
Ketiga keluarga kini sudah duduk di sofa hotel, memang ini adalah rencana dari Dio sendiri, bahkan laki laki itu tidak menyesal sama sekali, meski mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari Bara dan juga pukulan dari Papah Meli dan juga Papahnya sendiri.
Untuk Daddy Brylli, beliau hanya diam saja, mau mukul...rasanya tidak tega, lagian juga sudah diwakilkan oleh Bara , tidak ingin tangan nya ikut campur membuat luka, kasihan juga.
Dan kalau dipikir-pikir, Dio melakukan nya dengan sengaja, mengapa masih dipermasalahkan juga.
Meli sesenggukan, ia duduk di apit oleh Mamanya dan juga Mommy Cheryy. Mommy Cherry mengusap lembut rambut Cherry, meskipun beliau sok dan kecewa dengan apa yang sudah terjadi, tetapi.... Mommy sudah menyayangi Meli seperti anak kandung nya sendiri.
Sedangkan Bara, tangan nya di pegang oleh Daddy Brylli, Daddy takut kalau putranya kembali melayangkan pukulan ke arah Dio yang sudah tidak berdaya itu.
"Semua keputusan ada di tangan Keluarga Tuan Brylli.", ujar Papah nya Meli.
Mereka semua sudah mendengar apa yang telah terjadi sebenarnya, yang terjadi tadi malam semuanya di ceritakan oleh Dio, semuanya....tidak ada yang tertinggal sedikit pun.
Dari bagaimana laki laki itu menculik Meli dan membawa nya ke hotel ini, lalu aksi Dio yang menyuntiknya obat perangsang ke tubuh Meli, hingga Dio bisa memperkosa Meli malam itu.
Daddy Brylli menghela nafas, sayang sekali... sebenernya bukan keputusan nya yang diperlukan saat ini, tetapi semua keputusan ada di tangan putra sulung nya, karena Bara yang akan menjalani semua ini., bukan dirinya.
"Bukan aku yang harus menjawab. Tetapi semua keputusan ada di tangan putraku."
__ADS_1
Daddy Brylli menatap sendu Bara, beliau yakin ini adalah suatu hari yang sangat menyedihkan bagi putranya itu. Daddy tau bagaimana usaha Bara untuk mendapatkan restu kalau Bara mencintai Meli dan membuat percaya dirinya dan juga Mommy Cheryy.
Dan bagaimanakah usaha Bara yang meminta untuk segera melangsungkan pertunangan dan juga mempercayai pernikahan nya, semua itu Bara lakukan karena begitu mencintai Meli, kekasih nya.
Tetapi, kalau sudah seperti ini....Daddy Brylli tidak bisa berbuat apa apa. Apalagi Bara sendiri melihat bagaimana kekasihnya berada di bawah kungkungan laki laki lain, pasti ini sangat berat.
Dan tentunya, Daddy Brylli tau kalau Bara tidak suka jika milik nya diusik oleh orang lain, dan memang dia adalah laki laki yang pemilih, sangat protektif jika mengenai calon pendamping nya.
Lalu bagaimana bisa Bara menerima Meli yang sudah ternoda?? bukan karena ketidaksengajaan tetapi secara di sengaja.
"Bagaimana Bar.?? Daddy menyerahkan keputusan ini sama kamu, kamu yang berhak menjawab nya."
Daddy Brylli melepaskan genggaman tangan nya, ia menepuk pundak putranya itu. Beliau tau kalau Bara bisa memutuskan yang terbaik untuk dirinya dan tidak akan menyesal dikemudian hari dengan keputusan nya ini.
Bara tersenyum mengingat kejadian itu, tetapi....sedetik kemudian... bayangan yang tadi dilihat nya, membuat senyum yang sempat merekah langsung saja hilang dan berganti dengan aura misterius di wajah tampannya.
"Daddy tau, putra Daddy bisa menentukan nya."
Ucap Daddy Brylli lagi, yang melihat Bara tidak kunjung menjawab malahan menyorot tajam Meli dan Dio secara bergantian.
__ADS_1
"Aku sangat mencintai kamu Mel...."
"Tetapi aku sudah meniduri nya Bar.!! Lepaskan Meli.", ujar Dio berteriak, seakan akan ia tidak terima dengan ungkapan cinta Bara kepada Meli.
Dan seakan akan Dio bisa tau keputusan apa yang akan Bara ucapkan, yang masih menerima Meli setelah dengan sengaja ia renggut kesuciannya itu.
"Brengseekkk!!"
Bara kembali emosi, laki laki itu bahkan berdiri dan mengepalkan tangan nya, bahkan kedua kakinya sudah maju ke depan, siap untuk menghampiri Dio dan kembali ingin melayang kan pukulan nya.
"Sudah Bara, sudah!!"
Daddy Brylli menarik kembali tangan Bara, dan mendudukkan di sofa lagi, begitu juga dengan Papahnya Dio yang segera mengamankan putra nya, bukan menyembunyikan kesalahan nya, tetapi menghindari dari serangan Bara yang masih terlihat emosi.
"Bara cukup!! kamu tenang lah."
Ke enam orang tua yang berada di sana memegang keningnya masing masing, sudah pasti pulang melanda. Mereka sebenarnya enggan ikut campur dengan masalah anak anak, tetapi...karena ini sudah genting dan sangat urgent..mau tidak mau, mereka harus ikut campur.
Apalagi orang tua Dio. Mereka tidak enak dengan keluarga Buminegara, karena bagaimanapun juga ketiga laki laki yang tidak lagi muda itu berteman baik, bahkan saling menjalin kerjasama.
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa tenang Dad, dia yang telah merusak semuanya, yang seharusnya hari adalah hari bahagia aku, tetapi..."
Tunjuk Bara ke arah Dio, dan Dio yang ditunjuk malahan mengembangkan senyumnya, seakan akan mengejek Bara, akulah pemenang nya.