
"Vee ikut...."
Velia yang mau membuka pintu mobilnya, tiba tiba ditarik oleh Bagas, tentu saja gadis cantik itu kaget karena tidak biasa biasa nya Bagas langsung menarik tangan Velia.
"Kemana Kak??? bentaran deh!!"
Vee melepaskan tangan Bagas, ia mengunci mobilnya, dan ikut dengan Bagas.
"Rumah Bara, kuping aku sudah risih dengar dia nyariin kamu terus."
"Bara sudah pulang? kok bisa?? bukannya masih sakit tangan nya??"
Vee masuk ke mobil Bagas, mau tidak mau ia ikut dengan Bagas... walaupun terpaksa, tapi kasihan Bagasnya nanti kalau tidak ikut, dia yang kena amukan Bara.
"Yang sakit bukan tangan nya lagi, tapi otaknya, buruan Vee!!"
"Hah?? otak??"
Velia menggeleng, ia sendiri bingung dengan ucapan Bagas, tetapi...kali ini ia diam saja, dan melihat langsung apa yang akan terjadi.
Tidak menunggu lama, mobil Bagas sudah sampai di depan pintu utama kediaman Buminegara.
Dan tentu saja Bara sudah menunggu Velia di ruang tengah, sembari matanya menyorot tajam ke arah pintu.
"Assalamualaikum...."
Vee mengucapkan salam masuk ke dalam rumah, meskipun ia sudah terbiasa, tetapi...wajib hukumnya berucap salam dahulu.
"Waalaikumsalam...."
Jawab kompak Bara dengan Mommy Cherry. Kedua nya memang sudah menunggu kedatangan Velia.
"Sini sayang....."
Mommy Cherry berdiri untuk menyambut calon menantunya, tapi versinya Bara.
"Mom...."
Velia Salim dan memeluk tubuh Mommy, ia pun segera duduk di sofa dan tentunya agak jauhan dari Bara.
"Enggak salim sama aku??"
Bara yang tadinya duduk di depan Velia, kini berdiri dan duduk di samping Velia.
__ADS_1
"Ogah!!! minggir Bar....jangan deket deket Napa??"
Velia mendorong pelan tubuh Bara, yang membuat Bara meringis kesakitan, ketika Vee tidak sengaja menyenggol tangan kanan Bara.
"Au...."
"Astagfirullah...maaf aku enggak sengaja, lagian kamu sih kenapa pakai nempel..."
Ia memang salah, tetapi...tetap saja Velia menyalahkan Bara, karena Bara yang nempel, tangan nya jadi kesenggol tangan Velia.
"Aku kangen. Kamu tambah cantik dan nggemesin, nikah yuk!!"
Mommy Cherry yang melihat dan mendengar tingkah Bara, hanya menggelengkan kepalanya....beliau sendiri bingung dengan apa yang sebenarnya Bara lakukan.
Bukan nya sudah jelas jelas dan Bara juga sudah tau kalau Vee itu calon istri nya Gery, kenapa Bara masih nyosor saja.
"Dasar gila!!!"
Bara terkekeh, ia sudah kebal dengan umpatan Velia, meskipun ia dikatain gila, dan sebagainya...Bara tidak akan tersinggung.
"Aku memang gila, dan aku gila karena kamu!!", bisik Bara lembut di telinga Velia.
Seperti tidak ada orang saja, Bara mendekati dan menempel Velia, padahal di depannya jelas jelas sudah ada Mommy dan juga Bagas, namun Bara tidak perduli.
"Basi!!! sana minggir!! apa enggak malu di lihatin Mommy sama Kak Bagas.", ujar Velia.
"Ngapain malu, iya kan Mom?? calon mantu nya cantik banget...nyesel aku dulu, kenapa enggak tau kalau kita dijodohin sih!!"
Bara memegang tangan Veli, tentu saja Vee langsung melepaskan tangan Bara, ia tidak mau terlalu terjerumus lagi ke dalam hati Bara, yang jelas jelas pemilik hatinya sekarang adalah Gery bukan Bara.
"Ckkk....lagian ya Bar, kalau dulu kamu tau, aku jamin dan sangat yakin sekali kalau kamu pasti akan marah marah dan menolaknya."
Jlebb
Pernyataan Velia itu sama seperti apa yang diucapkan Mommy Cheryy beberapa tahun lalu setelah Bara tau kalau ia sebenarnya sudah di jodohkan dengan Velia.
"Bukan seperti itu Vee, tapi...."
"Masih mau ngeles lagi ... seandainya benar pun, aku jadi ragu kalau kamu benar benar melakukan sesuai dengan apa yang diinginkan Daddy Brylli, dan sampai saat ini....aku juga ragu ... kalau kamu memang serius mau melanjutkan perjodohan yang sudah aku batalkan."
Bara menghela nafas kasar, tidak semua yang dikatakan oleh Vee itu benar, tetapi...memang iya...kalau saja ia menyetujui Perjodohan itu dari dulu, jauh sebelum Vee ke Jerman, dan juga sebelum ia mengadakan acara pertunangan yang akhirnya gagal, pastinya Bara akan melakukan itu dengan sangat terpaksa. Dan juga rasa cinta nya pun terpaksa untuk Vee, bukan tulus dan benar benar mencintai.
Tetapi, untuk saat ini...Bara benar benar ingin melanjutkan perjodohan itu, dan saat ini Bara memang sangat mencintai Velia....
__ADS_1
"Aku benar-benar mencintai kamu Vee, dan sangat mencintai mu, bahkan cintaku lebih besar dari pada Gery."
"Uwekk..... Bagas pulang dulu Mommy, eneg dengerin gombalan Bara."
Bagas yang memang sudah sering mendengar curhatan Bara, memutuskan untuk pulang ke rumah nya saja, ia tidak ingin lagi mendengar kata kata mesra yang memang itu tulus dari dalam hati Bara, bukan rekayasa.
"Kak, lalu aku sama siapa pulang nya??"
Velia kaget, ia juga protes karena Bagas malahan pulang duluan, padahal tadi dia yang membawa nya ke sini.
"Jangan khawatirr, bobok sini saja....kamu sudah lama enggak bobok sini, kamar kamu sudah kangen tuh!! atau apa mau tidur di kamar Brisa?? juga boleh."
"Enggak... Enggak...enak saja....aku pulang nanti "
Bara tersenyum, Vee kalau kesal tambah cantik dan tambah membuat Bara jadi gemes dan pengen memakan nya.
"Ya sudah hati hati ya sayank ... maafkan Bara, mulutnya memang lemes, bahkan seperti apa yang kamu bilang tadi, otaknya sudah geser, sudah tau calon istri nya orang, masih saja mau di embat."
"Hahaha.... Mommy benar banget.... kamu tenang saja, nanti minta jemput sama Gery, Vee."
"Tidak bisa.....nanti aku yang anterin Velia, kalau enggak mau nginep."
Bagas salim kepada Mommy Cheryy, kemudian pergi dari ruang tengah, dan langsung pulang,. Tidak ingin berlama lama berada di sana, nantinya akan panas sendiri, padahal Bagas tidak ada maksud Apa apa.
"Ini Nyonya sup untuk Tuan muda."
Seorang asisten rumah tangga itu memberikan satu mangkuk sup yang memang di minta oleh Mommy Cheryy.
"Oh iya bik, Makasih..."
Mommy mengambil sup itu, memang sengaja untuk Bara supaya tulang tulang nya kuat dan cepat pulih.
"Makan Bar....katanya kamu mau cepat sembuh...ini khusus untuk kamu."
Mommy duduk di samping Bara, dan menyuapi Bara... terapi...Bara menggeleng. Jelas saja ada Vee...dan ia ingin Vee yang menyuapi nya.
"Why???"
Mommy melihat Bara menggeleng, jadi bertanya .... kenapa enggak mau makan.
"Mau nya di suapin Vee."
"Astaga....manja banget, sama Mommy kan sama saja Bar....."
__ADS_1
"Ya sudah, kalau enggak mau...Bara juga enggak mau makan."
Mommy Cherry menghela nafas, ia kemudian melihat ke arah Velia seperti memohon kepada gadis itu untuk menyuapi Bara makan.