
"Kalau begitu aku ke kantor dulu ya ...semua urusan aku serahkan kepada kalian.", ujar Papah Cesa yang sudah terlambat janjian dengan rekan bisnisnya. Papah Cesa pun segera pamit dari rumah Daddy Brylli, dan menyerahkan semua urusan kepada Bara..
"Aku juga ya Bar?? mau pulang....ngantuk dan capek...."
Papah Cesa ke kantor, Velia juga ikut ikutan. Ia tidak mau berada di rumah Bara, bukan nya enggak mau sebenarnya tetapi ada sesuatu yang mau ia urusan dan ia bereskan, mengingat lusa kamarnya juga di tempati oleh Bara.
Velia berniat untuk membuang semua kenangan dengan Gery, bukan keinginan nya.... tetapi...itu memang harus ia lakukan, demi menghargai Bara yang akan menjadi suaminya kelak, dan juga demi keutuhan rumah tangga nya nanti.
"Sayank kamu di sini saja, dan aku minta sebelum hari H, kamu tinggal di sini dulu....", ujar Bara yang menolak Velia untuk pulang.
Jelas saja, Bara takut kalau Velia kabur dan membatalkan pernikahan nya. Bukan karena tidak mau rugi banyak atau menahan malu, tetapi...apa Bara sanggup di tinggal nikah untuk yang kedua kalinya?? meskipun dengan cerita yang berbeda seandainya Velia memang meninggalkan nya.
"Tapi Bar, aku harus membereskan kamar aku, dan juga gimana dengan Papah???"
Tentu nya Velia menolak, ia bahkan tidak menginginkan untuk tinggal di rumah Bara sebelum menikah. Takut?? jelas saja, karena sudah beberapa kali Bara melakukan itu di saat ada kesempatan, dan tidak memungkinkan lagi untuk Bara juga melakukan seperti itu.
Dan bagaimana dengan Papah Cesa?? tentu saja laki laki yang sudah tidak muda lagi itu akan kesepian karena ditinggal Velia, walaupun hanya dua malam atau tiga malam saja ....
"Oma dan Opa sedang dalam perjalanan, dan aku juga meminta Bagas dan juga asisten Papah untuk menginap di sana selama kita belum tinggal di rumah Papah....."
Bara tidak kehilangan akal tentunya, ia memang sudah menghubungi Oma dan Opa Adit tentang pernikahan nya dengan Velia, dan juga Bunda serta Ayah Arga. Meskipun terkesan mendadak... tetapi...laki laki itu sudah menyiapkannya segalanya, secara matang dan juga terperinci.
Untuk Bunda Rania dan Ayah Arga beserta keluarga nya, sementara akan menempati rumah Daddy Brylli yang tidak jauh dari rumahnya saat ini, daripada harus bolak-balik Ke Bandung....
Dan Bara juga sangat licik , karena ia juga meminta Bagas juga asisten Papah Cesa untuk menginap, yah itung itung nemenin Papah Cesa main catur dan ngopi....
"Oma dan Opa dalam perjalanan???"
Betapa senang nya Velia, ternyata Oma dan Opanya ikut menyaksikan pernikahan nya, meskipun bukan pernikahan yang ia harapkan.
__ADS_1
"Iya sayank.... sebentar lagi aku jemput, dan aku antar kesini dulu, kamu kangen kan??", Velia mengangguk.
Bara tersenyum senang, betapa perhatian nya laki laki yang akan menjadi suami Velia itu. Ia tau apa yang diinginkan oleh Velia, meskipun ia sebenarnya juga tau kalau Velia belum bisa menerima dirinya dengan sepenuh hati.
"Kalau begitu, aku pergi dulu...mau ambil sisa undangan dan juga jemput Oma Opa....kamu di sini, bisa tidur dengan Brisa kalau takut...."
Seakan akan Bara tau lagi apa yang ada dipikiran Velia, selain memikirkan Papahnya, Velia juga takut kalau Bara macem macem lagi dengan nya.
"Tenang sayank, aku janji akan menahannya...sampai kita benar benar sah...", bisik Bara ditelinga.
Velia melotot kan matanya, karena Bara bukan hanya berbisik, tetapi juga mengigit kecil telinga Vee, yang membuat Velia sedikit meremang.
Cup
Bara yang mencium kening Velia, padahal yang Bara inginkan adalah mencium bibir wanita cantik yang sebentar lagi akan menjadi istri nya.
Velia terpaku di tempat, tidak tau harus berbuat apa. Apalagi ada kedua calon mertuanya yang sedang menyaksikan betapa romantisnya Bara saat ini.
Pamit Bara dengan bibir yang tersenyum senang, senang sekali karena sebentar lagi apa yang diinginkan nya akan tercapai. Bara memang benar benar mencintai Velia, bukan hanya sekedar n@fsu saja.
"Tunggu Bar, ada yang mau aku bicarakan sebentar...."
Velia mengejar Bara, ada hal yang memang sangat penting yang ingin di sampaikan Velia.
"Apa sayank?? atau sebaiknya kamu ikut saja, gimana??"
Bara melihat jam di pergelangan tangan nya, tentu saja kalau ngobrol dengan Velia, pasti telat jemput Oma dan Opa, Apalagi...ia tau kalau Velia tidak bisa bicara singkat., dan pastinya ada ngeyel ngeyel nya.
"Oke ..."
__ADS_1
Velia menyetujui permintaan Bara, lagian ia juga belum ngantuk, dan hanya alasan saja tadi bilang kalau ngantuk dan lelah.
Velia masuk ke dalam mobil Bara, dan tentu saja...Bagas sudah berangkat kekantor untuk menggantikan nya selama beberapa waktu menjelang pernikahan dan setelah menikah....
Setelah melihat Velia siap, Bara langsung melajukan mobilnya untuk segera menuju ke Bandara.
"Bar....boleh ya, kalau aku bertemu dengan Gery...untuk terakhir kalinya...."
Velia melihat ke arah Bara, tentu saja Vee yakin kalau Bara tidak setuju dengan permintaan nya itu.
"Jangan marah dulu, aku tau kalau kamu tidak mengijinkan... tetapi...aku ingin menemui nya di kantor Gery saja besok, sekalian ngasih undangan dan balikin cincinnya..."
Helaan nafas panjang Bara keluar kan, sejujurnya..ia tidak mau calon istri nya bertemu atau ada hubungan lagi dengan sang mantan, Apalagi saat saat seperti ini...baru saja saja masih lusa ...
"Apa enggak di kirimkan saja sayank??"
Tetapi, Bara mencoba tenang...ia sebisa mungkin akan mengontrol emosi nya, dan memahami apa yang dikatakan oleh Velia, meskipun dalam hati nya sedangan berkecamuk hebat saat ini.
Velia menggeleng, "Kita bertemu dan berhubungan baik baik, Gery juga memberikan cincin itu langsung dan tidak di wakilkan, masa' aku harus mengirimkan nya ..aku janji ...hanya ingin memberikan undangan dan juga mengembalikan cincin nya saja, aku juga tidak janjian dengan dia, mau dia besok ada ataupun tidak...aku tetap memberikan nya ...."
Velia berharap, ucapan nya kali ini bisa di mengerti oleh Bara, dan tidak mempersulit diirinya.
"Baiklah...aku ijinin, besok biar aku anterin sampai depan kantor Gery...."
Bara tidak akan membiarkan atau melepaskan Velia begitu saja untuk bertemu dengan Gery, Jujur...ia sedikit tidak percaya dengan Gery dan akan berakhir untuk mengajak Velia keluar dari kantor nya dan pergi entah kemana yang Gery mau.
Velia mengangguk, ia tidak mungkin lagi membantah, bukan nya takut dengan Bara, tetapi...percuma saja....toh kalau tidak seperti itu, Bata tidak akan mengijinkan nya ..jadi Velia ambil amannya saja.
"Dan aku juga punya satu permintaan sayank??"
__ADS_1
Bara tentu saja tidak mau kalah dengan Velia, apapun permintaan Velia sudah ia turuti, sekarang gantian permintaan nya yang sebenarnya tidak susah dan sangatlah gampang.
"Apa itu??"