Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Milikku


__ADS_3

Sementara Velia di dalam kamar nya Bara, masih sibuk dengan tangan nya yang sedari tadi mengeringkan rambut, ia juga seketika menghirup aroma yang menenangkan.


Ia sendiri tidak tau kalau Bara sudah berubah selera, padahal kamar di rumah nya tidak seperti ini, tidak rapi juga tidak begitu wangi.


Tetapi ini???


"Apa mungkin Bara sudah berubah selera??"


Vee menggeleng, mungkin saja ia.... karena dua tahun ini, ia sendiri juga tidak tau bagaimana Bara, sikap dan juga sifat nya.


Vee juga berubah, berubah menjadi sekarang gadis yang sangat menarik dan juga cantik.


Ceklek


Vee yang belum selesai mengeringkan rambut nya, langsung saja menoleh ketika mendengar pintu kamar Bara di buka.


Bukan sengaja tidak mengunci, tetapi....memang tidak di kunci... lagipula hanya mengeringkan rambut nya saja.


"Sudah selesai??"


Bara yang mendadak gugup langsung saja mendekat ke arah Vee dengan pelan pelan, tentu saja membuat Vee sedikit tidak nyaman.


"Masih sedikit.", jawab Vee juga dengan gugup


Bukan karena gugup jatuh cinta, tetapi... karena posisi nya yang berada di dalam kamar, dan hanya berdua saja, dan itu membuat Vee takut seketika.


'Tenang Vee, Bara adalah saudara mu, tidak mungkin dia melakukan hal hal yang tidak diinginkan.'


Vee menggeleng pelan, kebanyakan nonton televisi membuat pikiran nya traveling ke mana mana, tentu saja kini otaknya hanya di penuhi dengan hal hal negatif.


"Mau aku bantuin??"


Tidak sadar kalau Bara sudah mendekat, bahkan sekarang posisi Bara sudah di belakang nya.


"Ti---"


Mau bilang tidak, tetapi...tangan Bara sudah menyentuh rambut Velia, hingga membuat Vee tidak bisa meneruskan kata kata nya.


"Tidak apa...biar aku bantu mengeringkan nya, nanti aku juga yang akan melakukan nya tiap pagi."


Ujar Bara dan langsung mengambil hairdryer dari tangan Velia, dan segera melakukan apa yang tadi dilakukan oleh gadis itu.

__ADS_1


'Melakukan nya tiap pagi?? apa maksud nya??', batin Vee.


Sebuah tangan Bara yang bergerak memegang rambut Vee, membuat gadis itu sedikit tidak nyaman. Apalagi dengan ucapan Bara tadi, yang ia sendiri tidak mengerti apa maksud nya.


Bukan hanya tangan saja, tetapi.. rupanya bibir Bara sudah menyapu rambut indah yang sudah mulai kering.


Bara mencium aroma wangi dari rambut nya, yang begitu wangi dan menenangkan, tentu saja membuat h@srat kelakiannya semakin meningkat.


"Wangi banget..."


Bara semakin nakal, ia meletakkan hairdryer dan mencium kembali rambut Vee yang membuat gadis itu tidak nyaman.


"Bara, apa maksud kamu?? dan apa yang kamu lakukan??"


Vee yang merasa ada sesuatu yang akan mengancam jiwanya, dan sudah merasa ada hawa hawa yang tidak enak, ia langsung saja berdiri.


Gadis itu bahkan tidak berani untuk melihat wajah Bara secara langsung, karena ia melihat sekilas di cermin kalau wajah Bara sudah tidak bisa diartikan lagi, dan membuat Vee paham dengan gelagat aneh Bara.


Bara belum menjawab, ia masih melihat wajah cantik Vee di depan cermin, tentu nya dengan matanya yang sudah menginginkan sesuatu yang sedari tadi sudah bereaksi dengan hebat.


"Aku keluar, aku nanti mencarikan berkasnya."


Tetapi, baru saja ia melangkah kan kaki nya satu langkah, tangan Bara sudah lebih dulu mencekal nya.


"Di sini saja, kamu hari ini milikku....dan aku akan memiliki mu segera"


Bara memegang tangan Velia, dengan wajah yang tersenyum senang dan juga mata nya yang menginginkan sesuatu.


"Gila!!! kamu mabuk Bar??"


Vee berusaha melepaskan tangan Bara, walaupun tangan laki laki itu kekar, tetapi...dengan usaha yang cukup keras, Vee akhirnya dapat lepas dari Bara.


"Jangan macam macam, aku sudah punya tunangan dan sebentar lagi akan menikah, mungkin dengan kejadian ini...aku akan meminta Gery untuk menikahi ku besok, setelah dia pulang...."


Ucapan yang keluar dari mulut Vee, membuat Bara mengepak tangan nya. Ia yang memang gampang tersulut emosi, jadi bertambah emosi... manakala mendengat kata kata yang membuat telinga nya panas.


Tetapi, Bara harus bisa mengontrol emosi nya, ia tidak boleh menyakiti Velia, karena Bara akan melakukan sesuatu yang akan membuat status nya dan status Vee berubah.


Velia yang sudah geram, tidak basa basi lagi, ia yang sudah lepas dari Bara, bergegas untuk meninggalkan kamar ini, tetapi..lagi dan lagi.


Klik

__ADS_1


Velia tidak dapat membuka pintu kamar, rupanya Bara baru saja menguncinya pintunya dengan remote, dan memasukkan remote itu ke dalam saku celana nya.


"Kau!!"


Gadis itu panik, tatkala tangan nya yang tidak bisa membuka pintu kamar, karena tau kalau Bara baru saja mengunci nya dengan remote.


"Kenapa?? aku sudah bilang kan kalau mulai hari ini kamu milikku sayank??"


Bara menekankan kata sayang, kemudian ia mendekat Velia yang saat ini masih berdiri di depan pintu, dan berusaha untuk keluar dari kamar, tetapi sayang sekali.... tidak bisa.


"Kamu memang gila Bar!! aku milik Gery, bukan punya kamu!!"


"Gery??? hahahaha.... bahkan laki laki itu sekarang tidak ada di sini, dan baru balik besok....itupun kalau dia masih mau dengan kamu, karena kamu sudah menjadi milikku."


Plakk


"Kau!!"..


Satu tamparan mendarat di pipi Bara, dan tentunya itu membuat pipi Bara merah seketika. Meskipun begitu, Bara juga tidak akan marah dengan gadis cantik yang saat ini ada di depannya, bahkan ia tersenyum senang.


Bara memandang wajah cantik Vee, dengan tangan kanan nya memegangi pipi nya yang merah kena tamparan dahsyat dari Velia.


"Kamu wanita pertama yang menampar aku, maka...kamu lah wanita pertama yang akan mendapatkan benih ku."


"Brengseekkk!! sampai kapan pun aku tidak sudi dengan kamu, apalagi menyerahkan tubuh ku."


Ucap Vee yang berusaha untuk mendorong tubuh Bara, tetapi tidak bisa. Vee juga matanya sudah berkaca-kaca, sungguh....saat ini ia benar-benar takut dengan Bara.


Bara melepaskan tangan nya, kemudian mengusap lembut pipi Velia dan berakhir di bibir manis Vee yang sudah menjadi candu nya.


"Jangan bicara begitu, tenang sayang....aku akan melakukan dengan lembut dan hati hati, aku tau kalau ini adalah pertama kali untuk mu."


"Breng....."


"Mphhhhh..."


Bara yang sudah tidak tahan, segera melahap bibir Vee yang sangat manis, ia tidak segan segan melu_mat dan menghisap bibir Vee dengan sangat rakus, meskipun tidak ada balasan dari Velia.


"Ahhhh......"


Bukannya membalas pagu_tan bibir Bara, Vee malahan menggigit bibir Bara dan menyebabkan darah segar keluar dari bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2