
Setelah drama yang sangat panjang, akhirnya mereka sampai juga di Jakarta. Dan semua nya turun di kediaman Buminegara...
"Kenapa ke sini??"
Padahal Velia ingin langsung sampai di rumah nya, dan segera tidur, capek hati dan juga badan.
"Papah ada di sini, sekalian membicarakan tentang pernikahan kita lusa."
"Lusa??"
Velia kaget, bukan nya rencana nya masih Minggu depan, kenapa jadi lusa, dan juga ia yang tidak melihat mobil Papah Cesa yang terparkir di halaman rumah mewah di depannya ini.
"Iya, aku sudah mengambil keputusan kalau lusa kita menikah, lebih cepat lebih baik sayank.....dan bukan nya Minggu depan kamu sudah ujian semester?? tidak mungkin kalau kamu bolos...."
Velia tidak menjawab, ia pasrah ..karena sudah menyetujui untuk menikah dengan Bara, dan mau lusa atau Minggu depan, Bara tetap akan menikahi nya.
"Ayok sayank, semua sudah disiapkan.... undangan nya saja sudah siap cetak, dan kamu bebas untuk memberikan kepada siapa pun juga...."
Tidak ada penolakan dari Velia, ia menyambut uluran tangan Bara yang menggenggam nya untuk masuk ke dalam rumah.
Tidak seperti calon pengantin kebanyakan yang sangat bahagia dan gembira saat mau menikah, Velia tidak seperti itu....ia tentu tidak merasa bahagia dengan pernikahannya.... tetapi...lagi lagi ia tidak dapat berbuat apa apa.
Dan tentang kepulangan Brisa, baik Mommy maupun Daddy Brylli sudah mengetahui nya, karena kemarin Bara memberi tahukan kepada kedua orang tuanya.
"Sayank, anak anak Mommy...."
Mommy Cherry memeluk kedua gadis cantik, Velia dan juga Brisa... kemudian membawa mereka untuk duduk di sofa.
"Pah...", sapa Velia dan salim juga memeluk Papah Cesa.
"Sudah semedinya??", goda Papah Cesa.
"Lumayan Pah, padahal aku mau nya pulang besok, tapi sudah di susul Bara..."
Terlihat raut wajah Velia yang tidak suka, karena Bara sudah mengabaikan rencana nya.
__ADS_1
"Maaf sayank, aku terlalu khawatir...dan setelah kita menikah, kita bisa ke sana lagi....."
Velia hanya tersenyum, ia saat ini tidak mungkin marah marah, dan ia sudah berjanji untuk mengontrol emosi nya dan tidak marah marah lagi dengan Bara.
"Dan sekarang, karena semua sudah kumpul, kita bahas acara untuk besok lusa....", ujar Daddy Brylli yang tidak mau basa basi lagi, karena pernikahan nya besok lusa, beliau akan memastikan semua nya lancar.
Karena ini adalah pernikahan pertama keluarga Brylliant Buminegara, jadi pastinya akan terlihat mewah dan juga megah, apalagi besan nya juga seorang pebisnis yang handal dan juga terkenal di penjuru dunia.
"Kenapa mendadak Bar??"
Velia membuka suara nya dulu, sebelum kedua calon mertua dan juga Papah nya berucap.
"Bukan mendadak sayank, kan seperti yang aku bilang tadi....kalau Minggu depan kamu ada ujian semester.... jadi...lebih baik aku ajukan saja, lagi pula semua persiapan sudah selesai, dan lihat lah undangan kita sayank...."
Bara memberikan undangan berwarna pink, warna kesukaan Velia. Ia juga mendesain khusus kartu undangan nya itu seperti yang Vee harapkan.
Yah, Bara masih ingat ketika masih memakai seragam putih abu abu, Velia tidak sengaja mendesain sebuah undangan yang menjadi impiannya kelak jika menikah, dan...tanpa di sangka...Bara tau semua nya.
"Ini??"
"Desain rancangan kamu kan?? aku tau, karena aku tanpa sengaja melihat nya dulu, dan aku mengingat nya, kamu suka??"
Velia mengangguk, jujur ...ia tersentuh dengan tindakan Bara, dan memang...waktu Velia merancang sebuah kartu undangan itu, ia berharap akan menikah dengan Bara, dan saat ini... impian nya terwujud... meskipun dengan banyak dream di dalam nya.
Velia menghela nafasnya kasar, entahlah....apa doa doanya dulu dikabulkan oleh Tuhan saat ini?? kalau tau bakal kejadian seperti ini, Velia dulu juga tidak akan berdoa untuk menikah dengan Bara.
"Lalu bagaimana dengan yang lainnya Bar?? gedung dan juga pakaian nya??"
"Semua sudah siap Dad, dan tinggal ngepasin baju nya saja.... semua nya bisa langsung ke butik Mommy, karena Mommy yang menyiapkan semua nya...."
Diam diam Bara memang sudah menyiapkan baju pengantin untuk nya dengan Velia, dan pastinya Mommy Cheryy sudah tau pasti ukiran tubuh dari menantunya itu.
Velia lagi lagi menghela nafas nya kasar, semua sudah dipersiapkan oleh Bara dengan sebaik baiknya, dan tanpa sedikitpun celah....
"Maaf Bar, aku boleh ajukan sesuatu apa enggak??"
__ADS_1
Semua mata tertuju pada Velia, apalagi Bara. Bara sudah ketar ketir sendiri, manakala Velia tidak menginginkan acara yang meriah, padahal semua sudah di siapkan, tinggal menunggu hari H nya saja.
"Apa sayank??"
Bara mencoba menetralkan rasa hatinya yang sudah ketar ketir karena ucapan Velia.
"Aku mau, setelah menikah..kita tinggal di rumah Papah, kalau kamu tidak mau...ya..kamu tinggal di sini atau di mana pun, aku akan tetap tinggal dengan Papah."
"Vee, apa yang kamu katakan nak, tidak seharusnya sebagai seorang istri yang menentukan tinggal di mana, dan lagi kamu harus nurut dengan suami kamu nak.", ujar Papah Cesa yang memberikan pengertian pada Velia.
"Tidak masalah Pah, Bara akan tinggal di mana saja Velia mau, dan tidak masalah juga kalau harus tinggal bersama Papah, Bara tau kalau Velia masih berat meninggalkan Papah sendiri an, bukan begitu sayank??"
Velia mengangguk, ia memutuskan seperti itu bukan tidak mau tinggal di rumah mertuanya, tetapi..kasihan saja dengan Papah Cesa yang sendiri an tidak ada teman nya.
"Tapi Sayank, Papah enggak apa apa ...."
"Tidak masalah Sa, aku tau apa yang dirasakan oleh Velia....", ucap Daddy Brylli.
"Iya Kak, aku juga tidak masalah...dan mereka bisa nginep di sini pas weekend atau kapan pun mereka mau....", Mommy Cherry ikut menimpali.. beliau juga paham dengan apa yang dirasakan oleh calon menantu nya.
"Mommy , Daddy makasih banyak....maaf ..kalau belum bisa jadi yang terbaik...."
"Tidak mengapa sayank, kamu mau menikah dengan Bara, Mommy sudah sangat senang...."
Mommy Cherry memeluk tubuh Velia, beliau juga mengusap lembut rambut Velia.
"Jangan sedih, kalau Bara macam macam, katakan saja sama Mommy ya, ..."
Velia mengangguk, memang sejak ia meninggalkan Bunda Rania dan lebih memilih tinggal bersama dengan Papah Cesa, Vee sudah menganggarkan Mommy Cheryy sebagai ibu kandung nya sendiri...
"Apa apaan Mommy, Mommy kan tau kalau Bara sangat mencintai Velia, dan tidak akan menyakiti nya...."
"Daddy pegang kata kata kamu Bar!! jangan hanya omong kosong saja!!"
"Iya Dad, Bara janji....."
__ADS_1
Ucap Bara dengan sangat tulus dan tidak di buat buat, ia memang sangat mencintai Velia, lebih dari apapun juga.