
Sadar dengan apa yang dilakukan oleh Velia, yang nanti nya akan membuat marah Bara, Vee melepaskan pelukan nya.
Bukan nya ia tidak mau lama lama ada di pelukan Gery, tetapi...ia tidak ingin Bara tau dan akan memukul Gery seperti yang sudah sudah, apalagi Bara juga sempat melihat tadi siang ia dan juga Gery berpelukan bahkan berciuman.
"Kamu pulang ya Ger.", usir Vee
Ia benar benar takut dengan apa yang akan terjadi nantinya, yang pastinya saat ini ia ketar ketir sendiri, dan merasa tidak tenang.
"Kenapa?? apa karena Bara ada di sini??"
Gery melirik sekilas mobil Bara yang sudah terparkir di halaman rumah, ia pun tau kalau Bara ada di sini.
Velia menggeleng, "Bukan seperti itu, Bara memang ada di sini, tetapi....bukan itu penyebab nya. Aku takut kalau Bara melakukan hal macam macam sama kamu, dan aku tidak mau..."
Gery tersenyum, ia melihat mata Velia yang saat ini berkaca kaca, entahlah....berat rasanya untuk melepaskan Vee, gadis yang sudah lama ada di dalam hatinya.
"Aku tidak takut dengan Bara, kalaupun aku harus membunuh Bara untuk mendapatkan kamu lagi, akan aku lakukan."
Gery nampak serius mengatakan itu semua, dan ia memang tidak takut sama sekali dengan Bara, apapun akan dilakukan nya untuk mendapatkan Velia kembali..
Veelia menggeleng, "Jangan Ger. Bukan nya aku enggak mau kehilangan Bara dan bukannya aku mau bersama Bara, tetapi...aku enggak mau tangan baik mu itu kamu kotori dengan hal yang tidak penting...."
Grepp
Gery memeluk kembali tubuh Velia, ia benar benar tidak tau apa yang akan dilakukan nya lagi, sungguh kehilangan Velia adalah hal terberat selama hidup nya, bahkan ia sudah tidak sanggup lagi untuk menjalani hidup nya selama ini.
Velia kembali melepaskan pelukan nya setelah ia membalas pelukan Gery, dan saat ini benar benar tidak nyaman, apalagi tidak ada Bagas dan juga Brisa di sini.
"Ger, pulang ya?? please...aku enggak mau kamu kenapa kenapa."
Gery masih terdiam, ia malahan memperhatikan wajah cantik Velia, yang mungkin ini adalah terakhir kalinya ia bisa memandang dan menatap dengan jarak dekat.
Gery menghembuskan nafas kasarnya, sungguh...pertemuan yang seperti ini yang tidak di harapkan, dan perpisahan inilah yang tidak ia inginkan selama ini.
__ADS_1
"Hubungin aku, kalau Bara kasar padamu...aku akan datang menjemput mu saat itu juga. Aku mencintaimu Vee, selalu dan selamanya...."
Cup
Satu kecupan mendarat di kening Gery, kemudian menempelkan keningnya dengan kening Velia.
Velia mengangguk, meskipun ia tidak akan pernah melakukan itu nantinya.
Tanpa terasa kedua nya menangis, bahkan Gery yang tidak biasa mengeluarkan airmata pun ikut sedih dan tidak dapat membendung tangis nya
Hingga ...
"Janji ya Ger, kalau kamu akan bahagia... meskipun tanpa aku...."
Gery menggeleng, "Kalau itu aku enggak bisa janji, aku bahkan tidak tau apa yang akan terjadi pada diriku setelah ini.....aku sayang dan sangat mencintai mu."
Tidak kuat menahan tangis dan juga menatap Velia lebih lama lagi, Gery akhirnya pergi dari sana. Bukan karena ia takut dengan Bara, tetapi...ia tidak sanggup untuk melihat Velia lebih lama lagi, karena membuat ia tidak ikhlas untuk melepaskan nya, meskipun ia sendiri juga belum ikhlas.
'Ya Tuhan... kuatkan lah aku...apa aku sanggup menjalani hidup tanpa Velia??'
Gery dengan rasa sesak di dalam hatinya meninggalkan Velia, ia tentu saja belum ikhlas dengan semua keputusan yang Velia katakan.
Tetapi, sayang sekali....Gery tidak bisa merubah keputusan Velia. Ia tau kalau Velia tidak mencintai Bara, tetapi keadaan yang memaksa Velia untuk bersama dengan Bara, dan semua yang ada di dalam hati Velia, Gery tau ..
...****...
Bara mengepalkan tangannya, setelah melihat adegan perpisahan yang sangat romantis. Bukan nya Bara tidak tau kedatangan Gery, tetapi...ia memang sengaja untuk tidak keluar, dan melihat apa yang akan dilakukan oleh Gery kepada calon istrinya.
Cemburu??sudah pasti. Bukan Bara namanya kalau tidak cemburu, bahkan laki laki sudah ingin keluar dengan tangan nya yang gatal ingin menonjok wajah Gery.
Tetapi, semua itu diurungkan nya. Mengingat Velia yang pastinya akan semakin membencinya dan tidak mau bersama nya, meskipun ia sendiri tidak bisa menahan diri.
Setelah mobil Gery tidak kelihatan, Bara turun kebawah untuk menemui Velia yang masih melihat ke depan.
__ADS_1
"Sudah perpisahan dengan sang mantan?"
Velia menoleh, dan mendapati Bara yang sudah ada di belakang nya dengan kedua tangan yang melingkar di perut nya.
"Ba--ra, kamu??"
.
"Iya Sayank, aku tau semua nya. Dan untuk kali ini dan terakhir kalinya...aku mengijinkan Gery memeluk bahkan mencium mu, tetapi...tidak untuk lain waktu."
Ucapan yang keluar dari mulut Bara membuat jantung Velia berdetak kencang,. bukan karena jatuh cinta pada Bara, tetapi...karena rasa takut nya pada laki laki itu.
Padahal, ia masih berharap untuk bertemu dengan Gery lagi, meskipun status nya yang sudah berbeda, tapi ..apa itu akan terjadi?? mengingat Bara yang yang begitu Posessif kepada nya.
"Maaf...."
Hanya itu yang keluar dari bibir Velia, ia tau .. perbuatan nya adalah salah, di saat ia sudah memutuskan untuk merima Bara sebagai calon suami nya, tetapi...ia masih berpelukan bahkan berciuman dengan sang mantan
Tetapi, tidak mudah untuk menjadi Velia, untuk berada di posisi Velia saat ini. Dan tentu saja, Velia akan mencoba melupakannya Gery secara perlahan lahan, dan belajar untuk menerima dan mencintai Bara sebagai suaminya.
Tidak ada jawaban dari Bara, laki laki bahkan langsung menarik tubuh Velia dan memeluk nya dengan erat.
"Aku tau, tidak mudah bagi mu untuk menerima kenyataan ini, tapi... please...aku mohon.... lupakan dia, dan belajar lah mencintai aku Vee....aku janji, akan membahagiakan kamu dan anak anak kita nanti nya, aku janji sayank....."
Cup
Bara melepas pelukan nya, kemudian ia mencium kening Velia dengan lembut dan lama, sebagai tanda cinta dan sayangnya kepada Velia, dan buka Karen n@fsu saja.
Velia mengangguk, ia yang telah mengambil keputusan ini dan ia pun juga harus menerima apapun konsekuensinya, dan mencoba belajar mencintai Bara, yang entah.... kapan waktu nya ia akan jatuh cinta lagi kepada Bara.
"Terimakasih sayank, aku tau ... kamu tidak akan merusak pernikahan kita nantinya...i love U Velia Buminegara....."
Velia mencoba tersenyum manis, meskipun hatinya saat ini bagaikan teriris iris, tetapi..apa yang Bara katakan adalah benar, kalau ia tidak akan mungkin merusak pernikahan nya sendiri....
__ADS_1