Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Pengakuan Bara


__ADS_3

"Apa yang ingin kamu katakan Bar??"


Daddy Brylli mendekati putra sulung nya, memang ia juga sama seperti Papi Galen yang menangkap sesuatu yang tidak beres dengan putra nya itu.


Bara tidak langsung berucap, ia melihat ke arah Velia dulu yang menunduk sembari tangan nya memegang tangan Bunda Rania.


Bara juga melihat ke arah Papah Cesa, ia ingin memastikan kondisi Papah Cesa yang baik baik saja dulu sebelum benar-benar mengatakan semua nya.


Laki laki itu berdiri, kemudian menghampiri Papah Cesa dan duduk di samping beliau.


"Papah apa kabar??"


Sekedar basa basi memang, tetapi .. untuk yang satu ini ..Bara memang benar-benar harus memastikan kondisi Papah Cesa baik baik saja.


Sedangkan semua orang melihat ke arah Bara, Bara yang ditanya dan tidak dijawab, tetapi malahan berada di samping Papah Cesa, yang membuat mereka bertanya tanya , ada apa sebenarnya.


"Alhamdulillah baik Bar,.", jawab Papah Cesa yang memang dalam kondisi yang baik baik saja.


Begitu juga dengan Papah Cesa, entah mengapa ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan putra sahabatnya itu, bahkan Bara kali ini nampak serius dan tidak main main, tidak seperti biasanya.


"Alhamdulillah...Bara ingin mengatakan pada Papah."


Ucap Bara dengan yakin, dan malahan membuat pandangan matanya beralih ke Bara...sungguh....drama ala lagi yang kini di lakukan oleh Bara, pikir Daddy Brylli yang juga melihat gelagat yang tidak baik dari anak nya


"Mengatakan apa?? bukannya kita saat ini juga sudah ngobrol bareng."


Entahlah... perasaan Papah Cesa jadi was was, apa yang sebenernya ingin dikatakan oleh Bara, hingga terlihat begitu serius.


Tentu saja yang lainnya kini memasang telinga nya lebat lebar, ingin tau apa yang akan di sampaikan oleh Bara.


"Pah, aku sudah memperkosa Velia, dan aku akan bertanggung jawab dan ingin menikahi Velia.", ucap Bara yakin dengan sorot mata yang tajam menatap ke arah Papah Cesa, tanpa ada keraguan sedikitpun juga.


Bisa dibilang Bara memang gila, mengatakan itu secara gamblang tanpa meminta maaf terlebih dahulu.


Jedarrt....


"Apa??"

__ADS_1


"Apa??"


"Apa??"


Semua orang yang ada di sana berteriak, mengucapkan kata kata secara bersamaan.


Begitu juga dengan Papah Cesa yang kaget...ia sama seperti yang lainnya yang tidak percaya dengan apa yang barusan di ucapkan oleh Bara.


"Pah ..aku serius...."


"Apa kamu bilang??? bilang sekali lagi Bara??"


Daddy Brylli yang langsung emosi mendengar ucapan dari Bara, segera berdiri dan menghampiri Bara, ia pun menarik baju laki laki itu hingga Bara berdiri di depan Daddy.


"Aku serius Dad, aku sudah memperkosa Velia, tiga hari yang lalu."


Bugh


Bugh


"Kau!! siapa yang mengajarkan kamu berbuat be**jas seperti itu. Dan apa kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan??? kamu tau Velia itu siapa?? kau!!"


"Stop Brylli...kamu bisa membunuh anak kamu sendiri....tarik nafas. .. bicarakan dengan baik baik ", ucap Papi Galen dengan bijaksana, ia juga membawa Daddy Brylli untuk duduk dan menjauh dari Bara


Sedangkan Bara, ia masih terkapar di lantai....padahal hanya dengan dua bogeman di wajah dan juga perut nya, tetapi...laki laki itu selemah itu.


Bukan nya lemah, Bara memang sengaja mengalami dan tidak menepis tangan Daddy nya ketika ingin me meninju wajah dan juga perutnya.


"Biarakan dia mati saja, aku malu punya anak seperti dia!!"


Daddy Brylli masih emosi, bagaimana bisa putra sulung nya melakukan perbuatan yang begitu tidak bermoral, Apalagi dia melakukan dengan teman semasa kecil nya yang sudah dianggap saudara nya sendiri.


"Jangan bicara begitu, kamu tenang dulu Brylli....biarkan Bara bicara dan menjelaskan semua nya, siapa tau Bara tidak sengaja melakukan nya karena di jebak oleh seseorang."


Sementara Papah Cesa hanya diam saja, ia yang kini sudah berada di samping Ayah Arga, hanya melihat dan mendengar apa yang dilakukan dan dibicarakan Bara dengan Daddy nya.


'Ya Tuhan, apakah ini karma untukku?? aku dulunya juga melakukan hal gila itu, aku memperkosa Rania, dan sekarang gantian putriku mengalami itu...kalau iya ini karma untuk ku, maafkan aku Tuhan.....'

__ADS_1


Papah Cesa diam tetapi pikirannya ke mana mana, beliau malahan teringat tentang kejadian beberapa belas tahun yang lalu, di mana ia memang sengaja memperkokoh Rania, Bunda nya Veliae.


"Tenang Sa, jangan berpikiran buruk dulu, kita dengarkan cerita Bara."


Ayah Arga menepuk pundak Papah Cesa, berusaha menenangkan laki-laki itu yang hanya diam saja, tetapi sejati nya berpikir.


Begitu juga dengan Vee, yang kini menangis memeluk Bunda Rania, juga ada Mommy Cheryy yang masih ada di sampingnya, ibu ibu yang masih terlihat cantik itu berusaha menenangkan Velia, karena tangisannya yang semakin kencang.


...****...


Bara dengan sekuat tenaga berdiri, ia menatap satu persatu yang ada di sana, terutama Velia yang masih terisak di pelukan Bunda Rania.


"Vee sayank....jangan menangis...aku yakin bisa membatasi nya, aku akan bertanggung jawab sayank...."


Masih saja menggombal, padahal semua yang ada di sana menunggu Penjelasan dari Bara, mengapa bisa melakukan perbuatan yang dilarang itu.


"Perlu kalian ketahui...Daddy juga....aku tidak dalam pengaruh obat ataupun di jebak seseorang, aku dalam keadaan sadar sesadar sadarnya, Velia juga....dan aku melakukannya itu dengan sengaja...sengaja memang ingin memiliki Velia seutuhnya, dengan rencana yang sudah aku susun matang matang..."


"Brengseekkk!!"


Bugh...


Bugh


Bugh


Kembali lagi, Daddy Brylli dengan emosi membogem Bara, ia sungguh tidak bisa mentolerir lagi kelakuan putra nya yang sudah seperti laki laki yang tidak pernah di ajarkan sopan santun saja.


Daddy juga tidak pernah menyangka jual Bara tega melakukan itu semua, dan sudah di rencanakan pula.


"Daddy sudah!!"


Mommy Cherry menghentikan aksi suaminya yang terus menerus memukul Bara tanah henti, bukan karena ingin membela Bara, tetapi....tidak dengan cara ini, apalagi Bara yang kembali terkapar dengan darah yang keluar dari sudut bibirnya.


Wanita cantik itu menghampiri Bara, beliau kemudian memapah Bara dan membawa nya duduk di kursi.


Bukan hanya Velia dan Bunda Rania yang menangis, tetapi... Mommy Cheryy juga...tidak karena menangisi putra yang babak belur, tetapi.. karena kelakuan putra nya yang sudah di kelewat batas.

__ADS_1


"Kenapa kamu melakukannya itu Bara??? apa kamu tidak melihat bagaimana Velia begitu terpukul dengan kejadian ini?? dan apa kamu juga tidak kasihan dengan dia??? Vee adalah teman kamu sejak kecil, bahkan kamu juga sudah menganggap sebagai saudaramu sendiri, sama seperti Brisa."


__ADS_2