Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Sah


__ADS_3

Velia yang sudah duduk di samping Bara mencoba untuk tetap tersenyum, meskipun di dalam hatinya...ada segenggam rasa yang sakit teramat dalam. Dan sebentar... hubungan nya dengan Gery benar benar akan berakhir, setelah Bara mengucapkan ijab qobul nya.


Acara sakral sudah hampir di mulai. Papah Cesa melihat ke arah Bara dan juga Velia secara bergantian.


Maafkan Papah, Papah tau kalau ini berat untuk kamu Vee, tapi yakinlah...kalau Bara bisa membahagiakan kamu, dia tulus mencintai mu...


Velia mengangguk, seakan-akan ia mengerti apa yang dipikirkan oleh Papah Cesa, dan Velia tersenyum manis....tidak ingin orang tuanya kembali merasa bersalah atas pernikahan ini.


Aku tidak apa apa Pah, aku ikhlas....dan Bara adalah laki-laki yang baik, Papah dan aku sudah mengenal nya sejak dulu...aku bahagia Pah, aku bahagia....


Velia seakan akan mengerti apa yang dirasakan oleh Papah Cesa, dan ia menjawab dalam hati kegundahan hati sang Papah yang saat ini sedang menatap nya dengan tatapan yang entahlah.


Sebenarnya, Papah juga tidak tega dengan Velia...putri satu-satunya harus menikah dengan cara seperti ini, bukan berarti ia tidak suka dengan Bara, tetapi....


Ah sudahlah, semua sudah terjadi.... tidak bisa dibatalkan acara pernikahan yang akan berlangsung beberapa detik ini.


"Sudah siap Mas Bara??", tanya Pak Penghulu yang ingin menyegerakan acara akad nikah, karena jam nya sudah hampir jam delapan pagi.


"Siap Pak ...", jawab Bara lantang.


Laki laki itu memang sudah siap dari dulu, meskipun saat ini di landa gugup.


"Baiklah...mari segera kita mulai...."


Bara melihat ke arah Velia, ia pun tersenyum dengan memandangi wajah cantik Velia, dan Velia yang merasa diperhatikan oleh Bara, mengangguk...yah... memang Bara lah jodohnya.... perjodohan yang dulunya di rahasiakan, dan sudah di tolak oleh Velia, kini terwujud juga.

__ADS_1


Sejak Velia masuk ke gedung pernikahan pagi ini, dan di tambah ia sudah duduk di samping Bara, di depan Papah Cesa, mau tidak mau....Velia siap menerima Bara sebagai suami nya, dan mengikhlaskan Gery pergi dari dalam hatinya....


Maka dari itu, saat Bara memandang nya untuk meminta persetujuan acara akad, Velia mengangguk....ini adalah keputusan nya, meskipun semua di awali dengan paksaan, tetapi.... Velia yakin...kalau semua nya akan baik baik saja.


Bara tersenyum, tangannya terulur untuk menjabat tangan Papah Cesa, dan beberapa menit kemudian...


SAH.....


Selamat tinggal Gery....maaf.....


Ucapan Velia yang tertanam dalam hatinya, setelah Bara selesai mengucapkan kata ijab qabul dan terdengar kata Sah, hanya kata maaf dan selamat tinggal yang bisa diucapkan oleh Velia, itu pun di dalam hati saja.


Berbeda dengan Velia, Bara merasa lega, setelah kata sah terdengar di telinga nya, dan juga di seluruh penjuru gedung ini,.


Mulai saat ini, kamu milikku Velia...dan aku akan menjaga kamu selamanya.


Velia dengan tersenyum manis, meraih tangan Gery dan Gery membalas nya dengan senyuman dan mencium kening Velia lama...


Bahagia....sangat bahagia yang dirasakan oleh Bara, tetapi tidak dengan Velia dan satu orang yang saat ini sedang menangis melihat cintanya hancur setelah kata sah di dengar nya.


Sah.....


Kata kata itu selalu terngiang di telinga Gery. Bukan ia yang menjabat tangan Papah Cesa dan mengucapkan kata ijab qabul dan meminang Velia, tetapi...laki laki lain ...


Sedih....jangan tanyakan lagi bagaimana perasaan Gery saat ini, cintanya kepada Velia memang tidak berkurang, bahkan sampai saat ini..ia masih mencintai Velia yang jelas jelas sudah menjadi istri orang.

__ADS_1


Tetapi....


Aku ikhlaskan kamu Sayank, meskipun berat... tetapi...inilah takdir....sejauh apapun aku mengejar mu dan berusaha untuk mendapatkan kamu kembali dan berharap menggagalkan pernikahan kamu, kalau kamu bukan jodohku....aku bisa apa... terimakasih sayank...waktu yang telah kamu berikan, kasih sayang dan cinta yang kamu berikan padaku....i love U....semoga kamu bahagia. Gery.....


Tidak ada yang bisa Gery lakukan saat ini, Gery hanya menatap Velia dari belakang, dan mengusap air mata yang saat ini mengalir deras membasahi pipi.


"Bro!!"


Alex menepuk pundak Gery, ia yang sedari tadi menemani Gery dan menyaksikan Bos sekaligus sahabat nya menangis pilu sembari menekan dadanya.


Tidak bisa Alex bayangkan, bagaimana hancur nya perasaan Gery saat ini... meskipun begitu...Alex salut dengan ketegaran Gery, meskipun tidak bisa membendung air matanya, tetapi....Gery bisa kuat dari awal melihat Velia... sampai akhir nya kata sah yang begitu menyakitkan di telinga Gery.


"Ayok!!!", ajak Gery yang sudah paham dengan apa yang akan dikatakan Alex.


"Tapi Ger, Lo tidak.....??"


Gery menggeleng, "Aku sudah yakin dan cukup bagiku melihat Velia dari sini, dan mulai sekarang... meskipun berat...aku ikhlas...Velia bukan milikku lagi, meskipun cintaku sangat besar untuk dia, dan cinta dia juga masih sangat besar untuk ku, tetapi... takdir berkata lain..."


"Oke....."


Tidak ada yang bisa dikatakan oleh Alex lagi, karena bagaimanapun Gery benar, Velia bukan milik Gery lagi, dia sudah menjadi istri nya laki laki lain.


Gery melangkah meninggalkan gedung pernikahan, meskipun sakit dan sedih... tetapi.... hidup harus berjalan...masih ada kedua orang tuanya yang mengharapkan nya menjadi laki laki yang lebih baik lagi.


"Gery, tunggu!!!"

__ADS_1


Gery menghentikan langkah kakinya, karena ia mendengar suara yang tidak asing di telinga nya itu.


__ADS_2