Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Curhat Dengan Dokter Vikky


__ADS_3

Bara dengan cemas menunggu di depan rumah UGD, ia sendiri an tidak ada yang menemani nya, karena Pak supir tadi yang mengantarkan ke Rumah Sakit, sudah di minta nya pulang, dan tidak ada lagi yang bersama Bara saat ini.


Bara juga tidak akan memberitahukan kepada Papah Cesa maupun orang tuanya, karena itu akan membuat mereka khawatir.


"Bara....."


Bara menoleh, merasa ada yang memanggilnya...ia pun segera berdiri dari duduknya ketika tau siapa yang memanggilnya itu.


"Om Vikky."


"Hei....siapa yang sakit??"


Dokter Vikky yang pagi ini baru saja mau bertugas dan berkeliling, melihat Bara...anak dari teman nya yang sedang duduk di depan ruangan UGD.


"Velia Om.", jawab Bara.


"Velia??.... sebentar...Om masuk ke dalam, kamu tenang saja dulu."


Dokter Vikky menepuk pundak Bara, setelah itu masuk ke ruangan UGD.


Lima belas menit kemudian....Dokter Vikky keluar dari ruangan UGD, dan sebenernya bukan ranah dia pagi ini untuk memeriksa pasien di ruangan itu, tetapi...karena ia begitu kenal dengan penunggu dan juga pasien nya, makan Dokter Vikky memutuskan untuk masuk ke dalam.


"Gimana Vee , Om??"


Tanya Bara dengan wajah yang serius, dan kalau orang melihat....pastinya Bara sangat cemas dengan kondisi Velia.


"Ikut Om!!"


"Tapi Vee??"


"Tenang saja, sebentar lagi di bawa ke ruang perawatan. Om mau bicara sama kamu."


Bara mengangguk, meskipun hatinya tidak tenang tentang kabar Velia, tetapi...ia juga harus mengikuti Dokter Vikky, yang seperti nya akan bicara serius dengan nya.


Bara menuju ke lantai paling atas, lantai di mana hanya ada ruangan pemilik Rumah Sakit ini dan tentu nya bukan sembarang orang yang bisa untuk naik ke lantai atas, apalagi dapat masuk ke ruangan orang nomor satu di Rumah Sakit ini.


'Kenapa aku di bawa ke ruangan ini?? bukan ruang praktek Om Vikky??'


Bara jadi bertanya-tanya dalam hati, pasalnya ia sudah tau banyak dengan Dokter sekaligus teman baik Daddy nya itu, dan ia juga berpikir...kenapa harus di ruangan pribadi?? bukan di ruangan praktek saja.

__ADS_1


"Duduk Bar...."


Tidak ada orang lain lagi di sana, kecuali Bara dan juga Dokter Vikky. Raka, asisten Dokter Vikky pun sedang berada di luar...karena memang kali ini sang Dokter itu mau bicara serius dengan nya.


Bara duduk di depan Dokter Vikky, laki laki itu jadi tidak tenang dengan sorot mata yang tajam, yang sudah menyiratkan amarahnya.


"Bagaimana keadaan Vee , Om??"


Bara tidak sabar untuk menanyakan keadaan Vee, ia sedari tadi bertanya tapi tidak di jawab juga, dan kali ini juga begitu, Dokter Vikky malahan menatap wajah Bara dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Kamu apakan dia??"


Bukan nya menjawab pertanyaan Bara, tetapi Dokter Vikky memberikan pertanyaan untuk Bara.


"Aku perkosa Velia Om,...", jawab Bara dengan jujur dan tanpa rasa bersalah sedikitpun juga, bahkan ia juga tidak menyembunyikan apa yang telah terjadi, meskipun itu sangat memalukan.


Brakk


"Kamu!!"


Dokter Vikky menggebrak meja, ia yang sudah menganggap Bara seperti anak nya sendiri langsung marah ketika mendengar jawaban dari Bara.


Lagi lagi jawaban dari Bara membuat Dokter Vikky menaikkan alisnya, ia sendiri tidak tau apa yang ada di pikiran Bara saat ini yang telah tega melakukan itu kepada teman sejak kecil nya.


"Bodoh!!! kenapa kamu melakukan itu?? dan bukannya Vee adakah tunangan Gery??"


"Itu dulu Om, dan sekarang Vee milikku...dan karena itu ..aku melakukan nya...aku tidak ingin kehilangan dia."


Dokter Vikky menghela nafas kasar, ia juga menggelengkan kepalanya ketika mendengar ucapan Bara. Memang anak muda pikiran nya masih labil dan tidak berpikir secara jernih, hanya mengandalkan ego nya sendiri.


"Tapi tidak dengan cara seperti itu Bar, masih ada cara lain selain melakukan itu!!"


Bara menggeleng, "Tidak ada cara lain lagi Om, bahkan mareka sudah merencanakan akan menikah bulan depan, lalu aku harus bagaimana kalau seperti itu??? sementara aku cinta banget sama Vee dan tidak ingin kehilangan dia."


Bara menundukkan wajahnya, mata nya berkaca kaca ketika ia mencurahkan rasa yang ada di dalam hatinya itu.


"Hufff......"


Dokter Vikky kembali menghela nafas kasar, ia tidak menyangka kalau Bara bisa melakukan seperti itu, padahal kedua orang tua nya juga baik baik dan tidak neko neko.

__ADS_1


"Om pernah merasakan jatuh cinta sejatuh jatuh nya kan?? apalagi Tante Adel sangat cantik, pasti nya banyak yang suka."


Dokter Vikky melototkan mata nya, saat Bara memuji kecantikan istri nya.


"Hmm .... tapi kan aku tidak memperkosa Tante mu itu?? lagipula aku menjaga nya sampai kita halal, bukan seperti kamu ini!!"


"Ckkk apa apaan, Om pastinya juga cium cium Tante Adel kan dulu nya, hahahaha......"


Astaga, Bara malahan mengajak bercanda dengan Dokter yang ada di depannya, bagiamana bisa marah jika seperti ini.


"Kamu ya!! tapi Om kan tanggung jawab, lagian hanya ciuman saja, bukan melakukan seperti kamu!"


"Sama berarti...aku juga tanggung jawab Om, aku bukan laki laki be**jad yang lepas tanggung jawab begitu saja."


"Om pusing Bar, tidak tau harus berkata apa lagi. Lagipula...kamu seperti nya tidak ada rasa bersalah sedikitpun."


"Bersalah??? Enggak....aku bahkan tidak menyesali perbuatan ku, karena aku sengaja melakukan nya."


"Ya Tuhan ... anak mu Brylli......"


"Om tenang saja, santai Om.....aku akan tanggung jawab, sekarang bagaimana keadaan calon istri ku??"


"Kondisi nya tidak begitu memprihatinkan, maag nya kumat dan juga ada pembengkakan di bagian inti nya. Kamu memang gila!!! berapa kali kamu melakukan nya anak nakal??"


"Maag?? astaga....aku lupa kalau Vee punya riwayat penyakit itu, telat makan saja bisa kumat. Dan kalau soal itu tadi.... entahlah Om....aku sendiri tidak menghitungnya.... tetapi yang aku ingat....aku melakukan nya dengan pelan pelan."


"Dan apa orang tua Vee sudah tau??? dan juga orang tuamu??"


Bara menggeleng...."Mereka ke Korea, aku belum sempat mengatakan nya."


"Temui mereka secepat nya, tentu nya setelah Vee kondisi nya membaik....itu juga kalau kamu tidak mau kehilangan Vee."


Bara dengan cepat menganggukkan kepalanya, ia akan menemui orang tua nya secepat nya dan mengatakan apa yang terjadi.


"Dan kamu .... jangan sekali sekali membuat hati Vee sedih, Om melihat....dia sangat tertekan dan banyak pikiran....oh ya satu lagi.... hubungi Brisa atau siapa yang bisa Velia ajak bicara, karena saat ini...Vee butuh teman ngobrol....."


"Aku aja...."


Bara dengan pedenya menawarkan diri, padahal Vee kalau melihat Bara tidak ingin bersama.

__ADS_1


__ADS_2