Perjodohan Rahasia

Perjodohan Rahasia
Kondisi Cesa


__ADS_3

Dua Tahun Kemudian.


Sudah dua tahun Velia berada di Jerman, dan dua tahun itu pula, Bara juga tidak berhenti untuk mencari nya, bahkan juga Bara suka bolak balik ke Jerman.


Tetapi, tentu saja tidak bertemu dengan Vee, karena sejak kejadian dua tahun yang lalu, Vee langsung saja pindah ke apartemen, ia juga tidak tau kapan saja Bara bisa datang ke rumah utama, supaya lebih aman saja.


Surat???


Vee tentu saja tidak tau menau tentang surat yang dituliskan Bara dua tahun yang lalu, jadi...sampai sekarang Vee menganggap Bara sudah menikah dengan Meli dan punya anak.


Semua keluarga Vee dan juga Mommy Cheryy memang sepakat tidak memberi tahukan tentang kejadian Bara, tentu saja sampai sekarang Vee tidak mengetahui nya.


Dan Vee juga memang tidak berniat untuk menanyakan kabar Bara, baginya...ia pergi ke Jerman dan meninggalkan Indonesia, berarti sudah meninggalkan kenangan bersama Bara dan juga semua nya tentang Bara.


Hubungannya dengan Gery??


Hubungan Velia dengan Gery baik baik saja, bahkan sangat baik. Vee sudah mencintai Gery sepenuh hatinya dan sudah melupakan Bara...yah ... kini hatinya sudah ada nama Gery seorang.


Bukan gampang untuk mengeluarkan nama Bara, tetapi.... dengan perhatian yang Gery berikan, dan tulusnya cinta Gery, dan akhirnya...hati Vee luluh juga.


Namun , untuk menikah...Vee meminta waktu sampai dirinya lulus kuliah, bukan karena siapa siapa, tetapi tidak ingin konsentrasi nya terpecah belah, mengurus keluarga dan juga kuliah nya.


Kring....


Pagi pagi Vee di kagetkan dengan suara ponsel yang berdering, padahal ia berencana akan bangun siang, karena kebetulan weekend, dan ingin bermalas malasan saja.


"Gery......"


"Ada apa pagi pagi menelpon ku?? bukannya di sana masih tengah malam??"


"Hallo sayank..... aku masih ngantuk.", ucap Vee yang berbicara tanpa membuka matanya.


"Jangan kaget ya, dan kuatkan hati kamu. Papah sakit, semalam masuk rumah sakit."


"Apa??"

__ADS_1


Gery langsung saja mengalihkan panggilan telpon nya ke video call, ia ingin melihat Vee di sana.


"Kamu tenang saja sayank....Papah sudah baik baik saja."


Vee menangis, pantesan akhir akhir ini firasat nya tidak enak dan Papah Cesa juga jarang menelpon nya.


"Kamu tidak bohong yank??"


Gery mengangguk, kemudian mengarahkan ponsel nya ke arah Papah Cesa yang masih tertidur, tentunya dengan banyak selang yang ada di tubuhnya.


Vee menutup mulutnya, ia tidak mau kalau sampai terjadi apa apa dengan Papah nya.


"Aku takut."


"Jangan takut. Ada aku di sini yang jagain Papah, kamu belajar yang rajin di sana."


"Tapi sayank...."


Vee menangis, dan itu membuat Gery tidak tega....ingin rasanya laki laki itu memeluk Vee dan menenangkan nya, tetapi.... tidak bisa, jarak sudah memisahkan.


Klik


Vee yang melihat sambungan telpon nya sudah dimatikan oleh Gery, bergegas ke kamar mandi, ia akan ke rumah utama pagi ini, tentunya dengan suasana hati yang kacau, dan pikiran yang kemana mana.


Apalagi melihat dengan matanya sendiri, kondisi Papah Cesa yang sangat memprihatinkan, dengan banyak nya selang yang menempel di tubuh nya.


"Tidak!! aku tidak mau kehilangan Papah."


Vee bergegas ke rumah utama, untuk menanyakan kabar tentang Papahnya, Vee yakin jika Bunda dan Ayah nya pasti tau semua nya..


"Bunda...."


Vee datang datang langsung memeluk tubuh Bunda Rania yang sedang memasak di dapur.


"Ada apa??"

__ADS_1


Bunda kaget tiba tiba melihat Vee menangis, Bunda belum tau saja jika Vee tau tentang kesehatan Papahnya, yang memang sengaja di rahasiakan.


"Papah....", jawab Vee lirih.


Bunda yang paham langsung membawa Vee untuk duduk, dan menenangkan putrinya terlebih dahulu.


"Kamu sudah tau??", Vee mangangguk.


"Gery baru saja memberi tahu Bun."


'Gery?? apa jangan jangan Kak Cesa sudah parah penyakit nya, tidak!!!'


Bunda Rania memang sudah tau kalau kesehatan Papah Cesa akhir akhir ini terganggu, lebih tepatnya setelah kepergian Vee , dua tahun yang lalu...Papah sudah mulai sakit sakitan, dan.... Bunda sudah meminta tolong kepada Gery untuk merahasiakan dulu ke Vee, begitu juga dengan Papah Cesa, yang memang tidak ingin putrinya kepikiran. Tetapi.... mengapa tadi pagi menelpon?? apa ada yang tidak beres lagi??


Beragam pertanyaan menghiasi otak Bunda Rania, ia memeluk Vee yang masih sesenggukan menangis. Dan ..


Ting


Satu buah pesan masuk, Bunda mengambil ponselnya, dan melihat siapa yang mengirimkan pesan.


"Ayah Arga...."


Bunda Rania mengeryitkan alisnya, kenapa suaminya tiba tiba mengirimkan pesan kepada nya, padahal Ayah Arga sendiri sedang lari pagi dengan dua putra nya.


[Sayank, Cesa kritis...Ayah baru saja mendapatkan kabar dari Brylli. Ayah segera pulang.]


'Astagfirullah.... bagaimana aku memberitahukan kepada Vee??'


"Kenapa Bun??"


Bunda Rania terdiam, beliau bingung harus mengatakan apa kepada Vee, pastinya Vee akan terpukul dengan apa yang menimpa Papahnya.


Yah, Papah Cesa mengalami tekanan mental yang berat, tentu saja itu mempengaruhi kinerja otaknya, dan juga kalau lama lama tidak diobati akan menyebabkan gangguan mental, seperti beberapa belas tahun sebelum Vee lahir. Dan itu dipicu karena banyak nya pikiran , dan tentu saja memikirkan tentang putri tunggal nya.


Belasan tahun Papah Cesa hidup bersama dengan Vee, tetapi....tiba tiba Vee memutuskan untuk ke Jerman, dan tentu saja itu membuat sang Papah kepikiran dan jatuh sakit.

__ADS_1


'Apa memang ini saatnya Vee kembali?? aku tidak ingin Vee merasa bersalah dengan keadaan Papahnya, atau menyesal kalau sampai terjadi apa-apa yang buruk dengan Cesa. Bagaimanapun Cesa adalah Papah kandung Vee, dan Vee juga sangat menyayangi Papahnya.'


__ADS_2