
Grepp
Ayah Arga yang baru datang dari lari pagi langsung bergabung dengan Bunda dan Vee, dan memeluk Vee.
Selain dengan Bunda nya, Vee juga dekat dengan Ayah Arga. Tidak ada kecanggungan antara Vee dengan Ayah sambung nya itu, meskipun bukan darah daging Ayah Arga.
"Pulang ke Indonesia ya?? maaf...bukan nya Ayah dan Bunda mengusir kamu, tetapi...ini sudah saatnya kamu pulang."
Vee semakin memeluk Ayah Arga, ia sudah mengira kalau Papahnya kenapa kenapa dan sakitnya sudah parah.
Ayah Arga melepaskan pelukan Vee, dan perlahan lahan mulai menjelaskan kepada gadis cantik itu.
"Papah Cesa kritis,..."
"Tidak!!!",
Vee berteriak, ia tidak tau menahu mengapa Papahnya sampai kritis dan ini merupakan kabar buruk yang ia terima selama ini.
"Tenang sayang ..."
Bunda Rania memeluk kembali putri nya, beliau tau apa yang dirasakan oleh Vee, pasti sangat sedih dan terpukul.
Ayah Arga mulai menjelaskan secara pelan-pelan, beliau tau ..ini tidak mudah untuk Vee menerima semua nya.
__ADS_1
Ayah Arga memberikan ponselnya kepada Vee, di dalam sana ada beberapa informasi mengenai Papahnya.
Vee menutup mulutnya, setelah membaca kesehatan Papah Cesa selama dua tahun ini, dan tentunya ia tau apa penyebabnya.
"Maafkan Vee , Pah....andai Vee tidak pergi, pastinya tidak seperti ini kondisi Papah."
Vee menyesal, sebelum ia benar benar menyesal, maka ia akan memutuskan segala sesuatu yang begitu baik menurut Vee.
"Kamu sabar sayank,... percayalah..Papah akan sembuh."
Vee mengangguk, ia tidak tau lagi apa yang akan di lakukan nya, tetapi.... tekadnya sudah bulat....ia akan kembali ke Indonesia.
"Ayah dan Bunda akan mengantarkan kamu kembali ke Jakarta."
"Dan untuk kuliah kamu....Ayah akan mengurus nya, kamu bisa pindah ke Universitas terbaik di sana."
Lagi lagi Vee memeluk Ayah Arga, entah bagaimana caranya ia membalas semua kebaikan Ayahnya selama ini.
"Bersiap siaplah nak...Ayah akan menyiapkan pesawat pribadi."
Vee pagi ini berkemas, ia sudah mantap akan kembali ke Indonesia, alasannya hanya satu, yaitu kesehatan Papahnya, bahkan Vee juga tidak memikirkan yang lainnya lagi.
Apalagi tentang Bara, perasaan Vee kepada Bara sudah hilang, bukan lagi cinta tetapi saudara.
__ADS_1
Vee tidak ingin menyesal di kemudian hari jika terjadi apa apa yang tidak diinginkan nya, ini saja Vee sudah menyesal, menyesal karena sudah meninggalkan Papah Cesa demi menuruti hatinya saat itu.
Sedangkan Bara....
Sudah tiga bulan ini laki laki itu berada di Australia, tentu nya untuk mengurus perusahaan nya yang sedang dalam masalah. Dan tentu saja, mengenai kondisi kesehatan Papah Cesa, Bara juga tidak tau.... apalagi sampai Papah Cesa kritis.
Yah, Bara dua tahun ini sudah lebih baik, laki laki sudah dewasa dan bisa belajar bisnis dengan baik. Perlahan-lahan Daddy Brylli melepaskan tanggung jawab nya dan meminta Bara untuk mengurusi perusahaan nya, tentu nya sembari kuliah yang tinggal satu tahun lagi, karena ternyata Bara begitu pintar, sehingga ia dengan cepat dan mudah mengambil mata kuliah selanjutnya.
Namun, berbeda dengan kesuksesan nya, Bara kini menjelma menjadi laki laki yang dingin dan tidak tersentuh, berulang kali Daddy Brylli mengenal kan dengan putri kolega bisnis nya, tetapi...dengan cepat Bara menolaknya.
Bahkan sampai saat ini, Bara masih betah menjomblo dan juga masih mengharapkan Vee kembali dan meneruskan Perjodohan nya.
"Sudah siap??"
Vee dengan menggeret satu koper nya, masuk ke dalam rumah, ia baru saja mengambil koper dan perlengkapan nya dari Apartemen.
"Siap Bun, sangat siap."
Vee mencoba tegar ia tidak boleh lemah, karena ia yakin kalau Papahnya pasti akan sembuh, tentu dengan adanya dirinya di sana.
Bunda Rania, Ayah Arga dan kedua adik Vee masuk ke dalam mobil, selain mengantarkan Vee .. mereka juga akan mengunjungi sanak saudara yang ada di Jakarta, dan tentunya berharap bisa berkunjung dengan sahabat sahabat nya di sana.
Sedangkan Vee, ia sendiri sudah menghubungi Gery, kalau pagi ini akan berangkat ke Indonesia, dan tentunya laki laki itu sangat senang, tetapi sekaligus khawatirr jika saja pujaan hatinya bertemu dengan Bara.
__ADS_1