi. Gery bahkan sudah bisa menghandel perusahaan Papah nya sendiri.


Gery menepuk pundak Bara, laki laki itu baru saja masuk ke kantor nya dan bertemu dengan Bara di lobi.


"Ke ruangan ku saja ya??"


Bara mengikuti Gery, ia memang dari dulu tidak banyak bicara, juga dengan Gery pun begitu. Apalagi ketika Gery sudah bersama dengan Vee, rasanya Bara enggan bicara dengan laki laki itu.


Sedangkan Gery, ia sudah tau maksud Bara menemui nya, tak lain dan tak bukan untuk menanyakan di mana Vee berada. Apalagi Gery sudah mendengar berita tentang batalnya acara pertunangan Bara dengan Meli, dan tau kejadian sebenarnya.


'Aku tidak akan membiarkan kamu mendekati Vee, Bar!!'


Ceklek


Keduanya sudah masuk ke ruangan pribadi Gery, ruangan yang serba putih yang membuat kesan begitu bersih.


"Duduk Bar."


Bara duduk di sofa, ia melihat lihat ruangan Gery. Ia akui ..kalau Gery lebih unggul dibandingkan dengan nya dalam urusan bisnis, karena otak Gery memang jauh lebih pintar dari nya.


"Minum dulu."

__ADS_1


Gery memberikan satu minuman kaleng untuk Bara, dan ia pun ikut duduk di depan Bara.


"Ada apa?? maaf aku tidak banyak waktu.", ujar Gery yang memang tidak ingin Bara bertanya tanya tentang Vee.


"Dimana Vee??", tanya Bara sinis, sepaket dengan wajah nya yang sudah masam


"Amerika. Dia menerima beasiswa di sana."


"Kota mana?? nomer nya?? kenapa tidak bisa dihubungi?"


Lagi lagi Bara bertanya dengan nyolot, yang membuat Gery geram sendiri.


"Aku tidak tau. Vee juga tidak memberi tahukan kepada ku di kota mana. Dan soal nomer nya, maaf aku tidak bisa memberi tahukan kepada kamu."


Vee memang sudah ganti nomer, dia tidak pesan untuk jangan memberikan nomer nya yang baru kepada Bara, tetapi.... Gery yang memang ingin merahasiakan nya dari Bara, dan juga di mana Vee tinggal.


"Brengseekkk!!"


"Jaga ucapan kamu!!"


Bara berdiri dan ingin meraih kerah Gery, tetapi Gery dengan cepat menepis nya.


"Asal kamu tau. Vee pergi gara-gara kamu!!", ucap Gery dengan telunjuknya mengarah ke arah wajah Bara.


'Apa??'


"Dan aku tidak akan membiarkan dia tersakiti oleh kamu lagi. Sudah cukup penderitaan yang dia alami saat ini, dan aku harap kamu tidak menggangu nya lagi."


Bara mengepalkan tangannya, ingin sekali ia membogem wajah Gery, tetapi...ia urungkan.. karena mendengar kata kata Gery yang menusuk di dalam hati nya.


'Jadi benar kalau Vee pergi gara gara aku? dan aku akan mencari nya, dan akan membawa nya pulang.'


"Dan sebaiknya kamu pulang. Aku ada meeting lagi."


Bara menyunggingkan senyum tipis nya, kemudian menatap lekat wajah Gery. "Asal kamu tau, aku dan Vee sudah di jodohkan, dan aku akan mengambil Vee kembali."


Deg


Gery melotot tajam, meskipun ia tau kalau Vee mencintai Bara, tetapi ia tidak tau kalau mereka ternyata sudah di jodohkan.


"Jangan mimpi!!"

__ADS_1


__ADS_2